ISIS
ISIS / Riau JOS!* Capture: okezone.com

Riau JOS!*, New York City – Digempur habis-habisan di Timur Tengah, pengaruh ISIS justru meluas hampir tiga kali lipat. Dari semula hanya bergerak di tujuh negara pada 2014, bertambah jadi 13 negara pada 2015 dan sekarang sudah mencakup 18 negara. 

Diwartakan NBC News, Rabu, 3 Agustus 2016, selanjutnya diwartakan kembali dan diterjemahkan juga okezone.com, informasi ini didapat secara eksklusif dari sebuah dokumen berisi peta dunia yang dipersiapkan oleh Pusat Kontra-Terorisme Nasional untuk diserahkan ke Gedung Putih. Dalam peta per Agustus 2016 yang dimaksud, jangkauan ISIS terbagi menjadi tiga kategori. Pertama, pusat kekuasaan ISIS diberi warna coklat tua. Kawasan ini mencakup Suriah dan Irak. Di kedua negara inilah, pasukan koalisi antiteror pimpinan Amerika Serikat (AS), Rusia dan Arab Saudi memusatkan serangan. Kedua, negara yang diberi warna coklat muda berarti sudah resmi menjadi cabang kekuasaan ISIS. Di antaranya ada Aljazair, Libya, Semenanjung Sinai, Nigeria, Yaman, Arab Saudi, Afghanistan, Pakistan dan Kaukasus.
ISIS
Peta ISIS
Indonesia bahkan menjadi salah satu negara yang rencananya termasuk dalam enam negara yang jadi target operasi kelompok teroris internasional itu selanjutnya. Kawasan yang ditandai dengan warna coklat sangat muda tersebut, ialah Kalimantan Timur dan Sulawesi Tengah. Sementara itu, kelima negara lain yang jadi calon cabang ISIS, ialah Mesir, Mali, Filipina, Somalia dan Bangladesh.

Laporan ini datang sehari setelah AS melancarkan serangan udara ke jantung pertahanan ISIS di Libya. Pentagon menerangkan, serangan yang merupakan bagian dari kampanye udara tersebut diluncurkan guna mendukung pasukan pemerintah Libya memukul mundur ISIS di Sirte. Kawasan ini berada di tengah-tengah antara Tripoli dan Benghazi. 

“Secara spesifik, serangan udara AS menyasar infrastruktur kelompok teroris itu. Seperti, tank, senjata kaliber besar, pusat komando dan kontrol yang menggunakan persenjataan secara presisi,” kata seorang pejabat senior AS. Pada mulanya, ISIS diperkirakan memiliki sedikitnya 5.000 militan di Sirte. Namun penggempuran yang digencarkan selama beberapa bulan terakhir, diyakini pemerintah AS dan Libya sudah menurunkan jumlah mereka hingga tersisa 2.000 militan.

Pengaruh ISIS Meluas, Nampak dari Peta

ISIS
ISIS / Riau JOS!* Capture: okezone.com

Riau JOS!*, New York City – Digempur habis-habisan di Timur Tengah, pengaruh ISIS justru meluas hampir tiga kali lipat. Dari semula hanya bergerak di tujuh negara pada 2014, bertambah jadi 13 negara pada 2015 dan sekarang sudah mencakup 18 negara. 

Diwartakan NBC News, Rabu, 3 Agustus 2016, selanjutnya diwartakan kembali dan diterjemahkan juga okezone.com, informasi ini didapat secara eksklusif dari sebuah dokumen berisi peta dunia yang dipersiapkan oleh Pusat Kontra-Terorisme Nasional untuk diserahkan ke Gedung Putih. Dalam peta per Agustus 2016 yang dimaksud, jangkauan ISIS terbagi menjadi tiga kategori. Pertama, pusat kekuasaan ISIS diberi warna coklat tua. Kawasan ini mencakup Suriah dan Irak. Di kedua negara inilah, pasukan koalisi antiteror pimpinan Amerika Serikat (AS), Rusia dan Arab Saudi memusatkan serangan. Kedua, negara yang diberi warna coklat muda berarti sudah resmi menjadi cabang kekuasaan ISIS. Di antaranya ada Aljazair, Libya, Semenanjung Sinai, Nigeria, Yaman, Arab Saudi, Afghanistan, Pakistan dan Kaukasus.
ISIS
Peta ISIS
Indonesia bahkan menjadi salah satu negara yang rencananya termasuk dalam enam negara yang jadi target operasi kelompok teroris internasional itu selanjutnya. Kawasan yang ditandai dengan warna coklat sangat muda tersebut, ialah Kalimantan Timur dan Sulawesi Tengah. Sementara itu, kelima negara lain yang jadi calon cabang ISIS, ialah Mesir, Mali, Filipina, Somalia dan Bangladesh.

Laporan ini datang sehari setelah AS melancarkan serangan udara ke jantung pertahanan ISIS di Libya. Pentagon menerangkan, serangan yang merupakan bagian dari kampanye udara tersebut diluncurkan guna mendukung pasukan pemerintah Libya memukul mundur ISIS di Sirte. Kawasan ini berada di tengah-tengah antara Tripoli dan Benghazi. 

“Secara spesifik, serangan udara AS menyasar infrastruktur kelompok teroris itu. Seperti, tank, senjata kaliber besar, pusat komando dan kontrol yang menggunakan persenjataan secara presisi,” kata seorang pejabat senior AS. Pada mulanya, ISIS diperkirakan memiliki sedikitnya 5.000 militan di Sirte. Namun penggempuran yang digencarkan selama beberapa bulan terakhir, diyakini pemerintah AS dan Libya sudah menurunkan jumlah mereka hingga tersisa 2.000 militan.