Social Items

Gloria Natapraja Hamel
Anggota pengibar bendera pusaka (Paskibraka), Gloria Natapraja Hamel, beberapa waktu yang lalu saat berlatih dengan anggota Paskibraka lainnya. Sore nanti, Rabu, 17 Agustus 2016 menyatakan siap bertugas untuk menurunkan bendera pusaka

RiauJOS.com, Jakarta - Masyarakat dibuat kaget oleh pemberitaan seorang Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang diberhentikan karena status kewarganegaraannya. Meskipun selangkah lagi Ia menjadi bagian dari pengibar bendera di Istana Negara 17 Agustus 2016.

Gloria Natapraja Hamel, anggota Paskibraka asal Jawa Barat, harus mengurungkan niat meskipun telah berlatih lima bulan sebelumnya.

Gloria langsung menulis surat pernyataan sebagai warga negara Indonesia. Gloria tidak dapat bertugas dalam upacara kemerdekaan 17 Agustus 2016 di Istana Negara karena bermasalah dengan kewarganegaraan, dan memegang paspor negara Perancis.

Dalam surat tertanggal 13 Agustus 2016 tersebut, Gloria menuliskan empat poin pernyataannya.

Pertama, ia menjelaskan bahwa dia adalah anak dari ibunya, Ira Natapraja (warga negara Indonesia) dengan ayahnya yang bernama Didier Hamel (warga negara Prancis). Ia menyatakan pula, sejak lahir hingga kini, ia mengikuti pendidikan dari TK, SMP, dan SMA di Indonesia.  
Kedua, Gloria menegaskan tidak pernah memilih kewarganegaraan Prancis. "Karena darah dan napas saya untuk Indonesia tercinta," tulisnya di surat.  
Ketiga, berdasarkan Pasal 4-d Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2016 tentang Kewarganegaraan, dia adalah warga Indonesia. "Merujuk Pasal 21 Undang-Undang 2006 maka saya adalah warga Indonesia," tungkasnya.  
Keempat, Pasal 21 Tahun 2006 Undang-undang tentang Kewarganegaraan menjelaskan, anak yang belum berusia 18 tahun atau belum kawin, bila salah satu orang tuanya WNI serta berada dan tinggal di Indonesia, dengan sendirinya berkewarganegaraan Indonesia.

Gloria menyampaikan surat pernyataan kepada Presiden Joko Widodo atas kesetiaannya pada Indonesia. "Saya warga negara Indonesia dan memilih kewarganegaraan Indonesia serta akan tetap menjadi WNI," ujarnya.

Dalam surat tersebut, Gloria menegaskan, bahwa Indonesia adalah tanah tumpah darahnya.

Sore nanti, Gloria siap bertugas


Diwartakan, KOMPAS.com, beberapa jam yang lalu, Gloria Natapradja Hamel akhirnya diperbolehkan bergabung dan bertugas bersama Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).

Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menyampaikan untuk kali pertama kabar itu kepada Gloria.

"Iya, Pak JK yang awalnya mengizinkan saya untuk ikut Paskibraka lagi," ujar Gloria di Wisma Negara, Jakarta, Rabu, 17 Agustus 2016.

Presiden Joko Widodo merupakan orang kedua yang menyampaikan hal itu kepada Gloria. Kabar disampaikan saat Gloria dipanggil ke Istana Merdeka.

"Kata Pak Presiden, semangat untuk hari ini," ujar Gloria.

Gloria pun akan bergabung ke Tim Bima, nama tim Paskibraka yang bertugas menurunkan bendera.

Pelajar keturunan Perancis dan Sunda itu merasa sangat berterima kasih kepada Presiden dan Wakil Presiden atas kesempatan tersebut.

Ia berkomitmen untuk tampil sebaik mungkin pada saat upacara penurunan bendera, Rabu sore nanti.

"Saya siap untuk sore nanti," ujar dia.

Sebelumnya, Gloria digugurkan karena memegang paspor Perancis. Ayah Gloria merupakan warga negara Perancis. Oleh sebab itu, Gloria dianggap bukan warga negara Indonesia.

Gloria digugurkan pada Senin, 15 Agustus 2016, kemarin saat 67 calon Paskibraka lainnya dikukuhkan Presiden Joko Widodo di Istana Presiden.

Padahal, Gloria telah lolos seleksi di tingkat sekolah, kota, provinsi, dan nasional.

Setelah dipastikan dapat bertugas, Gloria pun mendapat sambutan meriah dari rekan-rekannya sesama anggota Paskibraka. 

