Social Items

Hillary Clinton
Hillary Clinton
Riau JOS!*, Amerikat - Hillary Clinton resmi menjadi calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat setelah menerima nominasi pencapresannya pada malam penutupan konvensi nasional di Philadelphia pekan ini, dilansir cnnindonesia.com, kemarin, Jumat, 29 Juli 2016.

Dalam pidatonya, Clinton menilai AS membutuhkan kepemimpinan dengan semangat kolektif dan setia kepada kelas menengah, berbanding terbaik dengan rivalnya dari Republik, Donald Trump. 

Dalam pidato terbesarnya selama 25 tahun karirnya di depan publik, Clinton menerima nominasi capres dari Demokrat untuk bertarung memperebutkan kursi Gedung Putih pada 8 November mendatang. Jika terpilih, ia berjanji akan menjadikan AS negara yang terbuka bagi semua orang. 

"Dengan kerendahan hati, tekad dan keyakinan tak terbatas dalam janji Amerika bahwa saya menerima nominasi untuk Presiden Amerika Serikat," kata Clinton, disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin konvensi di Wells Fargo Center, Philadelphia, dikutip dari Reuters, Kamis, 28 Juli 2016.

Kemunculan Clinton di panggung konvensi diawali oleh putrinya, Chelsea Clinton, yang menyebutnya sebagai, "Presiden Amerika Serikat selanjutnya" disambut oleh sorak-sorai dari para hadirin.

"Ini semua untuk kalian semua yang sudah bekerja keras di sini dan malam ini, dan untuk Anda yang bergabung dengan kampanye kami minggu ini," kata Clinton. 

Clinton melanjutkan pidatonya dengan memaparkan pandangannya soal AS yang lebih tajam dan optimistis ketimbang visi yang dilontarkan Trump dalam pidato penerimaan nominasi capres dari Republik pekan lalu. 

"Jangan biarkan orang lain menyatakan kita tidak memiliki apa yang diperlukan. Dan utamanya, jangan percaya orang yang menyatakan, 'Hanya saya sendiri yang bisa menyelesaikannya'," kata Clinton, menyindir Trump yang selama ini mengklaim dia mampu 'Membuat Amerika Hebat lagi'. 

Clinton mengaku banyak warga AS yang belum mengenal pribadinya secara keseluruhan. Namun, Clinton berjanji akan selalu setia kepada kelas menengah AS. 

"Biar saya jelaskan, saya berasal dari keluarga yang namanya tak terpajang di gedung-gedung besar," kata Clinton, kembali menyinggung Trump. 

Clinton tak luput membahas sejumlah tantangan yang dihadapi AS, mulai dari meluasnya paham ekstemisme, ketidakjelasan ekonomi dan kondisi keamanan internasl AS. Namun, pendekatan yang dituturkan Clinton tak seperti Trump, yang memperkirakan AS akan jatuh ke keterpurukan dan kekacauan. 

"Siapa saja yang membaca berita dapat melihat ancaman dan gangguan yang kita hadapi. Dari Baghdad dan Kabul, hingga Nice, Paris dan Brussels, San Bernardino dan Orlando, kita berhadapan dengan musuh yang berkomitmen kuat dan harus kita kalahkan," ujar Clinton. 

"Tak heran masyarakat kini gelisah dan mencari jaminan, kepemimpinan yang mantap. Kami memiliki visi yang jelas soal apa yang perlu dilawan negara ini. Kami tidak takut," tutur Clinton, dikutip dari CNN.

Dengan resminya Clinton menjadi capres AS dari Demokrat, ia akan bertarung dengan Trump dalam perebutan kursi Gedung Putih pada 8 November mendatang. 

Sejumlah tokoh penting Demokrat lainnya, seperti Presiden Barack Obama dan istrinya, Michelle, Bernie Sanders, dan Wapres AS Joe Biden sebelumnya sudah menyatakan dukungan penuh terhadap Clinton di konvensi yang berlangsung selama empat hari sejak Senin lalu.


