Social Items

Ratap Nurani Alam yang Terabaikan
Ilustrasi

Ratap Nurani Alam yang Terabaikan

Azi Satria
Angin ini tak lagi dingin, 
Udara tak lagi bersih, 
Rerumputan tak lagi hijau segar, 
Bunga tak lagi basah merekah, 
Tak kau lihatkah dunia ini telah asing? 
Tak kau sadarikah alam ini tak lagi sama? 
Tanah yang marah, Langit yang menangis, 
Bumi terbatuk debu polusi, 
Bumi tersedak sampah di kali, 
Lihatlah! Rasakanlah! 
Burung-burung camar tak lagi terbang, 
Ikan-ikan tak lagi berenang, 
Beruang kutub sekarat di padang gersang, 
Kering kerontang tanah antlantis, 
Meraung dengan sekujur luka di tubuh, 
Tergeletak sekarat dihantam debu teknologi,


Ciamis, 28 April 2016

Write for Nature

Puisi: Ratap Nurani Alam yang Terabaikan - Azi Satria

Ratap Nurani Alam yang Terabaikan
Ilustrasi

Ratap Nurani Alam yang Terabaikan

Azi Satria
Angin ini tak lagi dingin, 
Udara tak lagi bersih, 
Rerumputan tak lagi hijau segar, 
Bunga tak lagi basah merekah, 
Tak kau lihatkah dunia ini telah asing? 
Tak kau sadarikah alam ini tak lagi sama? 
Tanah yang marah, Langit yang menangis, 
Bumi terbatuk debu polusi, 
Bumi tersedak sampah di kali, 
Lihatlah! Rasakanlah! 
Burung-burung camar tak lagi terbang, 
Ikan-ikan tak lagi berenang, 
Beruang kutub sekarat di padang gersang, 
Kering kerontang tanah antlantis, 
Meraung dengan sekujur luka di tubuh, 
Tergeletak sekarat dihantam debu teknologi,


Ciamis, 28 April 2016

Write for Nature