Social Items

Pengacara Kondang, Asep Ruhiat pada saat mau bertugas mengawasi ujian tes tertulis calon anggota Panwas Kota Pekanbaru, beberapa bulan yang lalu, dimana gitu.. belum dikonfirmasi, lokasi pengambilan foto diatas.

RiauJOS.com, Pekanbaru - Kesuksesan memang jadi incaran siapa saja, setiap manusia memimpikan kesuksesan, namun kadang apa makna kesuksesan itu sendiri masih membingungkan, bahkan lebih bersifat keduniawiaan, alias sukses mengumpulkan materi, dan lupa kalau sukses itu sejatinya punya makna lebih mendalam, tidak seperti gambaran sukses para motivator, yang sekedar mengulas kulit sukses, tidak sampai kepada substansi sukses itu sendiri.

Malam ini, RiauJOS.com mencoba menelusuri status Facebook, seorang pengacara kondang, Asep Ruhiat yang memposting cerita sederhana, namun menyentuh hati kita yang paling dalam. Berikut ceritanya, di copas langsung dari statusnya hari ini, sekitar enam jam yang lalu, Senin, 5 September 2015, di Facebook.





"SAYA TIDAK MAU BERPISAH DENGAN HARTA SAYA"

(HARTAKU, AKAN SAYA BAWA MATI)

Haji Usman. Pemilik salah satu usaha batik dan olahan tekstil terkemuka di Yogyakarta, memang dikenal atas kedermawanannya, seakan harta telah begitu tak berharga baginya. Seakan dunia telah begitu hina di matanya.

Ringan baginya membuka kotak tabungannya, gampang baginya merogoh kantong simpanan dan seakan tanpa beban dia mengulur bantuan.

Inilah mungkin sosok nyata orang yg menganggap "Dunia di Tangannya dan Akhirat di Hatinya".

Maka beberapa orang Pengusaha Muda yang bersemangat mendatangi beliau.

"Ajarkan pada kami, Ji,” kata mereka, “Bagaimana caranya agar kami seperti Haji Usman. Bisa bisnis maju sukses, tidak cinta pada harta dan tidak sayang pada kekayaan... Hingga seperti Haji Usman, bersedekah terasa ringan”.

"Wah"... sahut Haji Usman tertawa,

"Antum salah alamat!”

“Lho?”...

"Lha iya, Kalian datang pada orang yang salah"

Lha saya ini "SANGAT SAYANG DAN MENCINTAI HARTA SAYA".

Saya ini sangat mencintai "ASSET" yang saya miliki "

“Lho?”..

“Kok lho, sebab sangking cinta dan sayangnya, SAMPAI-SAMPAI SAYA TIDAK RELA MENINGGALKAN HARTA SAYA DI DUNIA INI. HARTA SAYA AKAN SAYA BAWA MATI, DIKUBUR DENGAN HARTA BISNIS SAYA.

Saya itu "TIDAK MAU BERPISAH" dengan kekayaan saya.

Makanya sementara ini, saya Titip-titipkan dulu...

TITIP pada Masjid, Musholla, Langgar dan Surau.

TITIP pada Anak Yatim.

TITIP pada Fakir Miskin.

TITIP pada Pejuang Fii Sabilillah.

TITIP pada Yayasan/Baitul Maal.

TITIP pada Guru-guru Agama dan Karyawan yang rajin Ibadah.

TITIP pada Orang-orang yang terlilit hutang dan tidak ada kemampuan untuk melunasinya.

TITIP pada Saudara dan karyawan yang dirawat sakit.

Alhamdulillah... Masih ada yang berkenan mau dititipi, saya senang sekali. Alhamdulillah... Ada yang sudi diamanati, saya bahagia sekali.

Pokoknya "DI AKHIRAT NANTI, MAU SAYA AMBIL LAGI TITIPAN-TITIPAN SAYA TERSEBUT"

Saya sudah bekerja keras puluhan tahun, maka saya ingin, agar kekayaan itu dapat saya nikmati berlipat-lipat di Alam Kubur dan di Akhirat nanti.

Maka siapa bilang harta tidak dibawa mati....?

Harta itu dibawa mati....!!!

Caranya ? ... JANGAN BAWA SENDIRI...

Minta TOLONG DIBAWAKAN melalui Masjid & Musholla, Fakir Miskin, Anak Yatim, Orang-orang yang berjuang di jalan-NYA, Yayasan/Baitul Maal...dll.,

Karena Anak dan Keluarga saya cuma ngasih kain putih tok....

Selamat beraktivitas...


