Kampanye ISIS Ramadan Bulannya Membunuh
Kota Palmyra di Suriah saat Dikuasai ISIS
Riau JOS!* - Berbagai serangan bom dan pembunuhan massal yang terjadi di beberapa negara bisa disebut sebagai keberhasilan kebrutalan ISIS dalam mempengaruhi bohongi para pendukung gila simpatisannya di seluruh dunia.

Dilansir kriminalitas.com, ISIS sempat menyuarakan kampanye yang mengusung slogan “Bulan Ramadan adalah bulan untuk membunuh” dan “Bulan Ramadan adalah bulannya malapetaka bagi para kaum kafir”.

Slogan-slogan tersebut diucapkan oleh juru bicara ISIS Abu Muhammad al-Adnani dalam sebuah video yang dirilis bulan Mei silam.

Sebagian pihak menganggap, bahwa ucapan tersebut menjadi dasar dari serangan yang dilakukan oleh beberapa kelompok simpatisan ISIS dan mereka yang mengaku berafiliasi dengan pasukan militan radikal tersebut.

Usai video tersebut beredar, berbagai serangan pun mulai terjadi. Sebuah desa yang berlokasi dekat dengan perbatasan Suriah dan dihuni oleh kaum Nasrani menjadi sasaran pelaku pembom bunuh diri. Lima orang menjadi korban jiwa dalam insiden tersebut.

Pada hari Senin, 27 Juni 2016, kota Mukalla yang berada di bagian tenggara Yemen terkena serangan bom bunuh diri dan membunuh 40 orang. Keesokan harinya, bom bunuh diri kembali melanda di negara Yordania. Bom tersebut mengincar para pasukan keamanan yang menjaga perbatasan negara Yordania dan Suriah. Tujuh orang tewas dalam serangan tersebut.

Di hari yang sama, Bandara Internasional Ataturk Istanbul di Turki diserang oleh bom bunuh diri yang hampir dipastikan dilakukan oleh ISIS.

Serangan ke kelab LGBT di Orlando, Florida, Amerika Serikat (AS) yang dilakukan oleh Omar Mateen juga disebut-sebut terinspirasi oleh kampanye yang disuarakan oleh ISIS. Setelah serangan tersebut, seorang anggota polisi Perancis dan rekannya dibunuh di depan rumahnya sendiri oleh seorang pria yang mengaku berafiliasi dengan ISIS.

Hingga saat ini masih belum jelas sampai kapan serangan yang berlatar belakang kampanye ISIS akan berakhir. Namun menurut beberapa penyelidik, serangan ISIS ini merupakan kompensasi atas hilangnya wilayah kekuasaan di Falluja, Irak, dan beberapa wilayah di Suriah.


Sumber: kriminalitas.com
Kopieditor: riaujos.com

ISIS Kampanye Ramadan Bulannya Membunuh

Kampanye ISIS Ramadan Bulannya Membunuh
Kota Palmyra di Suriah saat Dikuasai ISIS
Riau JOS!* - Berbagai serangan bom dan pembunuhan massal yang terjadi di beberapa negara bisa disebut sebagai keberhasilan kebrutalan ISIS dalam mempengaruhi bohongi para pendukung gila simpatisannya di seluruh dunia.

Dilansir kriminalitas.com, ISIS sempat menyuarakan kampanye yang mengusung slogan “Bulan Ramadan adalah bulan untuk membunuh” dan “Bulan Ramadan adalah bulannya malapetaka bagi para kaum kafir”.

Slogan-slogan tersebut diucapkan oleh juru bicara ISIS Abu Muhammad al-Adnani dalam sebuah video yang dirilis bulan Mei silam.

Sebagian pihak menganggap, bahwa ucapan tersebut menjadi dasar dari serangan yang dilakukan oleh beberapa kelompok simpatisan ISIS dan mereka yang mengaku berafiliasi dengan pasukan militan radikal tersebut.

Usai video tersebut beredar, berbagai serangan pun mulai terjadi. Sebuah desa yang berlokasi dekat dengan perbatasan Suriah dan dihuni oleh kaum Nasrani menjadi sasaran pelaku pembom bunuh diri. Lima orang menjadi korban jiwa dalam insiden tersebut.

Pada hari Senin, 27 Juni 2016, kota Mukalla yang berada di bagian tenggara Yemen terkena serangan bom bunuh diri dan membunuh 40 orang. Keesokan harinya, bom bunuh diri kembali melanda di negara Yordania. Bom tersebut mengincar para pasukan keamanan yang menjaga perbatasan negara Yordania dan Suriah. Tujuh orang tewas dalam serangan tersebut.

Di hari yang sama, Bandara Internasional Ataturk Istanbul di Turki diserang oleh bom bunuh diri yang hampir dipastikan dilakukan oleh ISIS.

Serangan ke kelab LGBT di Orlando, Florida, Amerika Serikat (AS) yang dilakukan oleh Omar Mateen juga disebut-sebut terinspirasi oleh kampanye yang disuarakan oleh ISIS. Setelah serangan tersebut, seorang anggota polisi Perancis dan rekannya dibunuh di depan rumahnya sendiri oleh seorang pria yang mengaku berafiliasi dengan ISIS.

Hingga saat ini masih belum jelas sampai kapan serangan yang berlatar belakang kampanye ISIS akan berakhir. Namun menurut beberapa penyelidik, serangan ISIS ini merupakan kompensasi atas hilangnya wilayah kekuasaan di Falluja, Irak, dan beberapa wilayah di Suriah.


Sumber: kriminalitas.com
Kopieditor: riaujos.com