Dian Sastrowardoyo, pelajari pemikiran RA Kartini
Dian Sastrowardoyo, pelajari pemikiran RA Kartini

Riau JOS!*, Jakarta - Dian Sastrowardoyo "tersihir" pemikiran Pahlawan Nasional, RA Kartini. Sejak mendapatkan peran jadi RA Kartini, Dian mulai mendalami karakter Raden Ajeng Kartini. Dia banyak membaca literatur untuk memahami gagasan-gagasan Kartini. Jika selama ini kita hanya kenal dengan RA Kartini lewat lagu "Ibu Kita Kartini", Dian lebih dari itu, dia ingin benar-benar mengenal RA Kartini, mulai dari pemikiran, dan apa yang dirasakan sewaktu masih hidup. 

Setiap 21 April, peringatan RA Kartini digelar di Indonesia, namun kebanyakan kegiatan diadakan sekedar seremoni, mengenakan pakaian suku Jawa menyerupai RA Kartini, padahal tidak hanya pakaian yanga dapat kita pelajari dari Kartini, namun semangatnya memperbaiki pendidikan di Indonesia waktu zaman penajajahan dulu, yang patut kita pelajari juga.

"Saya mencoba membaca semua literatur yang bisa membuat saya mempelajari sosok Kartini. Saya membaca karya Pramoedya Ananta Toer berjudul Panggil Aku Kartini Saja. Dari karya tersebut, saya banyak belajar karena itu essay dan argumen serta intrepretasi Pram melihat sosok kartini. Saya lalu membaca serial buku Tempo; Gelap Terang Hidup Kartini. Itu sangat membantu saya karena ringkasan tersebut memuat fakta-fakta menarik, kliping riset yang menyeluruh dan disuguhkan dengan sangat pop," ungkap Dian Sastro saat syukuran KARTINI di Djakarta Theatre, kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 14 Juli 2016, dilansir kapanlagi.com.

Dian Sastro juga membaca booklet berisi sejumlah quote powerful dari mendiang Kartini. Bahkan, Dian mengaku terinspirasi salah satu petikan yang berhasil membuatnya merasa 'ditampar' karena sejalan dengan pemikirannya.

"Saya dalam proses belajar ini berkali-kali terinspirasi tulisan beliau. Kok dia bisa menulis kalimat powerful yang menginspirasi saya. Kok dia bisa mengargumentasikan ide-ide yang saya pernah pikirkan, dengan kata-kata yang sangat mengenai sasaran dan indah," lanjut Dian Sastro.

Petikan Kartini yang mampu "menyihir" pemikiran Dian Sastro


'Dan, siapakah yang lebih banyak dapat berusaha memajukan kecerdasan budi itu?
Siapakah yang dapat membantu mempertinggi derajat budi manusia?
Ialah perempuan, Ibu.
Karena pada haribaan si Ibu itulah manusia itu mendapat didikannya yang mula-mulanya sekali.
Oleh karena di sanalah anak anak itu belajar merasa, berpikir, berkata.
Dan didikan yang pertama-tama sekali pastilah amat berpengaruh bagi penghidupan seseorang.'

"Yang saya tangkap adalah Kartini hidup di mana pribumi lagi bodoh-bodohnya dijajah bangsa Belanda, termasuk bangsawan yang dianggap tak memiliki budi karena memeras bangsa sendiri. Bangsa kita terpecah oleh kelas dan status sosial. Dan Kartini percaya yang bisa mengangkat bangsa adalah kaum perempuan karena itu kunci peradaban. Yang mengajari anak-anak itu Ibu," komentar Dian Sastro setelah tersihir pemikiran RA Kartini.

Simak juga apa kata Dian Sastro, di Video berikut.

Dian Sastro Tersihir Pemikiran R.A. Kartini

Dian Sastrowardoyo, pelajari pemikiran RA Kartini
Dian Sastrowardoyo, pelajari pemikiran RA Kartini

Riau JOS!*, Jakarta - Dian Sastrowardoyo "tersihir" pemikiran Pahlawan Nasional, RA Kartini. Sejak mendapatkan peran jadi RA Kartini, Dian mulai mendalami karakter Raden Ajeng Kartini. Dia banyak membaca literatur untuk memahami gagasan-gagasan Kartini. Jika selama ini kita hanya kenal dengan RA Kartini lewat lagu "Ibu Kita Kartini", Dian lebih dari itu, dia ingin benar-benar mengenal RA Kartini, mulai dari pemikiran, dan apa yang dirasakan sewaktu masih hidup. 

Setiap 21 April, peringatan RA Kartini digelar di Indonesia, namun kebanyakan kegiatan diadakan sekedar seremoni, mengenakan pakaian suku Jawa menyerupai RA Kartini, padahal tidak hanya pakaian yanga dapat kita pelajari dari Kartini, namun semangatnya memperbaiki pendidikan di Indonesia waktu zaman penajajahan dulu, yang patut kita pelajari juga.

"Saya mencoba membaca semua literatur yang bisa membuat saya mempelajari sosok Kartini. Saya membaca karya Pramoedya Ananta Toer berjudul Panggil Aku Kartini Saja. Dari karya tersebut, saya banyak belajar karena itu essay dan argumen serta intrepretasi Pram melihat sosok kartini. Saya lalu membaca serial buku Tempo; Gelap Terang Hidup Kartini. Itu sangat membantu saya karena ringkasan tersebut memuat fakta-fakta menarik, kliping riset yang menyeluruh dan disuguhkan dengan sangat pop," ungkap Dian Sastro saat syukuran KARTINI di Djakarta Theatre, kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 14 Juli 2016, dilansir kapanlagi.com.

Dian Sastro juga membaca booklet berisi sejumlah quote powerful dari mendiang Kartini. Bahkan, Dian mengaku terinspirasi salah satu petikan yang berhasil membuatnya merasa 'ditampar' karena sejalan dengan pemikirannya.

"Saya dalam proses belajar ini berkali-kali terinspirasi tulisan beliau. Kok dia bisa menulis kalimat powerful yang menginspirasi saya. Kok dia bisa mengargumentasikan ide-ide yang saya pernah pikirkan, dengan kata-kata yang sangat mengenai sasaran dan indah," lanjut Dian Sastro.

Petikan Kartini yang mampu "menyihir" pemikiran Dian Sastro


'Dan, siapakah yang lebih banyak dapat berusaha memajukan kecerdasan budi itu?
Siapakah yang dapat membantu mempertinggi derajat budi manusia?
Ialah perempuan, Ibu.
Karena pada haribaan si Ibu itulah manusia itu mendapat didikannya yang mula-mulanya sekali.
Oleh karena di sanalah anak anak itu belajar merasa, berpikir, berkata.
Dan didikan yang pertama-tama sekali pastilah amat berpengaruh bagi penghidupan seseorang.'

"Yang saya tangkap adalah Kartini hidup di mana pribumi lagi bodoh-bodohnya dijajah bangsa Belanda, termasuk bangsawan yang dianggap tak memiliki budi karena memeras bangsa sendiri. Bangsa kita terpecah oleh kelas dan status sosial. Dan Kartini percaya yang bisa mengangkat bangsa adalah kaum perempuan karena itu kunci peradaban. Yang mengajari anak-anak itu Ibu," komentar Dian Sastro setelah tersihir pemikiran RA Kartini.

Simak juga apa kata Dian Sastro, di Video berikut.