Korupsi Pengawas Pemilu
Anggota Bawaslu RI, Nelson Simanjuntak
Riau JOS!*, Jakarta - Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia, Nelson Simanjutak "mengelus dada" mendapatkan kenyataan, tiga anak buahnya ditahan Pengadilan Tipikor Jawa timur atas tindak pidana korupsi.

"Penahanan terhadap ketiga komisioner Bawaslu Provinsi Jatim sangat tidak beralasan, kami yakin. Tidak mungkin para komisioner tersebut akan menghilangkan barang bukti dan melarikan diri, kan seluruh alat bukti sudah ada di penyidik dan masing masing pihak dari keluarga dan bawaslu pusat juga sudah menjamin mereka tidak akan melarikan diri," kata Nelson, , Selasa, 26 Juli 2016, di Media Center Bawaslu RI.

Tipikor Jatim sebelumnya juga menahan tiga Panwaslu Jatim, masing-masing ketua panwas Sufyanto, dan dua orang anggota Andreas Pardede serta Sri Sugeng Pudjiatmiko.

Ketiganya didakwa korupsi dana hibah untuk pengawasan pelaksanaan Pemilihan Gubernur Jawa Timur pada 2013, diperkirakan merugikan negara sebesar Rp5,6 miliar.

Nelson berharap penegak hukum dalam memeriksa perkara tersebut akan menjunjung tinggi hukum sesuai dengan aturan yang berlaku dan profesional.

"Kami berharap agar hukum berjalan dengan baik, para penegak hukum bisa menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan penyidik bisa memeriksa perkara ini dengan cara yang lebih profesional," katanya lagi.

Kata Nelson lagi dan lagi, sampai saat ini, Bawaslu belum memutuskan berikan pendampingan bantuan hukum,  namun  secepatnya akan memberikan bantuan hukum.

"Sampai saat ini kami belum memberikan pendampingan hukum, secepatnya kami akan putuskan untuk memberikan pendampingan hukum atau tidak," ujarnya.

Sementara, terkait pelaksanaan pengawasan Pilkada yang akan digelar di kota Batu Jawa Timur, Nelson menyatakan, penahanan ketiga anak buahnya tidak akan menghambat proses pilkada. Bawaslu akan sangat terbantu jika anak buaknya di bebaskan.

"Pilkada kota Batu tidak akan terganggu. Akan tetapi jika mereka dibebaskan. Ini sangat membantu Bawaslu dalam menjalankan tugasnya, karena sampai saat ini kami belum memutuskan akan mengganti mereka. Kita masih tetap berharap mereka tidak di tahan dan segera di bebaskan," pungkas Nelson.


Sumber      : jurnas.com
Kopiedit    : Tim Redaksi Riau JOS!*

Nelson: Penahanan Tiga Anggota Bawaslu Jatim Tidak Beralasan

Korupsi Pengawas Pemilu
Anggota Bawaslu RI, Nelson Simanjuntak
Riau JOS!*, Jakarta - Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia, Nelson Simanjutak "mengelus dada" mendapatkan kenyataan, tiga anak buahnya ditahan Pengadilan Tipikor Jawa timur atas tindak pidana korupsi.

"Penahanan terhadap ketiga komisioner Bawaslu Provinsi Jatim sangat tidak beralasan, kami yakin. Tidak mungkin para komisioner tersebut akan menghilangkan barang bukti dan melarikan diri, kan seluruh alat bukti sudah ada di penyidik dan masing masing pihak dari keluarga dan bawaslu pusat juga sudah menjamin mereka tidak akan melarikan diri," kata Nelson, , Selasa, 26 Juli 2016, di Media Center Bawaslu RI.

Tipikor Jatim sebelumnya juga menahan tiga Panwaslu Jatim, masing-masing ketua panwas Sufyanto, dan dua orang anggota Andreas Pardede serta Sri Sugeng Pudjiatmiko.

Ketiganya didakwa korupsi dana hibah untuk pengawasan pelaksanaan Pemilihan Gubernur Jawa Timur pada 2013, diperkirakan merugikan negara sebesar Rp5,6 miliar.

Nelson berharap penegak hukum dalam memeriksa perkara tersebut akan menjunjung tinggi hukum sesuai dengan aturan yang berlaku dan profesional.

"Kami berharap agar hukum berjalan dengan baik, para penegak hukum bisa menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan penyidik bisa memeriksa perkara ini dengan cara yang lebih profesional," katanya lagi.

Kata Nelson lagi dan lagi, sampai saat ini, Bawaslu belum memutuskan berikan pendampingan bantuan hukum,  namun  secepatnya akan memberikan bantuan hukum.

"Sampai saat ini kami belum memberikan pendampingan hukum, secepatnya kami akan putuskan untuk memberikan pendampingan hukum atau tidak," ujarnya.

Sementara, terkait pelaksanaan pengawasan Pilkada yang akan digelar di kota Batu Jawa Timur, Nelson menyatakan, penahanan ketiga anak buahnya tidak akan menghambat proses pilkada. Bawaslu akan sangat terbantu jika anak buaknya di bebaskan.

"Pilkada kota Batu tidak akan terganggu. Akan tetapi jika mereka dibebaskan. Ini sangat membantu Bawaslu dalam menjalankan tugasnya, karena sampai saat ini kami belum memutuskan akan mengganti mereka. Kita masih tetap berharap mereka tidak di tahan dan segera di bebaskan," pungkas Nelson.


Sumber      : jurnas.com
Kopiedit    : Tim Redaksi Riau JOS!*