Filsuf Muda asal Sumatera
Foto Profil dan Sampul Facebook, Filsuf Muda asal Sumatera Aldo Muhes

RiauJOS.com, Pekanbaru - Filsuf muda asal Sumatera, Aldo Muhes menanggapi berita Riau JOS!* yang berjudul "Pencipta Lagu "Lelaki Kardus" Meminta Maaf Kepada Masyarakat", berikut copasan dari benaman status Facebook Aldo Muhes.

Saat pertama muncul, lagu ini tidak banyak mendapatkan perhatian, dianggap biasa saja oleh masyarakat yang bersentuhan langsung (sebut saja masyarakat X) dengan lagu ini sedari awal lagu ini diluncurkan. Bahkan tidak ada yang mempermasalahkan, kalaupun ada tidak dibesar-besarkan, dianggap wajar.

Kecaman datang dari masyarakat non-X (mari kita sebut masyarakat Y). Kecaman ditujukan pada bahasa yang digunakan oleh penyanyi lagu ini (yang pada saat itu masih anak SD), sangat tidak pantas menurut masyarakat Y.

Mungkin menandakan bahwa dalam masyarakat X, bahasa yang digunakan dalam lagu ini tidak merupakan masalah, sesuatu yang biasa saja apabila anak-anak menggunakan bahasa yang dianggap tidak pantas oleh masyarakat pengecam. Bahasa yang sama tidak dibenarkan oleh masyarakat Y, terutama apabila digunakan anak SD.

Menurut hemat saya, masyarakat X jauh lebih jujur dari masyarakat Y, yang menurut saya munafik. Jujur karena memang masalah bahasa kasar/tidak kasar, pantas/tidak pantas, memang sebenarnya tidak harus dipermasalahkan sedemikian heboh. Munafik karena itu realita kita sekarang: anak-anak zaman sekarang memang terekspos pada (salah satunya, tidak terbatas pada) bahasa yang dianggap tidak pantas, tidak perlu membesar-besarkan masalah ini.


Apabila memang takut anak-anak kita berbahasa kasar/tidak pantas, cegahlah. Larut dalam pembahasan etika dari lagu ini malah makin membuat lagu ini terkenal, membuat masyarakat yang awalnya tidak tahu menjadi tahu, yang awalnya tidak mengerti jadi mempermasalahkan; masuk ke dalam lingkaran setan tanpa ujung.

Saya termasuk dalam lingkaran setan itu.

Hehehe.

Katanya, dia masuk ke lingkaran setan tanpa ujung, sependapatkan anda?

Filsuf Muda asal Sumatera Tanggapi lagu Lelaki Kardus

Filsuf Muda asal Sumatera
Foto Profil dan Sampul Facebook, Filsuf Muda asal Sumatera Aldo Muhes

RiauJOS.com, Pekanbaru - Filsuf muda asal Sumatera, Aldo Muhes menanggapi berita Riau JOS!* yang berjudul "Pencipta Lagu "Lelaki Kardus" Meminta Maaf Kepada Masyarakat", berikut copasan dari benaman status Facebook Aldo Muhes.

Saat pertama muncul, lagu ini tidak banyak mendapatkan perhatian, dianggap biasa saja oleh masyarakat yang bersentuhan langsung (sebut saja masyarakat X) dengan lagu ini sedari awal lagu ini diluncurkan. Bahkan tidak ada yang mempermasalahkan, kalaupun ada tidak dibesar-besarkan, dianggap wajar.

Kecaman datang dari masyarakat non-X (mari kita sebut masyarakat Y). Kecaman ditujukan pada bahasa yang digunakan oleh penyanyi lagu ini (yang pada saat itu masih anak SD), sangat tidak pantas menurut masyarakat Y.

Mungkin menandakan bahwa dalam masyarakat X, bahasa yang digunakan dalam lagu ini tidak merupakan masalah, sesuatu yang biasa saja apabila anak-anak menggunakan bahasa yang dianggap tidak pantas oleh masyarakat pengecam. Bahasa yang sama tidak dibenarkan oleh masyarakat Y, terutama apabila digunakan anak SD.

Menurut hemat saya, masyarakat X jauh lebih jujur dari masyarakat Y, yang menurut saya munafik. Jujur karena memang masalah bahasa kasar/tidak kasar, pantas/tidak pantas, memang sebenarnya tidak harus dipermasalahkan sedemikian heboh. Munafik karena itu realita kita sekarang: anak-anak zaman sekarang memang terekspos pada (salah satunya, tidak terbatas pada) bahasa yang dianggap tidak pantas, tidak perlu membesar-besarkan masalah ini.


Apabila memang takut anak-anak kita berbahasa kasar/tidak pantas, cegahlah. Larut dalam pembahasan etika dari lagu ini malah makin membuat lagu ini terkenal, membuat masyarakat yang awalnya tidak tahu menjadi tahu, yang awalnya tidak mengerti jadi mempermasalahkan; masuk ke dalam lingkaran setan tanpa ujung.

Saya termasuk dalam lingkaran setan itu.

Hehehe.

Katanya, dia masuk ke lingkaran setan tanpa ujung, sependapatkan anda?