Lihat video mengharukan di bawah ini:




Sumber: 
Laporan kontributor Riaujos.com, GaPs
Kompas.com

Editor: Hendro JOS

Anggota Paskibraka Gloria Natapraja: Darah dan Napas saya untuk Indonesia

Gloria Natapraja Hamel
Anggota pengibar bendera pusaka (Paskibraka), Gloria Natapraja Hamel, beberapa waktu yang lalu saat berlatih dengan anggota Paskibraka lainnya. Sore nanti, Rabu, 17 Agustus 2016 menyatakan siap bertugas untuk menurunkan bendera pusaka

RiauJOS.com, Jakarta - Masyarakat dibuat kaget oleh pemberitaan seorang Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang diberhentikan karena status kewarganegaraannya. Meskipun selangkah lagi Ia menjadi bagian dari pengibar bendera di Istana Negara 17 Agustus 2016.

Gloria Natapraja Hamel, anggota Paskibraka asal Jawa Barat, harus mengurungkan niat meskipun telah berlatih lima bulan sebelumnya.

Gloria langsung menulis surat pernyataan sebagai warga negara Indonesia. Gloria tidak dapat bertugas dalam upacara kemerdekaan 17 Agustus 2016 di Istana Negara karena bermasalah dengan kewarganegaraan, dan memegang paspor negara Perancis.

Dalam surat tertanggal 13 Agustus 2016 tersebut, Gloria menuliskan empat poin pernyataannya.

Pertama, ia menjelaskan bahwa dia adalah anak dari ibunya, Ira Natapraja (warga negara Indonesia) dengan ayahnya yang bernama Didier Hamel (warga negara Prancis). Ia menyatakan pula, sejak lahir hingga kini, ia mengikuti pendidikan dari TK, SMP, dan SMA di Indonesia.  
Kedua, Gloria menegaskan tidak pernah memilih kewarganegaraan Prancis. "Karena darah dan napas saya untuk Indonesia tercinta," tulisnya di surat.  
Ketiga, berdasarkan Pasal 4-d Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2016 tentang Kewarganegaraan, dia adalah warga Indonesia. "Merujuk Pasal 21 Undang-Undang 2006 maka saya adalah warga Indonesia," tungkasnya.  
Keempat, Pasal 21 Tahun 2006 Undang-undang tentang Kewarganegaraan menjelaskan, anak yang belum berusia 18 tahun atau belum kawin, bila salah satu orang tuanya WNI serta berada dan tinggal di Indonesia, dengan sendirinya berkewarganegaraan Indonesia.

Gloria menyampaikan surat pernyataan kepada Presiden Joko Widodo atas kesetiaannya pada Indonesia. "Saya warga negara Indonesia dan memilih kewarganegaraan Indonesia serta akan tetap menjadi WNI," ujarnya.

Dalam surat tersebut, Gloria menegaskan, bahwa Indonesia adalah tanah tumpah darahnya.

Sore nanti, Gloria siap bertugas


Diwartakan, KOMPAS.com, beberapa jam yang lalu, Gloria Natapradja Hamel akhirnya diperbolehkan bergabung dan bertugas bersama Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).

Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menyampaikan untuk kali pertama kabar itu kepada Gloria.

"Iya, Pak JK yang awalnya mengizinkan saya untuk ikut Paskibraka lagi," ujar Gloria di Wisma Negara, Jakarta, Rabu, 17 Agustus 2016.

Presiden Joko Widodo merupakan orang kedua yang menyampaikan hal itu kepada Gloria. Kabar disampaikan saat Gloria dipanggil ke Istana Merdeka.

"Kata Pak Presiden, semangat untuk hari ini," ujar Gloria.

Gloria pun akan bergabung ke Tim Bima, nama tim Paskibraka yang bertugas menurunkan bendera.

Pelajar keturunan Perancis dan Sunda itu merasa sangat berterima kasih kepada Presiden dan Wakil Presiden atas kesempatan tersebut.

Ia berkomitmen untuk tampil sebaik mungkin pada saat upacara penurunan bendera, Rabu sore nanti.

"Saya siap untuk sore nanti," ujar dia.

Sebelumnya, Gloria digugurkan karena memegang paspor Perancis. Ayah Gloria merupakan warga negara Perancis. Oleh sebab itu, Gloria dianggap bukan warga negara Indonesia.

Gloria digugurkan pada Senin, 15 Agustus 2016, kemarin saat 67 calon Paskibraka lainnya dikukuhkan Presiden Joko Widodo di Istana Presiden.

Padahal, Gloria telah lolos seleksi di tingkat sekolah, kota, provinsi, dan nasional.

Setelah dipastikan dapat bertugas, Gloria pun mendapat sambutan meriah dari rekan-rekannya sesama anggota Paskibraka. 

Lihat video mengharukan di bawah ini:




Sumber: 
Laporan kontributor Riaujos.com, GaPs
Kompas.com

Editor: Hendro JOS