Social Items

Alasannya, tidak ada dana
Lampu Colok
Riau JOS!*, Pekanbaru - Pemerintah Kota Pekanbaru meniadakan Festival Lampu Colok untuk malam 27 Ramadhan 1437 Hijriah akibat keterbatasan dana pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Alasan klasik, setiap kali mengadakan kegiatan, terkendala anggaran. Semua bisa bilang, tidak ada anggaran, tapi sebelum bilang tidak ada anggaran, perlu upaya serius untuk menyelamatkan tradisi lampu colok yang dinatikan warga Pekanbaru dan sekitar.

"Biasanya tiap tahun Ramadan ada Festival Lampu Colok," kata Kepala Seksi Hiburan dan Rekreasi Dinas Pariwisata Kota Pekanbaru Sarkawi di Pekanbaru, dilansir halloriau.com

Sarkawi menjelaskan event lampu colok sedianya digelar pada malam 27 Ramadhan atau pada Jumat malam, 1 Juli 2016.

Even yang seharusnya dilaksanakan tiap tahun tersebut batal, karena Pemerintah Kota Pekanbaru tidak memiliki anggaran untuk kegiatan yang sudah menjadi tradisi masyarakat di bulan Ramadhan.

"Sangat disayangkan, tapi kondisi keuangan yang tidak memungkinkan mau gimana lagi," tegasnya.

Pihaknya mengaku sudah memberikan masukkan agar kegiatan tersebut dalam mata anggaran. Bahkan anggaran kegiatan Festival Lampu Colok ini sudah masuk dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Pariwisata Kota Pekanbaru.

"Di DPA sudah masuk, tapi uangnya tidak ada. Dananya itu tidak bisa minta, karena uang di kas daerah sudah dicoret," katanya lagi.

Festival Lampu Colok merupakan even yang dinanti-nantikan oleh masyarakat Pekanbaru. Tahun lalu diikuti ribuan lampu beragam pola. Seperti perahu lancang kuning, jembatan dan masjid. Namun sayang tahun ini festival yang melibatkan peserta dari seluruh kecamatan di Pekanbaru tidak bisa lagi dinikmati oleh masyarakat Pekanbaru.

Ribuan lampu yang terbuat dari botol bekas yang diberi sumbu dan minyak tanah juga membuat Lapangan Politeknik Caltex Riau (PCR) yang berada di Kecamatan Rumbai menjadi semarak.

Ada yang dipasang pada rangka kayu yang sudah didesain dengan beragam bentuk. Mulai dari desain yang menyerupai mesjid hingga perahu layar. 

Ketika semua lampu berhasil dinyalakan, motifnya akan terlihat indah menyerupai desain dari rangka kayunya.


Sumber      : halloriau.com
Kopieditor : RiauJOS.com

Hilang Tradisi Lampu Colok di Pekanbaru

Alasannya, tidak ada dana
Lampu Colok
Riau JOS!*, Pekanbaru - Pemerintah Kota Pekanbaru meniadakan Festival Lampu Colok untuk malam 27 Ramadhan 1437 Hijriah akibat keterbatasan dana pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Alasan klasik, setiap kali mengadakan kegiatan, terkendala anggaran. Semua bisa bilang, tidak ada anggaran, tapi sebelum bilang tidak ada anggaran, perlu upaya serius untuk menyelamatkan tradisi lampu colok yang dinatikan warga Pekanbaru dan sekitar.

"Biasanya tiap tahun Ramadan ada Festival Lampu Colok," kata Kepala Seksi Hiburan dan Rekreasi Dinas Pariwisata Kota Pekanbaru Sarkawi di Pekanbaru, dilansir halloriau.com

Sarkawi menjelaskan event lampu colok sedianya digelar pada malam 27 Ramadhan atau pada Jumat malam, 1 Juli 2016.

Even yang seharusnya dilaksanakan tiap tahun tersebut batal, karena Pemerintah Kota Pekanbaru tidak memiliki anggaran untuk kegiatan yang sudah menjadi tradisi masyarakat di bulan Ramadhan.

"Sangat disayangkan, tapi kondisi keuangan yang tidak memungkinkan mau gimana lagi," tegasnya.

Pihaknya mengaku sudah memberikan masukkan agar kegiatan tersebut dalam mata anggaran. Bahkan anggaran kegiatan Festival Lampu Colok ini sudah masuk dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Pariwisata Kota Pekanbaru.

"Di DPA sudah masuk, tapi uangnya tidak ada. Dananya itu tidak bisa minta, karena uang di kas daerah sudah dicoret," katanya lagi.

Festival Lampu Colok merupakan even yang dinanti-nantikan oleh masyarakat Pekanbaru. Tahun lalu diikuti ribuan lampu beragam pola. Seperti perahu lancang kuning, jembatan dan masjid. Namun sayang tahun ini festival yang melibatkan peserta dari seluruh kecamatan di Pekanbaru tidak bisa lagi dinikmati oleh masyarakat Pekanbaru.

Ribuan lampu yang terbuat dari botol bekas yang diberi sumbu dan minyak tanah juga membuat Lapangan Politeknik Caltex Riau (PCR) yang berada di Kecamatan Rumbai menjadi semarak.

Ada yang dipasang pada rangka kayu yang sudah didesain dengan beragam bentuk. Mulai dari desain yang menyerupai mesjid hingga perahu layar. 

Ketika semua lampu berhasil dinyalakan, motifnya akan terlihat indah menyerupai desain dari rangka kayunya.


Sumber      : halloriau.com
Kopieditor : RiauJOS.com