Duta Damai
Pelatihan "Duta Damai Dunia Maya"

Riau JOS!*, Yogyakarta - Organisasi radikal kini makin gencar melakukan propagandanya melalui dunia maya. Mereka mengincar anak muda di seluruh dunia untuk bergabung dan melakukan serangkaian aksi teror. Propaganda berupa tulisan, gambar, dan video itu disebar melalui berbagai kanal.

Para profesional di bidang informasi teknologi (IT) dan desain komunikasi visual, serta blogger diminta membuat konten berupa meme, tulisan, hingga video tandingan. Perlunya, untuk meredam propaganda kelompok radikal berbasis agama.

Sekitar 60 anak muda dikumpulkan di Yogyakarta dan dilatih menjadi Duta Damai dalam lokakarya bertajuk "Duta Damai Dunia Maya". Gelaran yang dihelat Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) berlangsung sejak Selasa-Kamis, 19-21 Juli 2016.

Ketua Panitia Penyelenggara acara, Sujatmiko mengatakan lokakarya diadakan untuk mencegah masuknya ideologi radikal di Indonesia dengan cara menarik dan dapat dicerna anak muda. "Tujuannya men-counter dan meredam ajaran dan ideologi radikal di dunia maya," jelasnya saat pembukaan lokakarya.

ISIS dan Media Sosial


Ketua Pelaksana acara Kolonel Inf Dadang Hendra Yudha menjelaskan ISIS makin kuat karena memiliki banyak pasukan dan jaringan. Mereka menyebarkan doktrin dan mengajak kaum muslim untuk bergabung bersama mereka melalui tulisan, gambar, dan video yang disebar di seluruh sosial media dan situs.

"Contohnya, serangan di Prancis kemarin direncanakan melalui game online," tuturnya.

Strategi ISIS membanjiri dunia maya dinilai efektif dan berhasil menarik ratusan pemuda Indonesia bergabung. Sayangnya, konten yang berisi perdamaian, atau mengklarifikasi pemberitaan radikal masih sangat minim.

Yogyakarta dipilih sebagai perwakilan Jawa Tengah karena merupakan provinsi dengan pengguna internet terbanyak nomor satu di Indonesia. "Ini seminar kedua di Yogyakarta. Yogyakarta adalah kota keempat penyelenggaraan seminar 2016 sesudah Medan, Makassar dan Jakarta. Ada 6 kota yang akan kita adakan seminar ini di tahun 2016," ucap pria yang juga menjabat sebagai Kasubid Pengawasan dan Kontra Propaganda BNPT.

BNPT berharap keberadaan Duta Damai di seluruh Indonesia mampu membuat konten yang bisa meredam dan menangkal propaganda konten radikal dan juga bisa memblokir konten radikal.

"Kita ajak para blogger, IT, animator buat website, meme, video, dan tulisan. Lalu banjiri medsos dan dunia maya dengan konten-konten damai. Agar mencegah doktrinisasi paham radikal," katanya.

Salah seorang blogger yang menjadi peserta seminar Nunung Elisabet, 27, mengatakan konten paham radikal di dunia maya sudah masif dan sangat mengkhawatirkan. Cara efektif untuk mengimbanginya adalah dengan membanjiri media sosial dengan tulisan-tulisan damai dan edukatif.

"Pembaca perlu diberi tulisan edukatif bagaimana memilih tulisan yang benar atau salah di socmed. Ini yang akan saya lakukan usai seminar. Saya juga akan mengajak blogger lainnya untuk menulis edukasi untuk mengimbangi konten radikal," tutur pemiliki blog elzha09.com ini.

Data BNPT menunjukkan pada 2014 setidaknya ada lebih dari sembilan ribu tulisan, gambar, video, dan meme propaganda kelompok agama radikal tersebar viral di dunia maya.


Blogger diminta jadi Duta Damai Dunia Maya

Duta Damai
Pelatihan "Duta Damai Dunia Maya"

Riau JOS!*, Yogyakarta - Organisasi radikal kini makin gencar melakukan propagandanya melalui dunia maya. Mereka mengincar anak muda di seluruh dunia untuk bergabung dan melakukan serangkaian aksi teror. Propaganda berupa tulisan, gambar, dan video itu disebar melalui berbagai kanal.

Para profesional di bidang informasi teknologi (IT) dan desain komunikasi visual, serta blogger diminta membuat konten berupa meme, tulisan, hingga video tandingan. Perlunya, untuk meredam propaganda kelompok radikal berbasis agama.

Sekitar 60 anak muda dikumpulkan di Yogyakarta dan dilatih menjadi Duta Damai dalam lokakarya bertajuk "Duta Damai Dunia Maya". Gelaran yang dihelat Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) berlangsung sejak Selasa-Kamis, 19-21 Juli 2016.

Ketua Panitia Penyelenggara acara, Sujatmiko mengatakan lokakarya diadakan untuk mencegah masuknya ideologi radikal di Indonesia dengan cara menarik dan dapat dicerna anak muda. "Tujuannya men-counter dan meredam ajaran dan ideologi radikal di dunia maya," jelasnya saat pembukaan lokakarya.

ISIS dan Media Sosial


Ketua Pelaksana acara Kolonel Inf Dadang Hendra Yudha menjelaskan ISIS makin kuat karena memiliki banyak pasukan dan jaringan. Mereka menyebarkan doktrin dan mengajak kaum muslim untuk bergabung bersama mereka melalui tulisan, gambar, dan video yang disebar di seluruh sosial media dan situs.

"Contohnya, serangan di Prancis kemarin direncanakan melalui game online," tuturnya.

Strategi ISIS membanjiri dunia maya dinilai efektif dan berhasil menarik ratusan pemuda Indonesia bergabung. Sayangnya, konten yang berisi perdamaian, atau mengklarifikasi pemberitaan radikal masih sangat minim.

Yogyakarta dipilih sebagai perwakilan Jawa Tengah karena merupakan provinsi dengan pengguna internet terbanyak nomor satu di Indonesia. "Ini seminar kedua di Yogyakarta. Yogyakarta adalah kota keempat penyelenggaraan seminar 2016 sesudah Medan, Makassar dan Jakarta. Ada 6 kota yang akan kita adakan seminar ini di tahun 2016," ucap pria yang juga menjabat sebagai Kasubid Pengawasan dan Kontra Propaganda BNPT.

BNPT berharap keberadaan Duta Damai di seluruh Indonesia mampu membuat konten yang bisa meredam dan menangkal propaganda konten radikal dan juga bisa memblokir konten radikal.

"Kita ajak para blogger, IT, animator buat website, meme, video, dan tulisan. Lalu banjiri medsos dan dunia maya dengan konten-konten damai. Agar mencegah doktrinisasi paham radikal," katanya.

Salah seorang blogger yang menjadi peserta seminar Nunung Elisabet, 27, mengatakan konten paham radikal di dunia maya sudah masif dan sangat mengkhawatirkan. Cara efektif untuk mengimbanginya adalah dengan membanjiri media sosial dengan tulisan-tulisan damai dan edukatif.

"Pembaca perlu diberi tulisan edukatif bagaimana memilih tulisan yang benar atau salah di socmed. Ini yang akan saya lakukan usai seminar. Saya juga akan mengajak blogger lainnya untuk menulis edukasi untuk mengimbangi konten radikal," tutur pemiliki blog elzha09.com ini.

Data BNPT menunjukkan pada 2014 setidaknya ada lebih dari sembilan ribu tulisan, gambar, video, dan meme propaganda kelompok agama radikal tersebar viral di dunia maya.