Saut bersama rekan dari gerakan #SaveSaut di pengadilan negeri Jakarta Timur, Kamis, 14 Juli 2016.
Satu Situmorang dkk.

RiauJOS!* DKI Jakarta - Sastrawan Saut Situmorang dinyatakan meresahkan masyarakat oleh jaksa Pengadilan Negeri Jakarta Timur terkait persoalan pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh penulis Fatin Hamama.

Seperti dilansir Sindonews.com, 11 Januari 2016 lalu, Saut dilaporkan Fatin Hamama lantaran dinilai melanggar UU ITE tentang pencemaran nama baik.

Saut menuliskan, "Menurut jaksa Pengadilan Negeri Jakarta Timur, perbuatanku MEMAKI Fatin Hamama --si Makelar Sastra perusak Sejarah Sastra Indonesia demi menjadikan Denny JA sebagai Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh itu-- di Facebook adalah perbuatan yang 'meresahkan masyarakat'! Tentu saja! Meresahkan masyarakat bajingan yang anggotanya macam Fatin Hamama dan Denny JA itu!!!" dalam halaman Facebook miliknya beberapa jam lalu.

Kasus yang berlangsung sejak 2015 ini bermula dari penolakan oleh Saut Situmorang dan sastrawan yang tergabung dalam Aliansi Anti Pembodohan atas penerbitan buku 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh karya Jamal D. Rahman dkk. Mereka mengkritik tolak ukur tidak jelas dalam menentukan pengaruh tokoh sastra yang muncul akibat penerbitan buku tersebut.

Awal tahun ini, 45 pegiat sastra menggelar aksi solidaritas terhadap Saut Situmorang. "Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap sahabat kami (Saut), karena ini sebenarnya persoalan pendapat di dalam dunia sastra, malah sampai ke ranah hukum," ujar koordinator aksi, Heri CS, Minggu, 11 Januari 2016.


Penulis       : Aldo Muhes
Kopieditor : Hendro JOS!*

Pengadilan Negeri Jakarta Timur Nyatakan Saut Situmorang Resahkan Masyarakat

Saut bersama rekan dari gerakan #SaveSaut di pengadilan negeri Jakarta Timur, Kamis, 14 Juli 2016.
Satu Situmorang dkk.

RiauJOS!* DKI Jakarta - Sastrawan Saut Situmorang dinyatakan meresahkan masyarakat oleh jaksa Pengadilan Negeri Jakarta Timur terkait persoalan pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh penulis Fatin Hamama.

Seperti dilansir Sindonews.com, 11 Januari 2016 lalu, Saut dilaporkan Fatin Hamama lantaran dinilai melanggar UU ITE tentang pencemaran nama baik.

Saut menuliskan, "Menurut jaksa Pengadilan Negeri Jakarta Timur, perbuatanku MEMAKI Fatin Hamama --si Makelar Sastra perusak Sejarah Sastra Indonesia demi menjadikan Denny JA sebagai Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh itu-- di Facebook adalah perbuatan yang 'meresahkan masyarakat'! Tentu saja! Meresahkan masyarakat bajingan yang anggotanya macam Fatin Hamama dan Denny JA itu!!!" dalam halaman Facebook miliknya beberapa jam lalu.

Kasus yang berlangsung sejak 2015 ini bermula dari penolakan oleh Saut Situmorang dan sastrawan yang tergabung dalam Aliansi Anti Pembodohan atas penerbitan buku 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh karya Jamal D. Rahman dkk. Mereka mengkritik tolak ukur tidak jelas dalam menentukan pengaruh tokoh sastra yang muncul akibat penerbitan buku tersebut.

Awal tahun ini, 45 pegiat sastra menggelar aksi solidaritas terhadap Saut Situmorang. "Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap sahabat kami (Saut), karena ini sebenarnya persoalan pendapat di dalam dunia sastra, malah sampai ke ranah hukum," ujar koordinator aksi, Heri CS, Minggu, 11 Januari 2016.


Penulis       : Aldo Muhes
Kopieditor : Hendro JOS!*