Presiden Joko Widodo
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan di sidang bersama DPR dan DPD

RiauJOS.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo menginginkan, agar paradigma anggaran dibagi rata, diubah menjadi anggaran berbasis kinerja. Hal ini disampaikan pada pidato kenegaraan dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia ke 71 tahun.

Pada pidatonya, Presiden menyampaikan apa saja yang telah dilakukan sepanjang perjalanan menjalankan pemerintahan. Mulai dari pencapaian, dan hambatan selama menjalankan program pemerintahan.

"Kemerdekaan jembatan untuk memakmurkan rakyat, meraih kemajuan bersama," ujar Presiden kepada hadirin sidang.

Untuk mewujudkan kemakmuran rakyat, caranya dengan membangun, bangun jiwa, bangun badan, kata Presiden yang orang suka menyebut Jokowi, meski tidak enak ditelinga, tapi bagaimana lagi, orang-orang sudah terlanjur membilang, dengan sebutan Jokowi kepada Presiden RI sekarang ini.

Katanya lagi, kita harus menjadi bangsa yang sejajar dengan bangsa lain. Presiden juga menyinggung untuk mengingatkan kembali pidatonya yang lalu, bahwa kabinet kerja berkehendak meletakan pondasi yang kokoh.

Jokowi ingin, perilaku dari konsumtif, menjadi produktif, dari sifat Jawa sentris, menjadi Indonesia sentris. Pencapaian memasuki tahun ke 2, melakukan percepatan pembangunan, "harus melangkah menjadi Indonesia maju," ujarnya.

Percepatan mutlak di perlukan, sudah 71 Indonesia merdeka, belum bisa memutus rantai kemiskinan, kesenjangan. Katanya lagi, Setiap presiden sudah berjuang, mulai Sukarno, Suharto, Habibi, Abdurahman Wahid, Megawati, SBY, tantangan yang sama juga sedang dihadapi.

Cuman, kata Jokowi Perbedaanya, ada kompetisi global, tidak lagi kompetisi daerah, tapi global. "Satu masalah, bisa jadi masalah global," katanya.

Ekonomi global mengalami perlambatan, ekonomi nasional juga terpengaruh, namun ekonomi Indonesia tumbuh 4,2 %, naik 5,18 %. Jauh lebih besar, dari ekonomi dunia. Indonesia pertumbuhan tertinggi di asia.

Fenomena di timur tengah, memicu perluasan aksi terorisme, termasuk di Ibukota negara. pada peristiwa di Jl. MH. Thamrin, teroris mencoba membikin kepanikan, namun mereka gagal, bangsa Indonesia tidak bisa di teror.

Jokowi ingin, setiap elemen bangsa meneguhkan untuk melawan segala bentuk terorisme, "cegah dan lawan terorisme, Tidak ada tempat bagi terorisme di negara bhineka tunggal ika," katanya.

Dan masih banyak yang disampaikan Presiden Jokowi. Sebaiknya, tonton saja video stremingnnya, bisa lebih gamblang, dan lugas apa yang disampaikan Presiden.

Silakan untuk mencari sendiri di YouTube, ada beberapa media yang melaporkan secara streaming, dan langsung dipancarkan melalui saluran YouTubenya.

Jokowi: Hilangkan Paradigma Anggaran di Bagi Rata

Presiden Joko Widodo
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan di sidang bersama DPR dan DPD

RiauJOS.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo menginginkan, agar paradigma anggaran dibagi rata, diubah menjadi anggaran berbasis kinerja. Hal ini disampaikan pada pidato kenegaraan dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia ke 71 tahun.

Pada pidatonya, Presiden menyampaikan apa saja yang telah dilakukan sepanjang perjalanan menjalankan pemerintahan. Mulai dari pencapaian, dan hambatan selama menjalankan program pemerintahan.

"Kemerdekaan jembatan untuk memakmurkan rakyat, meraih kemajuan bersama," ujar Presiden kepada hadirin sidang.

Untuk mewujudkan kemakmuran rakyat, caranya dengan membangun, bangun jiwa, bangun badan, kata Presiden yang orang suka menyebut Jokowi, meski tidak enak ditelinga, tapi bagaimana lagi, orang-orang sudah terlanjur membilang, dengan sebutan Jokowi kepada Presiden RI sekarang ini.

Katanya lagi, kita harus menjadi bangsa yang sejajar dengan bangsa lain. Presiden juga menyinggung untuk mengingatkan kembali pidatonya yang lalu, bahwa kabinet kerja berkehendak meletakan pondasi yang kokoh.

Jokowi ingin, perilaku dari konsumtif, menjadi produktif, dari sifat Jawa sentris, menjadi Indonesia sentris. Pencapaian memasuki tahun ke 2, melakukan percepatan pembangunan, "harus melangkah menjadi Indonesia maju," ujarnya.

Percepatan mutlak di perlukan, sudah 71 Indonesia merdeka, belum bisa memutus rantai kemiskinan, kesenjangan. Katanya lagi, Setiap presiden sudah berjuang, mulai Sukarno, Suharto, Habibi, Abdurahman Wahid, Megawati, SBY, tantangan yang sama juga sedang dihadapi.

Cuman, kata Jokowi Perbedaanya, ada kompetisi global, tidak lagi kompetisi daerah, tapi global. "Satu masalah, bisa jadi masalah global," katanya.

Ekonomi global mengalami perlambatan, ekonomi nasional juga terpengaruh, namun ekonomi Indonesia tumbuh 4,2 %, naik 5,18 %. Jauh lebih besar, dari ekonomi dunia. Indonesia pertumbuhan tertinggi di asia.

Fenomena di timur tengah, memicu perluasan aksi terorisme, termasuk di Ibukota negara. pada peristiwa di Jl. MH. Thamrin, teroris mencoba membikin kepanikan, namun mereka gagal, bangsa Indonesia tidak bisa di teror.

Jokowi ingin, setiap elemen bangsa meneguhkan untuk melawan segala bentuk terorisme, "cegah dan lawan terorisme, Tidak ada tempat bagi terorisme di negara bhineka tunggal ika," katanya.

Dan masih banyak yang disampaikan Presiden Jokowi. Sebaiknya, tonton saja video stremingnnya, bisa lebih gamblang, dan lugas apa yang disampaikan Presiden.

Silakan untuk mencari sendiri di YouTube, ada beberapa media yang melaporkan secara streaming, dan langsung dipancarkan melalui saluran YouTubenya.