Setelah melaporkan Gurunya ke Polisi, terciptalah Duta Cubit
Semarak Duta Indonesia
Riau JOS!* - Indonesia memang gudangnya orang kreatif, buktinya untuk urusan duta-menduta atau menobatkan seseorang menjadi duta, seolah tak kehabisan cara untuk menyuguhkan kekhasan pilihan orangnya. Ini sungguh menghebohkan siapa saja, pasalnya orang yang dijadikan duta adalah orang yang bersimbah masalah, dan untuk mengatasi masalahnya, mereka dituntut untuk belajar lagi dengan persoalan yang menggelayutinya.

Pertama, Duta Anti Narkoba

Bagi beberapa orang, figur Sonya Depari mungkin tak lagi asing. Bagaimana tidak, pelajar asal Medan, Sumatera Utara itu sempat hebohkan jagat dunia maya karena memarahi seorang Polisi Wanita (Polwan) ketika ditilang awal April lalu. Bahkan, gadis bernama lengkap Sonya Ekarina Sembiring tersebut membawa serta nama Deputi Penindakan BNN Irjen Pol Arman Depari sebagai tameng.

Belakangan, sosok gadis berusia 18 tahun itu kembali muncul pada sebuah foto yang beredar luas di dunia maya, di mana dalam potret tersebut terlihat dirinya berpose bersama Ipda Perida, polwan yang tempo hari sempat dibanjiri kata-kata makian, dengan lengan saling merangkul.

Di samping itu, sebagaimana diwartakan Liputan6.com, Sonya didaulat sebagai Duta Anti Narkoba oleh gereja reformis di Medan. Pada Sabtu, 7 Mei silam, Sonya datang untuk memenuhi undangan dari panitia gereja dan Badan Narkotika Nasional (BNN) di Lapangan Banteng, Medan.

Lebih lanjut melaporkan, penetapan perempuan berambut panjang tersebut sebagai Duta Anti Narkoba merupakan upaya pengembalian kepercayaan diri Sonya Depari dan ia dianggap mampu mewakili para pemuda gereja di Medan.

Kedua, Duta Pancasila

Pedangdut Zaskia Gotik baru saja diangkat oleh Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa sebagai Duta Pancasila. Terkait predikat barunya tersebut, Zaskia mengungkapkan kebanggaannya. Meski bangga, namun dirinya sempat tidak menyangka. Pasalnya, diakui Zaskia, Duta Pancasila yang sebenarnya adalah para pejuang kemerdekaan.

Ketiga, Segera dinobatkan "Duta Cubit" atau Duta Pelajar

Wajah Arif (nama samaran) mendadak terkenal di media sosial. Salah satunya di Instagram. Itu gara-gara kasus pencubitan yang dilaporkan keluarganya ke polisi.

Keluarga Arif melaporkan gurunya, Muhammad Samhudi yang sering mencubitnya karena nakal. Akibatnya, sang guru kini sedang menjalani sidang di pengadilan. Pekan ini baru sampai pada tahapan tuntutan yang gagal digelar karena jaksa tak siap.

Netizens dibuat gerah karena kasus ini setelah melihat foto kehidupan sehari-hari Arif yang menggambarkan dia sedang merokok. Mereka menganggap Arif layak dicubit karena nakal

Alhasil, dukungan dan pembelaan pun dialamatkan pada gurunya, Samhudi. Bukan Arif yang menjadi korban cubit. Justru, Arif di-bully di Instagram. Netizens menjulukinya Duta Cubit. Hastag duta cubit ini kini mulai ramai di Instagram.

“Cocok jadi duta cubit. Cuma dicubit aja lapor polisi, mental apa ini,” tulis netizen di beberapa postingan gambar Duta Cubit yang beredar di Instagram.

Banyak juga yang mempertanyakan proses penegakan hukum di Indonesia. Meski kepolisian dan kejaksaan sudah berulang kali mendorong agar kasus itu diselesaikan secara kekeluargaan.

“Mau jadi apa negeri ini. Hukumnya begini. Suruh orang tuanya jangan sekolahin anaknya lagi aja biar enggak dicubitin di sekolah,” tulis lainnya.

Netizens juga menautkan gambar sang murid itu ke akun Instagram Presiden Joko Widodo, Mendikbud Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Mereka berharap ada solusi untuk guru yang diadili.