Hillary Clinton Resmi jadi Calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat

Hillary Clinton
Hillary Clinton
Riau JOS!*, Amerikat - Hillary Clinton resmi menjadi calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat setelah menerima nominasi pencapresannya pada malam penutupan konvensi nasional di Philadelphia pekan ini, dilansir cnnindonesia.com, kemarin, Jumat, 29 Juli 2016.

Dalam pidatonya, Clinton menilai AS membutuhkan kepemimpinan dengan semangat kolektif dan setia kepada kelas menengah, berbanding terbaik dengan rivalnya dari Republik, Donald Trump. 

Dalam pidato terbesarnya selama 25 tahun karirnya di depan publik, Clinton menerima nominasi capres dari Demokrat untuk bertarung memperebutkan kursi Gedung Putih pada 8 November mendatang. Jika terpilih, ia berjanji akan menjadikan AS negara yang terbuka bagi semua orang. 

"Dengan kerendahan hati, tekad dan keyakinan tak terbatas dalam janji Amerika bahwa saya menerima nominasi untuk Presiden Amerika Serikat," kata Clinton, disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin konvensi di Wells Fargo Center, Philadelphia, dikutip dari Reuters, Kamis, 28 Juli 2016.

Kemunculan Clinton di panggung konvensi diawali oleh putrinya, Chelsea Clinton, yang menyebutnya sebagai, "Presiden Amerika Serikat selanjutnya" disambut oleh sorak-sorai dari para hadirin.

"Ini semua untuk kalian semua yang sudah bekerja keras di sini dan malam ini, dan untuk Anda yang bergabung dengan kampanye kami minggu ini," kata Clinton. 

Clinton melanjutkan pidatonya dengan memaparkan pandangannya soal AS yang lebih tajam dan optimistis ketimbang visi yang dilontarkan Trump dalam pidato penerimaan nominasi capres dari Republik pekan lalu. 

"Jangan biarkan orang lain menyatakan kita tidak memiliki apa yang diperlukan. Dan utamanya, jangan percaya orang yang menyatakan, 'Hanya saya sendiri yang bisa menyelesaikannya'," kata Clinton, menyindir Trump yang selama ini mengklaim dia mampu 'Membuat Amerika Hebat lagi'. 

Clinton mengaku banyak warga AS yang belum mengenal pribadinya secara keseluruhan. Namun, Clinton berjanji akan selalu setia kepada kelas menengah AS. 

"Biar saya jelaskan, saya berasal dari keluarga yang namanya tak terpajang di gedung-gedung besar," kata Clinton, kembali menyinggung Trump. 

Clinton tak luput membahas sejumlah tantangan yang dihadapi AS, mulai dari meluasnya paham ekstemisme, ketidakjelasan ekonomi dan kondisi keamanan internasl AS. Namun, pendekatan yang dituturkan Clinton tak seperti Trump, yang memperkirakan AS akan jatuh ke keterpurukan dan kekacauan. 

"Siapa saja yang membaca berita dapat melihat ancaman dan gangguan yang kita hadapi. Dari Baghdad dan Kabul, hingga Nice, Paris dan Brussels, San Bernardino dan Orlando, kita berhadapan dengan musuh yang berkomitmen kuat dan harus kita kalahkan," ujar Clinton. 

"Tak heran masyarakat kini gelisah dan mencari jaminan, kepemimpinan yang mantap. Kami memiliki visi yang jelas soal apa yang perlu dilawan negara ini. Kami tidak takut," tutur Clinton, dikutip dari CNN.

Dengan resminya Clinton menjadi capres AS dari Demokrat, ia akan bertarung dengan Trump dalam perebutan kursi Gedung Putih pada 8 November mendatang. 

Sejumlah tokoh penting Demokrat lainnya, seperti Presiden Barack Obama dan istrinya, Michelle, Bernie Sanders, dan Wapres AS Joe Biden sebelumnya sudah menyatakan dukungan penuh terhadap Clinton di konvensi yang berlangsung selama empat hari sejak Senin lalu.