Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Riau, sedang sibuk mengajarkan bagaimana cara mengisi formulir alat kerja pengawasan kepada dua Panwas Pilkada, Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar, Selasa, 31 Agustus 2016, di ruang multifungsi sekretariat Bawaslu Provinsi Riau.
RiauJOS.com, Pekanbaru - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Riau, yang biasa dikenal dengan celotehan "Badan suka was-was melulu", kini sudah tidak bisa diragukan lagi eksistensinya. Beragam cara mereka lakukan, untuk menjadi yang terdepan dalam membangun demokrasi di Indonesia, bahkan dunia.

Lepas dari basa-basi paragraf pembuka diatas, Selasa pagi hingga sore menjelang, 31 Agustus 2016, Bawaslu Riau sedang sibuk memberikan arahan teknis kepada dua Panitia Pengawas, yaitu Panwas Kota Pekanbaru dan Panwas Kabupaten Kampar. 

Bawaslu Riau mengajarkan bagaimana cara mengisi formulir yang mereka namai, "Alat Kerja Pengawasan", konon formulir ini akan menjadi senjata utama bagi para Pengawas Pilkada, kalau mereka sudah bekerja mengawasi pelaksanaan tahapan Pilkada di daerahnya masing-masing.

Pimpinan Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan hadir memberikan arahan teknis pengisian formulir, dan sesekali memberikan masukan, juga mencontohkan beberapa kasus yang seringkali terjadi pada saat proses tahapan pencalonan bakal calon kepala daerah.

"Alat kerja ini, adalah semacam dokumentasi kita, untuk mengawasi proses tahapan, jadi tidak hanya omong-omong saja ketika nanti hadir dirapat pleno, tapi hadir dengan membawa data agar bisa dipertanggungjawabkan," ujarnya, dihadapan para Panwas yang termanggu mendengar arahan "Bos nya".

Rusidi pada kesempatan kegiatan rapat koordinasi ini, lebih menekankan pentingnya mengisi formulir hasil pengawasan, sehingga setiap Pengawas yang turun ke lapangan sudah siap menuliskan setiap kejadian pada proses tahapan Pilkada, apapun kondisinya, setiap Pengawas perlu menuangkan hasil pengawasan ke dalam formulir alat kerja pengawasan.

Rakor berjalan mulus, meski ada sedikit tanda tanya yang belum bisa diungkapkan ke permukaan forum, baik Panwas Kota Pekanbaru, dalam pertemuan rakor ini dihadiri dua anggota, Agung Nugroho dan Yasrif, serta dua orang staf, maupun dari Panwas Kabupaten Kampar yang juga dihadiri dua anggota atau ketua, Martunus, dan Aprijon, serta beberapa staf.

Diskusi teknispun berakhir sekitar pukul 15.00 WIB, dan alat kerja pengawasan siap beraksi untuk di isi oleh jajaran Panwas di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar. Kita tunggu, apa yang bisa dihasilkan para Pengawas Pilkada ini, doakan mereka sukses mengawasi, sehingga mendapatkan pemimpin yang benar-benar mau memimpin, dan bisa memimpin dirinya, dan orang lain.

Bawaslu Riau ajarkan Cara Isi Formulir Pengawasan ke Panwas

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Riau, sedang sibuk mengajarkan bagaimana cara mengisi formulir alat kerja pengawasan kepada dua Panwas Pilkada, Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar, Selasa, 31 Agustus 2016, di ruang multifungsi sekretariat Bawaslu Provinsi Riau.
RiauJOS.com, Pekanbaru - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Riau, yang biasa dikenal dengan celotehan "Badan suka was-was melulu", kini sudah tidak bisa diragukan lagi eksistensinya. Beragam cara mereka lakukan, untuk menjadi yang terdepan dalam membangun demokrasi di Indonesia, bahkan dunia.

Lepas dari basa-basi paragraf pembuka diatas, Selasa pagi hingga sore menjelang, 31 Agustus 2016, Bawaslu Riau sedang sibuk memberikan arahan teknis kepada dua Panitia Pengawas, yaitu Panwas Kota Pekanbaru dan Panwas Kabupaten Kampar. 

Bawaslu Riau mengajarkan bagaimana cara mengisi formulir yang mereka namai, "Alat Kerja Pengawasan", konon formulir ini akan menjadi senjata utama bagi para Pengawas Pilkada, kalau mereka sudah bekerja mengawasi pelaksanaan tahapan Pilkada di daerahnya masing-masing.

Pimpinan Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan hadir memberikan arahan teknis pengisian formulir, dan sesekali memberikan masukan, juga mencontohkan beberapa kasus yang seringkali terjadi pada saat proses tahapan pencalonan bakal calon kepala daerah.

"Alat kerja ini, adalah semacam dokumentasi kita, untuk mengawasi proses tahapan, jadi tidak hanya omong-omong saja ketika nanti hadir dirapat pleno, tapi hadir dengan membawa data agar bisa dipertanggungjawabkan," ujarnya, dihadapan para Panwas yang termanggu mendengar arahan "Bos nya".

Rusidi pada kesempatan kegiatan rapat koordinasi ini, lebih menekankan pentingnya mengisi formulir hasil pengawasan, sehingga setiap Pengawas yang turun ke lapangan sudah siap menuliskan setiap kejadian pada proses tahapan Pilkada, apapun kondisinya, setiap Pengawas perlu menuangkan hasil pengawasan ke dalam formulir alat kerja pengawasan.

Rakor berjalan mulus, meski ada sedikit tanda tanya yang belum bisa diungkapkan ke permukaan forum, baik Panwas Kota Pekanbaru, dalam pertemuan rakor ini dihadiri dua anggota, Agung Nugroho dan Yasrif, serta dua orang staf, maupun dari Panwas Kabupaten Kampar yang juga dihadiri dua anggota atau ketua, Martunus, dan Aprijon, serta beberapa staf.

Diskusi teknispun berakhir sekitar pukul 15.00 WIB, dan alat kerja pengawasan siap beraksi untuk di isi oleh jajaran Panwas di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar. Kita tunggu, apa yang bisa dihasilkan para Pengawas Pilkada ini, doakan mereka sukses mengawasi, sehingga mendapatkan pemimpin yang benar-benar mau memimpin, dan bisa memimpin dirinya, dan orang lain.