Diracik dari beberapa sumber: liputan6.com, bintang.com dan jppn.com

Semarak Duta Indonesia

Setelah melaporkan Gurunya ke Polisi, terciptalah Duta Cubit
Semarak Duta Indonesia
Riau JOS!* - Indonesia memang gudangnya orang kreatif, buktinya untuk urusan duta-menduta atau menobatkan seseorang menjadi duta, seolah tak kehabisan cara untuk menyuguhkan kekhasan pilihan orangnya. Ini sungguh menghebohkan siapa saja, pasalnya orang yang dijadikan duta adalah orang yang bersimbah masalah, dan untuk mengatasi masalahnya, mereka dituntut untuk belajar lagi dengan persoalan yang menggelayutinya.

Pertama, Duta Anti Narkoba

Bagi beberapa orang, figur Sonya Depari mungkin tak lagi asing. Bagaimana tidak, pelajar asal Medan, Sumatera Utara itu sempat hebohkan jagat dunia maya karena memarahi seorang Polisi Wanita (Polwan) ketika ditilang awal April lalu. Bahkan, gadis bernama lengkap Sonya Ekarina Sembiring tersebut membawa serta nama Deputi Penindakan BNN Irjen Pol Arman Depari sebagai tameng.

Belakangan, sosok gadis berusia 18 tahun itu kembali muncul pada sebuah foto yang beredar luas di dunia maya, di mana dalam potret tersebut terlihat dirinya berpose bersama Ipda Perida, polwan yang tempo hari sempat dibanjiri kata-kata makian, dengan lengan saling merangkul.

Di samping itu, sebagaimana diwartakan Liputan6.com, Sonya didaulat sebagai Duta Anti Narkoba oleh gereja reformis di Medan. Pada Sabtu, 7 Mei silam, Sonya datang untuk memenuhi undangan dari panitia gereja dan Badan Narkotika Nasional (BNN) di Lapangan Banteng, Medan.

Lebih lanjut melaporkan, penetapan perempuan berambut panjang tersebut sebagai Duta Anti Narkoba merupakan upaya pengembalian kepercayaan diri Sonya Depari dan ia dianggap mampu mewakili para pemuda gereja di Medan.

Kedua, Duta Pancasila

Pedangdut Zaskia Gotik baru saja diangkat oleh Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa sebagai Duta Pancasila. Terkait predikat barunya tersebut, Zaskia mengungkapkan kebanggaannya. Meski bangga, namun dirinya sempat tidak menyangka. Pasalnya, diakui Zaskia, Duta Pancasila yang sebenarnya adalah para pejuang kemerdekaan.

Ketiga, Segera dinobatkan "Duta Cubit" atau Duta Pelajar

Wajah Arif (nama samaran) mendadak terkenal di media sosial. Salah satunya di Instagram. Itu gara-gara kasus pencubitan yang dilaporkan keluarganya ke polisi.

Keluarga Arif melaporkan gurunya, Muhammad Samhudi yang sering mencubitnya karena nakal. Akibatnya, sang guru kini sedang menjalani sidang di pengadilan. Pekan ini baru sampai pada tahapan tuntutan yang gagal digelar karena jaksa tak siap.

Netizens dibuat gerah karena kasus ini setelah melihat foto kehidupan sehari-hari Arif yang menggambarkan dia sedang merokok. Mereka menganggap Arif layak dicubit karena nakal

Alhasil, dukungan dan pembelaan pun dialamatkan pada gurunya, Samhudi. Bukan Arif yang menjadi korban cubit. Justru, Arif di-bully di Instagram. Netizens menjulukinya Duta Cubit. Hastag duta cubit ini kini mulai ramai di Instagram.

“Cocok jadi duta cubit. Cuma dicubit aja lapor polisi, mental apa ini,” tulis netizen di beberapa postingan gambar Duta Cubit yang beredar di Instagram.

Banyak juga yang mempertanyakan proses penegakan hukum di Indonesia. Meski kepolisian dan kejaksaan sudah berulang kali mendorong agar kasus itu diselesaikan secara kekeluargaan.

“Mau jadi apa negeri ini. Hukumnya begini. Suruh orang tuanya jangan sekolahin anaknya lagi aja biar enggak dicubitin di sekolah,” tulis lainnya.

Netizens juga menautkan gambar sang murid itu ke akun Instagram Presiden Joko Widodo, Mendikbud Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Mereka berharap ada solusi untuk guru yang diadili.


Diracik dari beberapa sumber: liputan6.com, bintang.com dan jppn.com