Hujan Buatan
Langit di Garami

Riau JOS!*, Pekanbaru - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama dengan satuan tugas kebakaran hutan dan lahan (Satgas Karhutla) menyebar 1.000 kilogram garam di langit Riau sebagai upaya menghasilkan hujan buatan di Provinsi Riau, Sabtu, 6 Agustus 2016, diwartakan potretnews.com, sebelumnya juga sudah diwartakan beritasatu.com, dan saat ini, Senin, 8 Agustus 2016 Riau JOS!* ikut-ikutan mewartakan.

"Total NaCl (garam) yang disebar hari ini 1.000 kilogram. Sebaran garam dilakukan di wilayah Bengkalis dan Dumai dengan ketinggian 8.000-8.500 kaki," kata anggota Satgas Udara Karhutla Riau, Lettu Sherif Yanuardi di Pekanbaru.

Dia menjelaskan dari observasi visual saat penerbangan, tutupan awan didominasi awan jenis Stratocumulus dan terpantau ada beberapa sel awan Cumulus potensial dengan ketinggian puncak awan mencapai 8.000-9.000 kaki di Dumai dan Bengkalis.

Sementara di dekat perbatasan Bengkalis dan Siak juga terpantau adanya sel awan Cumulus yang cukup potensial dengan ketinggian puncak awan mencapai 10.000 kaki.

Program TMC yang dilakukan BPPT bersama dengan satuan tugas (Satgas) Karhutla Riau dimulai sejak Jumat pekan lalu (15/7/2016). Operasi TMC tersebut menggunakan pesawat Cassa 212 bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Pesawat yang mampu mengangkut satu ton garam dengan sasaran awan Cumulus pada ketinggian 9.000 hingga 12.000 kaki itu terus beroperasi hampir setiap hari selama ada potensi awan.

Beberapa wilayah yang telah disemai garam yakni wilayah pesisir Riau seperti Bengkalis, Dumai, Rokan Hilir, Siak. Kemudian penyemaian garam juga dilakukan di langit Pelalawan.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Pekanbaru, Slamet Riyadi mengatakan keberadaan TMC yang didukung dengan atmosfer yang baik dapat menstimulus turunnya hujan.

Hal itu dibuktikan dengan keberadaan hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di sejumlah wilayah Riau. Sementara itu, berdasarkan pantauan BMKG hari ini, keberadaan titik panas yang menjadi indikator Karhutla Riau nihil.

Hal itu berbeda dengan kondisi pada awal Juli 2016 ini yang tercatat Karhutla terjadi di sejumlah wilayah seperti Pelalawan, Rokan Hilir dan Kampar.

Sementara itu, sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan, sebelumnya Riau melalui Satgas Karhutla telah menyiagakan dua unit helikopter dan dua pesawat "Air Tractor" pengebom air.

Hasilnya, sepanjang 2016 ini, Riau disebut berhasil mengatasi masalah Karhutla dengan menekan angka luasan kebakaran. BPBD Provinsi Riau mencatat 1.400 hektare total luas karhutla di Provinsi Riau telah terjadi mulai Januari hingga awal Juli 2016 dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai belasan ribu hektar hingga menyebabkan kabut asap tebal.

BPPT Bikin Asinan di Langit Riau

Hujan Buatan
Langit di Garami

Riau JOS!*, Pekanbaru - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama dengan satuan tugas kebakaran hutan dan lahan (Satgas Karhutla) menyebar 1.000 kilogram garam di langit Riau sebagai upaya menghasilkan hujan buatan di Provinsi Riau, Sabtu, 6 Agustus 2016, diwartakan potretnews.com, sebelumnya juga sudah diwartakan beritasatu.com, dan saat ini, Senin, 8 Agustus 2016 Riau JOS!* ikut-ikutan mewartakan.

"Total NaCl (garam) yang disebar hari ini 1.000 kilogram. Sebaran garam dilakukan di wilayah Bengkalis dan Dumai dengan ketinggian 8.000-8.500 kaki," kata anggota Satgas Udara Karhutla Riau, Lettu Sherif Yanuardi di Pekanbaru.

Dia menjelaskan dari observasi visual saat penerbangan, tutupan awan didominasi awan jenis Stratocumulus dan terpantau ada beberapa sel awan Cumulus potensial dengan ketinggian puncak awan mencapai 8.000-9.000 kaki di Dumai dan Bengkalis.

Sementara di dekat perbatasan Bengkalis dan Siak juga terpantau adanya sel awan Cumulus yang cukup potensial dengan ketinggian puncak awan mencapai 10.000 kaki.

Program TMC yang dilakukan BPPT bersama dengan satuan tugas (Satgas) Karhutla Riau dimulai sejak Jumat pekan lalu (15/7/2016). Operasi TMC tersebut menggunakan pesawat Cassa 212 bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Pesawat yang mampu mengangkut satu ton garam dengan sasaran awan Cumulus pada ketinggian 9.000 hingga 12.000 kaki itu terus beroperasi hampir setiap hari selama ada potensi awan.

Beberapa wilayah yang telah disemai garam yakni wilayah pesisir Riau seperti Bengkalis, Dumai, Rokan Hilir, Siak. Kemudian penyemaian garam juga dilakukan di langit Pelalawan.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Pekanbaru, Slamet Riyadi mengatakan keberadaan TMC yang didukung dengan atmosfer yang baik dapat menstimulus turunnya hujan.

Hal itu dibuktikan dengan keberadaan hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di sejumlah wilayah Riau. Sementara itu, berdasarkan pantauan BMKG hari ini, keberadaan titik panas yang menjadi indikator Karhutla Riau nihil.

Hal itu berbeda dengan kondisi pada awal Juli 2016 ini yang tercatat Karhutla terjadi di sejumlah wilayah seperti Pelalawan, Rokan Hilir dan Kampar.

Sementara itu, sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan, sebelumnya Riau melalui Satgas Karhutla telah menyiagakan dua unit helikopter dan dua pesawat "Air Tractor" pengebom air.

Hasilnya, sepanjang 2016 ini, Riau disebut berhasil mengatasi masalah Karhutla dengan menekan angka luasan kebakaran. BPBD Provinsi Riau mencatat 1.400 hektare total luas karhutla di Provinsi Riau telah terjadi mulai Januari hingga awal Juli 2016 dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai belasan ribu hektar hingga menyebabkan kabut asap tebal.