Sumber: Status Facebook, Asep Ruhiat

Cerita Sukses: 'Hartaku akan Saya Bawa Mati'

Pengacara Kondang, Asep Ruhiat pada saat mau bertugas mengawasi ujian tes tertulis calon anggota Panwas Kota Pekanbaru, beberapa bulan yang lalu, dimana gitu.. belum dikonfirmasi, lokasi pengambilan foto diatas.

RiauJOS.com, Pekanbaru - Kesuksesan memang jadi incaran siapa saja, setiap manusia memimpikan kesuksesan, namun kadang apa makna kesuksesan itu sendiri masih membingungkan, bahkan lebih bersifat keduniawiaan, alias sukses mengumpulkan materi, dan lupa kalau sukses itu sejatinya punya makna lebih mendalam, tidak seperti gambaran sukses para motivator, yang sekedar mengulas kulit sukses, tidak sampai kepada substansi sukses itu sendiri.

Malam ini, RiauJOS.com mencoba menelusuri status Facebook, seorang pengacara kondang, Asep Ruhiat yang memposting cerita sederhana, namun menyentuh hati kita yang paling dalam. Berikut ceritanya, di copas langsung dari statusnya hari ini, sekitar enam jam yang lalu, Senin, 5 September 2015, di Facebook.





"SAYA TIDAK MAU BERPISAH DENGAN HARTA SAYA"

(HARTAKU, AKAN SAYA BAWA MATI)

Haji Usman. Pemilik salah satu usaha batik dan olahan tekstil terkemuka di Yogyakarta, memang dikenal atas kedermawanannya, seakan harta telah begitu tak berharga baginya. Seakan dunia telah begitu hina di matanya.

Ringan baginya membuka kotak tabungannya, gampang baginya merogoh kantong simpanan dan seakan tanpa beban dia mengulur bantuan.

Inilah mungkin sosok nyata orang yg menganggap "Dunia di Tangannya dan Akhirat di Hatinya".

Maka beberapa orang Pengusaha Muda yang bersemangat mendatangi beliau.

"Ajarkan pada kami, Ji,” kata mereka, “Bagaimana caranya agar kami seperti Haji Usman. Bisa bisnis maju sukses, tidak cinta pada harta dan tidak sayang pada kekayaan... Hingga seperti Haji Usman, bersedekah terasa ringan”.

"Wah"... sahut Haji Usman tertawa,

"Antum salah alamat!”

“Lho?”...

"Lha iya, Kalian datang pada orang yang salah"

Lha saya ini "SANGAT SAYANG DAN MENCINTAI HARTA SAYA".

Saya ini sangat mencintai "ASSET" yang saya miliki "

“Lho?”..

“Kok lho, sebab sangking cinta dan sayangnya, SAMPAI-SAMPAI SAYA TIDAK RELA MENINGGALKAN HARTA SAYA DI DUNIA INI. HARTA SAYA AKAN SAYA BAWA MATI, DIKUBUR DENGAN HARTA BISNIS SAYA.

Saya itu "TIDAK MAU BERPISAH" dengan kekayaan saya.

Makanya sementara ini, saya Titip-titipkan dulu...

TITIP pada Masjid, Musholla, Langgar dan Surau.

TITIP pada Anak Yatim.

TITIP pada Fakir Miskin.

TITIP pada Pejuang Fii Sabilillah.

TITIP pada Yayasan/Baitul Maal.

TITIP pada Guru-guru Agama dan Karyawan yang rajin Ibadah.

TITIP pada Orang-orang yang terlilit hutang dan tidak ada kemampuan untuk melunasinya.

TITIP pada Saudara dan karyawan yang dirawat sakit.

Alhamdulillah... Masih ada yang berkenan mau dititipi, saya senang sekali. Alhamdulillah... Ada yang sudi diamanati, saya bahagia sekali.

Pokoknya "DI AKHIRAT NANTI, MAU SAYA AMBIL LAGI TITIPAN-TITIPAN SAYA TERSEBUT"

Saya sudah bekerja keras puluhan tahun, maka saya ingin, agar kekayaan itu dapat saya nikmati berlipat-lipat di Alam Kubur dan di Akhirat nanti.

Maka siapa bilang harta tidak dibawa mati....?

Harta itu dibawa mati....!!!

Caranya ? ... JANGAN BAWA SENDIRI...

Minta TOLONG DIBAWAKAN melalui Masjid & Musholla, Fakir Miskin, Anak Yatim, Orang-orang yang berjuang di jalan-NYA, Yayasan/Baitul Maal...dll.,

Karena Anak dan Keluarga saya cuma ngasih kain putih tok....

Selamat beraktivitas...


Sumber: Status Facebook, Asep Ruhiat