Dua orang calon anggota Panwascam berdemo di depan kantor Bawaslu Provinsi Riau, Kamis, 19 Agustus 2016, mereka membawa kertas plano beraneka warna bertuliskan "Apakah Bawaslu Riau Bisa di Lobi?", dan "Panwaslu Kota Pekanbaru Tidak Independen".

RiauJOS.com, Pekanbaru - Rasa kekecewaan para calon anggota Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) Kota Pekanbaru, berlanjut ke tahap lebih seru. Mereka berdemo tepat persis di depan pintu masuk menuju kantor sekretariat Bawaslu Provinsi Riau, Jalan Sultan Syarif Kasim, nomor 119, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Bersama puluhan orang yang bernasib sama, tidak lulus dalam seleksi tahap wawancara, para calon Panwascam berusaha agar apa yang mereka rasa dapat dituangkan dalam bentuk laporan, dan ini membuat salah seorang perwakilan calon Panwascam menemui pimpinan Bawaslu Provinsi Riau, Kamis, 18 Agustus 2016.

Hendrianto, salah satu perwakilan calon anggota Panwascam Kota Pekanbaru, siang ini sudah siap dengan surat dan beberapa berkas pendukung untuk melaporkan kasus tes tertulis yang diduga syarat "teka-teki" bagi para calon Panwascam yang tidak lulus ke tahap seleksi berikutnya.

Kasus ini semakin menarik para wartawan lokal, pasalnya hari ini para calon Panwascam yang merasa ada keanehan pada pelaksanaan tes tertulis yang digelar Panwas Kota Pekanbaru beberapa hari yang lalu, datang membawa kertas bertuliskan semacam ungkapan rasa kecewa terhadap pelaksanaan tes tertulis.

Tulisan yang terlihat pada foto diatas, "APAKAH BAWASLU RIAU BISA DI LOBI?", ditulis dengan huruf besar-besar, dalam kertas plano berwarna pink. Satu lagi, "PANWASLU KOTA PEKANBARU TIDAK INDEPENDEN", tulisnya di kertas biru.


Hal diatas, tentu menarik perhatian para wartawan foto, yang kebetulan menyaksikan demo manis tanpa anarkis, tidak ada kekacauan, tidak ada perang mulut, tidak ada pengrusakan barang-barang, intinya mereka tertib dan manis.

Wartawan foto sibuk memfoto dua calon anggota Panwascam yang berdemo di kantor Bawaslu Riau, seolah menikmati di foto sama wartawan khusus foto. Untuk melihat lebih jauh, jepretan foto-foto para wartawan foto, pembaca RiauJOS.com dapat browsing ke media online lain.

Etika berdemo ini, layak diapresiasi, pasalnya demo biasanya ada tindakan anarkis, dan ada bakar-bakaran ban, dan rusak-rusakan pagar. Calon anggota Panwascam ini bisa jadi duta demo untuk memberikan contoh demo beretika kepada siapa saja, terutama bagi mahasiswa yang rajin berdemo, kalau bisa seperti calon Panwascam di Kota Pekanbaru ini, mereka lebih senang berfoto bersama wartawan foto, dari pada melakukan pengrusakan yang merugikan siapa saja.

Calon Panwascam Menikmati Demo dengan Berfoto

Dua orang calon anggota Panwascam berdemo di depan kantor Bawaslu Provinsi Riau, Kamis, 19 Agustus 2016, mereka membawa kertas plano beraneka warna bertuliskan "Apakah Bawaslu Riau Bisa di Lobi?", dan "Panwaslu Kota Pekanbaru Tidak Independen".

RiauJOS.com, Pekanbaru - Rasa kekecewaan para calon anggota Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) Kota Pekanbaru, berlanjut ke tahap lebih seru. Mereka berdemo tepat persis di depan pintu masuk menuju kantor sekretariat Bawaslu Provinsi Riau, Jalan Sultan Syarif Kasim, nomor 119, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Bersama puluhan orang yang bernasib sama, tidak lulus dalam seleksi tahap wawancara, para calon Panwascam berusaha agar apa yang mereka rasa dapat dituangkan dalam bentuk laporan, dan ini membuat salah seorang perwakilan calon Panwascam menemui pimpinan Bawaslu Provinsi Riau, Kamis, 18 Agustus 2016.

Hendrianto, salah satu perwakilan calon anggota Panwascam Kota Pekanbaru, siang ini sudah siap dengan surat dan beberapa berkas pendukung untuk melaporkan kasus tes tertulis yang diduga syarat "teka-teki" bagi para calon Panwascam yang tidak lulus ke tahap seleksi berikutnya.

Kasus ini semakin menarik para wartawan lokal, pasalnya hari ini para calon Panwascam yang merasa ada keanehan pada pelaksanaan tes tertulis yang digelar Panwas Kota Pekanbaru beberapa hari yang lalu, datang membawa kertas bertuliskan semacam ungkapan rasa kecewa terhadap pelaksanaan tes tertulis.

Tulisan yang terlihat pada foto diatas, "APAKAH BAWASLU RIAU BISA DI LOBI?", ditulis dengan huruf besar-besar, dalam kertas plano berwarna pink. Satu lagi, "PANWASLU KOTA PEKANBARU TIDAK INDEPENDEN", tulisnya di kertas biru.


Hal diatas, tentu menarik perhatian para wartawan foto, yang kebetulan menyaksikan demo manis tanpa anarkis, tidak ada kekacauan, tidak ada perang mulut, tidak ada pengrusakan barang-barang, intinya mereka tertib dan manis.

Wartawan foto sibuk memfoto dua calon anggota Panwascam yang berdemo di kantor Bawaslu Riau, seolah menikmati di foto sama wartawan khusus foto. Untuk melihat lebih jauh, jepretan foto-foto para wartawan foto, pembaca RiauJOS.com dapat browsing ke media online lain.

Etika berdemo ini, layak diapresiasi, pasalnya demo biasanya ada tindakan anarkis, dan ada bakar-bakaran ban, dan rusak-rusakan pagar. Calon anggota Panwascam ini bisa jadi duta demo untuk memberikan contoh demo beretika kepada siapa saja, terutama bagi mahasiswa yang rajin berdemo, kalau bisa seperti calon Panwascam di Kota Pekanbaru ini, mereka lebih senang berfoto bersama wartawan foto, dari pada melakukan pengrusakan yang merugikan siapa saja.