Ketua Bawaslu Muhammad
Ketua Bawaslu, Muhammad

Riau JOS!*, Yogyakarta - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Muhammad mengharapkan penyelenggaraan Pemilu membuat orang bahagia dan senang. Dia berharap makna Pemilu sebagai pesta demokrasi harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

"Jangan sampai pemilu membuat orang stres dan menakutkan karena nanti akan ada kabar bentrok antara pendukung, saling lempar batu atau kursi. Pemilu harus berjalan ramai, tapi aman dan tertib," ujar Muhammad dalam acara diskusi yang bertemakan "Peran Media Massa dalam Pengawasan Partisipatif Guna Mewujudkan Pilkada Bersih dan Bermartabat" di Hotel Melia, Yogyakarta, Jumat malam, 5 Agustus 2016, diwartakan beritasatu.com

Diskusi yang merupakan rangkaian acara "Media Gathering Bawaslu" ini dihadiri juga oleh narasumber, antara lain Komisioner KPU Arief Budiman, Wakil Ketua Dewan Pers Ahmad Djauhar dan Sekjen AJI Amfi Bambani. Hadir juga anggota Bawaslu Nasrullah, Nelson Simanjuntak, Endang Wihdatiningtyas dan Ketua Bawaslu Yogyakarta Muhammad Najib.

Muhammad membayangkan penyelenggaraan Pemilu di Indonesia berlangsung ramai, tapi aman seperti yang terjadi di Australia di mana setiap pemilu, setiap calon kepala daerah baik yang petahana maupun calon non-petahana menggelar pesta taman. Pemilih pun antusias mengikutinya.

"Di Australia ketika saya ada kesempatan melihat pelaksaan pemilihan walikota,semua orang menyambut gembira. Masing-masing calon walikota, baik itu yang incumbent maupun membuat pesta taman di taman-taman kota dan disediakan makanan dan minuman bagi masyarakat yang bisa dinikmati secara gratis. Itu semua dengan anggaran negara," cerita dia.

Berdasarkan pengalaman pilkada serentak 2015, menurut Muhammad, pilkadanya berlangsung sepi. Salah satu sebabnya, karena kampanye dibiayai negara sehingga tidak ada ruang bagi pasangan calon untuk melakukan kampanye yang meriah.

"Sebelumnya, pilkada berlangsung ramai dan meriah tetapi tidak tertib. Ke depan, di pilkada serentak 2017, kita berharap pilkadanya berlangsung meriah, tetapi tertib dan damai," imbuh Muhammad.

Dia pun berharap media sebagai salah satu bagian penting dalam pelaksanaan pemilu dapat ikut mendukung terciptanya pemilu yang damai.

"Media bisa berdampak, baik atau buruk,kita pilih yang baik-baiknya saja," pungkasnya.

Ketua Bawaslu: Pemilu Harus Berjalan Ramai

Ketua Bawaslu Muhammad
Ketua Bawaslu, Muhammad

Riau JOS!*, Yogyakarta - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Muhammad mengharapkan penyelenggaraan Pemilu membuat orang bahagia dan senang. Dia berharap makna Pemilu sebagai pesta demokrasi harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

"Jangan sampai pemilu membuat orang stres dan menakutkan karena nanti akan ada kabar bentrok antara pendukung, saling lempar batu atau kursi. Pemilu harus berjalan ramai, tapi aman dan tertib," ujar Muhammad dalam acara diskusi yang bertemakan "Peran Media Massa dalam Pengawasan Partisipatif Guna Mewujudkan Pilkada Bersih dan Bermartabat" di Hotel Melia, Yogyakarta, Jumat malam, 5 Agustus 2016, diwartakan beritasatu.com

Diskusi yang merupakan rangkaian acara "Media Gathering Bawaslu" ini dihadiri juga oleh narasumber, antara lain Komisioner KPU Arief Budiman, Wakil Ketua Dewan Pers Ahmad Djauhar dan Sekjen AJI Amfi Bambani. Hadir juga anggota Bawaslu Nasrullah, Nelson Simanjuntak, Endang Wihdatiningtyas dan Ketua Bawaslu Yogyakarta Muhammad Najib.

Muhammad membayangkan penyelenggaraan Pemilu di Indonesia berlangsung ramai, tapi aman seperti yang terjadi di Australia di mana setiap pemilu, setiap calon kepala daerah baik yang petahana maupun calon non-petahana menggelar pesta taman. Pemilih pun antusias mengikutinya.

"Di Australia ketika saya ada kesempatan melihat pelaksaan pemilihan walikota,semua orang menyambut gembira. Masing-masing calon walikota, baik itu yang incumbent maupun membuat pesta taman di taman-taman kota dan disediakan makanan dan minuman bagi masyarakat yang bisa dinikmati secara gratis. Itu semua dengan anggaran negara," cerita dia.

Berdasarkan pengalaman pilkada serentak 2015, menurut Muhammad, pilkadanya berlangsung sepi. Salah satu sebabnya, karena kampanye dibiayai negara sehingga tidak ada ruang bagi pasangan calon untuk melakukan kampanye yang meriah.

"Sebelumnya, pilkada berlangsung ramai dan meriah tetapi tidak tertib. Ke depan, di pilkada serentak 2017, kita berharap pilkadanya berlangsung meriah, tetapi tertib dan damai," imbuh Muhammad.

Dia pun berharap media sebagai salah satu bagian penting dalam pelaksanaan pemilu dapat ikut mendukung terciptanya pemilu yang damai.

"Media bisa berdampak, baik atau buruk,kita pilih yang baik-baiknya saja," pungkasnya.

Comments
0 Comments