Social Items

Walikota Pekanbaru, Firdaus turut merayakan Rayo Onam di Kuburan
Walikota Pekanbaru, Firdaus turut merayakan Rayo Onam di Kuburan/Foto: riauterkini.com
Riau JOS!* - Kampar, Rayo Onam merupakan tradisi unik warga Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Tradisi ini dilaksanakan enam hari pasca hari raya idul fitri. Rayo Onam merupakan tradisi turun temurun, yang tidak diketahui kapan asal muasalnya. Riau JOS!* belum menelusuri secara mendalam tradisi unik ini.

Agus Marsyudi, warga Kampar yang kurang tau asal muasal Rayo Onam
Agus Marsyudi, warga Kampar yang kurang tau asal muasal Rayo Onam
Agus Marsyudi (29) salah seorang pemuda asal Bangkinang, Kampar mengatakan, "Perayaan Rayo Onam, sudah ada sejak dulu, tapi saya kurang tau kapan asal muasalnya, para orangtua dulu sudah merayakan Rayo Onam, saya mengikuti saja," ujarnya, Rabu petang, 13 Juli 2016 setelah dia mengikuti tradisi Rayo Onam di Kampar.

Agus warga Kampar saat ini bekerja di Kota Pekanbaru, turut menghidupkan tradisi Rayo Onam, dia sepanjang pagi hingga petang ini mengikuti perayaan Rayo Onam di Bangkinang.

"Biasanya kalau Rayo Onam, kami ziarah kubur, setelah itu ada acara sambutan-sambutan dari tokoh masyarakat, dilanjutkan dengan makan-makan," terang Agus.

Sekembalinya mengikuti perayaan Rayo Onam, Agus mengisahkan, Tradisi Rayo Onam terbilang unik, karena tidak semua masyarakat di Provinsi Riau ada agenda perayaan Rayo Onam, dan kata dia Rayo Onam didukung penuh oleh pemerintah daerah, Walikota Pekanbaru pun berkesempatan mengikuti tradisi Rayo Onam ini.

Dan berikut foto-foto dari Facebookers yang kebetulan juga turut meramaikan perayaan Rayo Onam.



Tonton juga videonya, biar tambah jelas dan nyata terasa kemeriahan perayaan Rayo Onam


Ini, ada kesaksian Walikota Pekanbaru, Firdaus yang update status Facebook pasca berkegiatan Rayo Onam.

Rayo Onam, Tradisi Unik Masyarakat Kampar

Walikota Pekanbaru, Firdaus turut merayakan Rayo Onam di Kuburan
Walikota Pekanbaru, Firdaus turut merayakan Rayo Onam di Kuburan/Foto: riauterkini.com
Riau JOS!* - Kampar, Rayo Onam merupakan tradisi unik warga Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Tradisi ini dilaksanakan enam hari pasca hari raya idul fitri. Rayo Onam merupakan tradisi turun temurun, yang tidak diketahui kapan asal muasalnya. Riau JOS!* belum menelusuri secara mendalam tradisi unik ini.

Agus Marsyudi, warga Kampar yang kurang tau asal muasal Rayo Onam
Agus Marsyudi, warga Kampar yang kurang tau asal muasal Rayo Onam
Agus Marsyudi (29) salah seorang pemuda asal Bangkinang, Kampar mengatakan, "Perayaan Rayo Onam, sudah ada sejak dulu, tapi saya kurang tau kapan asal muasalnya, para orangtua dulu sudah merayakan Rayo Onam, saya mengikuti saja," ujarnya, Rabu petang, 13 Juli 2016 setelah dia mengikuti tradisi Rayo Onam di Kampar.

Agus warga Kampar saat ini bekerja di Kota Pekanbaru, turut menghidupkan tradisi Rayo Onam, dia sepanjang pagi hingga petang ini mengikuti perayaan Rayo Onam di Bangkinang.

"Biasanya kalau Rayo Onam, kami ziarah kubur, setelah itu ada acara sambutan-sambutan dari tokoh masyarakat, dilanjutkan dengan makan-makan," terang Agus.

Sekembalinya mengikuti perayaan Rayo Onam, Agus mengisahkan, Tradisi Rayo Onam terbilang unik, karena tidak semua masyarakat di Provinsi Riau ada agenda perayaan Rayo Onam, dan kata dia Rayo Onam didukung penuh oleh pemerintah daerah, Walikota Pekanbaru pun berkesempatan mengikuti tradisi Rayo Onam ini.

Dan berikut foto-foto dari Facebookers yang kebetulan juga turut meramaikan perayaan Rayo Onam.



Tonton juga videonya, biar tambah jelas dan nyata terasa kemeriahan perayaan Rayo Onam


Ini, ada kesaksian Walikota Pekanbaru, Firdaus yang update status Facebook pasca berkegiatan Rayo Onam.