Vaksin Palsu
Ilustrasi: Vaksin Palsu

Riau JOS!*, Jakarta - Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek bersama Kabareskrim Polri Ari Dono Sukmanto menyampaikan daftar 14 Rumah Sakit pengguna vaksin palsu dan Bidan yang menerima vaksin palsu kepada anggota Komisi IX DPR RI, Kamis, 12 Juli 2016, dilansir pikiranrakyat.com

Keempat belas rumah sakit dan delapan bidan paling banyak berlokasi di Kota Bekasi, Cikarang Kabupaten Bekasi, dan Jakarta. 

Sedangkan, penyedia vaksin palsu untuk keempat belas rumah sakit berasal dari Juanda, distributor dari CV Azka Media, perusahaan yang berdomisili di Bekasi. 

Selanjutnya, distributor CV Azka Media berinisial J kini telah ditangkap oleh polisi. 

Daftar 14 Rumah Sakit pengguna vaksin palsu, sebagai berikut:
  1. Dr. Sander, Cikarang.
  2. Bhakti husada, Cikarang. 
  3. Sentral medika, Jalan Industri Pasir Gombong, Cikarang.
  4. RSIA Puspa Husada, Bekasi.
  5. Karya Medika, Tambun, Bekasi. 
  6. Kartika Husada, Bekasi.
  7. Sayang Bunda, Bekasi.
  8. Multazam, Bekasi.
  9. Permata, Bekasi.
  10. RSIA Gizar, Cikarang.
  11. Harapan Bunda, Jakarta Timur.
  12. Elisabeth, Bekasi.
  13. Hosana Lippo, Cikarang.
  14. Hosana, Bekasi. 

Sedangkan, daftar Bidan yang menerima distribusi vaksin palsu, sebagai berikut:
  1. Bidan Lia, KP Pelaukan Sukatani, Cikarang.
  2. Bidan Lilik, Perum Graha Melati, Tambun, Bekasi.
  3. Bidan Klinik Tabina, Perum Sukaraya Sukatani, Cikarang.
  4. Bidan Iis, Perum Seroja, Bekasi.
  5. Klinik DR. Dafa, Baginda, Cikarang.
  6. Bidan Mega, Puri Cikarang Makmur, Sukaresmi, Cikarang.
  7. Bidan M. Elly Novita, Ciracas, Jakarta Timur.
  8. Klinik Dr. Ade Kurniawan, Rawa Belong, Slipi, Jakarta Barat.

Kabareskrim Ari Dono mengatakan, telah menetapkan 20 tersangka terkait peredaran vaksin palsu. Sebanyak 16 tersangka ditahan, namun 4 tersangka lainnya dilepaskan. 

"Alasan dilepaskan, karena ada ibu-ibu yang memiliki anak dan ada yang masih di bawah umur," Ujar Ari. 

Kedua puluh tersangka ditangkap, karena berperan, sebagai berikut:

6 orang menjadi tersangka karena membuat vaksin palsu;
5 orang menjadi tersangka karena mendistribusikan vaksin palsu, 
3 orang menjadi tersangka karena menjual vaksin palsu, 
2 orang menjadi tersangka karena mengumpulkan botol bekas vaksin, 
1 orang menjadi tersangka karena mencetak label/bungkus vaksin palsu, 
1 bidan dan 2 dokter juga ditetapkan sebagai tersangka. 

"Sebagian besarnya pernah kerja di bidang farmasi, obat-obatan, apotik, dokter, maupun bidan," ujar Ari Dono.


Sumber: pikiran-rakyat.com

Daftar Rumah Sakit Pengguna Vaksin Palsu dan Daftar Bidan Penerima Distribusi Vaksin Palsu

Vaksin Palsu
Ilustrasi: Vaksin Palsu

Riau JOS!*, Jakarta - Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek bersama Kabareskrim Polri Ari Dono Sukmanto menyampaikan daftar 14 Rumah Sakit pengguna vaksin palsu dan Bidan yang menerima vaksin palsu kepada anggota Komisi IX DPR RI, Kamis, 12 Juli 2016, dilansir pikiranrakyat.com

Keempat belas rumah sakit dan delapan bidan paling banyak berlokasi di Kota Bekasi, Cikarang Kabupaten Bekasi, dan Jakarta. 

Sedangkan, penyedia vaksin palsu untuk keempat belas rumah sakit berasal dari Juanda, distributor dari CV Azka Media, perusahaan yang berdomisili di Bekasi. 

Selanjutnya, distributor CV Azka Media berinisial J kini telah ditangkap oleh polisi. 

Daftar 14 Rumah Sakit pengguna vaksin palsu, sebagai berikut:
  1. Dr. Sander, Cikarang.
  2. Bhakti husada, Cikarang. 
  3. Sentral medika, Jalan Industri Pasir Gombong, Cikarang.
  4. RSIA Puspa Husada, Bekasi.
  5. Karya Medika, Tambun, Bekasi. 
  6. Kartika Husada, Bekasi.
  7. Sayang Bunda, Bekasi.
  8. Multazam, Bekasi.
  9. Permata, Bekasi.
  10. RSIA Gizar, Cikarang.
  11. Harapan Bunda, Jakarta Timur.
  12. Elisabeth, Bekasi.
  13. Hosana Lippo, Cikarang.
  14. Hosana, Bekasi. 

Sedangkan, daftar Bidan yang menerima distribusi vaksin palsu, sebagai berikut:
  1. Bidan Lia, KP Pelaukan Sukatani, Cikarang.
  2. Bidan Lilik, Perum Graha Melati, Tambun, Bekasi.
  3. Bidan Klinik Tabina, Perum Sukaraya Sukatani, Cikarang.
  4. Bidan Iis, Perum Seroja, Bekasi.
  5. Klinik DR. Dafa, Baginda, Cikarang.
  6. Bidan Mega, Puri Cikarang Makmur, Sukaresmi, Cikarang.
  7. Bidan M. Elly Novita, Ciracas, Jakarta Timur.
  8. Klinik Dr. Ade Kurniawan, Rawa Belong, Slipi, Jakarta Barat.

Kabareskrim Ari Dono mengatakan, telah menetapkan 20 tersangka terkait peredaran vaksin palsu. Sebanyak 16 tersangka ditahan, namun 4 tersangka lainnya dilepaskan. 

"Alasan dilepaskan, karena ada ibu-ibu yang memiliki anak dan ada yang masih di bawah umur," Ujar Ari. 

Kedua puluh tersangka ditangkap, karena berperan, sebagai berikut:

6 orang menjadi tersangka karena membuat vaksin palsu;
5 orang menjadi tersangka karena mendistribusikan vaksin palsu, 
3 orang menjadi tersangka karena menjual vaksin palsu, 
2 orang menjadi tersangka karena mengumpulkan botol bekas vaksin, 
1 orang menjadi tersangka karena mencetak label/bungkus vaksin palsu, 
1 bidan dan 2 dokter juga ditetapkan sebagai tersangka. 

"Sebagian besarnya pernah kerja di bidang farmasi, obat-obatan, apotik, dokter, maupun bidan," ujar Ari Dono.


Sumber: pikiran-rakyat.com