Social Items

Yang sebelah kiri, dia yang laporkan guru setelah dicubit
Si Anak yang dicubit gurunya (Kaos Kuning)
Riau JOS!* - Memperhatikan foto di bawah ini, pantaskah menurut anda kalau anak yang berbaju kuning, dan orang disamping kanan dicubit? Nah, pertanyaan tidak relevan bukan? Tentu semua orang tua akan marah, mendapatkan anaknya berperilaku seperti orang dewasa, merokok di usia belia, dan rokok masih minta.

Pada era sebelum ilmu Psikologi yang katanya sudah berkembang, mendapati anak seperti diatas, Para guru akan memberikan hukuman setegas-tegasnya, salah satunya menyumpal mulutnya dengan sebungkus rokok, untuk dihabiskan dalam satu hisapan. Dan ini hampir merata berlaku disemua sekolah di seluruh Indonesia.

Tapi kini, menyentuh anak saja para Guru sudah ketakutan, apalagi setelah adanya Komnas Perlindungan Anak. Guru semakin kehilangan metoda untuk memberikan pelajaran yang menyengat, agar anak menjadi beradab, dan menghormati orang yang lebih tua.



Semoga, ini menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa guru "mencubit" anak didiknya dalam rangka mendidik, bukan karena kejam. Bahkan, pendidikan di zaman pra reformasi, melempar siswa dengan penghapus, penggaris dan alat tulis lainnya, adalah hal yang wajib dilakukan guru, agar siswa fokus terhadap pelajaran, bukan menuruti nafsunya sendiri.

Setelah era roformasi, banyak kalangan yang sepertinya melakukan pembiaran terhadap perilaku anak didik yang menyimpang, seolah anak harus dimanjakan, karena takut nantinya ada beban psikologis kepada anak. 

Ini Foto Anak yang Dicubit Gurunya

Yang sebelah kiri, dia yang laporkan guru setelah dicubit
Si Anak yang dicubit gurunya (Kaos Kuning)
Riau JOS!* - Memperhatikan foto di bawah ini, pantaskah menurut anda kalau anak yang berbaju kuning, dan orang disamping kanan dicubit? Nah, pertanyaan tidak relevan bukan? Tentu semua orang tua akan marah, mendapatkan anaknya berperilaku seperti orang dewasa, merokok di usia belia, dan rokok masih minta.

Pada era sebelum ilmu Psikologi yang katanya sudah berkembang, mendapati anak seperti diatas, Para guru akan memberikan hukuman setegas-tegasnya, salah satunya menyumpal mulutnya dengan sebungkus rokok, untuk dihabiskan dalam satu hisapan. Dan ini hampir merata berlaku disemua sekolah di seluruh Indonesia.

Tapi kini, menyentuh anak saja para Guru sudah ketakutan, apalagi setelah adanya Komnas Perlindungan Anak. Guru semakin kehilangan metoda untuk memberikan pelajaran yang menyengat, agar anak menjadi beradab, dan menghormati orang yang lebih tua.



Semoga, ini menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa guru "mencubit" anak didiknya dalam rangka mendidik, bukan karena kejam. Bahkan, pendidikan di zaman pra reformasi, melempar siswa dengan penghapus, penggaris dan alat tulis lainnya, adalah hal yang wajib dilakukan guru, agar siswa fokus terhadap pelajaran, bukan menuruti nafsunya sendiri.

Setelah era roformasi, banyak kalangan yang sepertinya melakukan pembiaran terhadap perilaku anak didik yang menyimpang, seolah anak harus dimanjakan, karena takut nantinya ada beban psikologis kepada anak.