Cara menulis puisi yang baik
Ilustrasi "Mencintai Puisi"/Credit: lokerpuisi.web.id

"Kita perlu jatuh cinta atau patah hati untuk dapat membuat puisi yang bagus" 

-Helvy Tiana Rosa-

Puisi, menurut wikipedia adalah seni tertulis di mana bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan, atau selain arti semantiknya. Baris-baris pada puisi dapat berbentuk apa saja (melingkar, zigzag dan lain-lain). Hal tersebut merupakan salah satu cara penulis untuk menunjukkan pemikirannnya. Puisi kadang-kadang juga hanya berisi satu kata/suku kata yang terus diulang-ulang. Bagi pembaca hal tersebut mungkin membuat puisi tersebut menjadi tidak dimengerti. Tapi penulis selalu memiliki alasan untuk segala 'keanehan' yang diciptakannya. Tak ada yang membatasi keinginan penulis dalam menciptakan sebuah puisi.

Bagi sebagian orang, membaca puisi itu nikmat, senikmat orang lain yang sedang menghirup perlahan kopi hitam. Bagi sebagian orang lagi, membaca puisi adalah hal yang sulit, apalagi saat mereka tidak bisa membandingkan antara metafora dan kata asli.

Bagi anda yang suka menikmati puisi seperti saat menikmati cemilan, atau bagi anda yang ingin membuat puisi berkualitas, RiauJos.com akan menyajikan cara membuat puisi berkualitas.

1. Menentukan Tema


Pertama adalah menentukan tema. Tema yang anda tentukan bisa didapat dari mana saja, dari berita di televisi, dari kenangan lama seorang kekasih, hingga dari kisah-kisah legenda.

Contoh mudahnya, ketika anda melihat senja yang indah, tuangkanlah kekaguman anda tentang senja ke dalam tulisan. Puisi itu bebas, ketika anda merasa puas, disitulah letak keindahan sebuah puisi. Anda bisa membayangkan terbang di merahnya senja, atau mengisahkan tentang cericit burung yang terbang rendah dengan latar senja yang indah.

Bahkan, ketika mendengar ceramah agama di televisi pun bisa menginspirasi anda, seperti puisi Nuh karya Sutardji Calzoum Bachri, atau ketika anda melihat berita tentang global warming, anda bisa menulis tentang pemanasan global seperti puisi Ratap Nurani Alam yang Terabaikan karya Azi Satria. Intinya, tentukan dahulu tema dari puisi yang hendak anda tulis.

2. Memilih Kata yang Tepat


Selanjutnya, gunakanlah diksi atau pemilihan kata. Untuk memperindah kata, biasanya untuk menulis puisi digunakan kata-kata kiasan. Jika anda merasa sulit menentukan kata yang tepat, anda bisa menggunakan versi lain dari kata yang ada.

Contohnya anda mempunyai kata sederhana : Wahai gadis cantik. Kita ubah menjadi : Duhai dara nan jelita. 

Ketika anda mempunyai kalimat : Indahnya rembulan di malam ini. Maka kita bisa membuat : Indah sinar sang rembulan di tengah pekatnya malam

3. Masukkan Emosi


Ketika anda membuat surat cinta, misalnya. Tentu akan berbeda saat anda menulis surat lamaran pekerjaan. Begitu pula dengan puisi, gunakan perasaan anda, tuangkan melalui tulisan.

Saat anda menulis surat untuk kekasih, anda gunakan perasaan yang meluap-luap langsung dari hati anda. Puisi juga begitu, tuangkanlah perasaan yang ada. Saat anda marah terhadap perusak lingkungan, tuliskanlah bagaimana muaknya anda pada mereka.

4. Bedakan antara teks biasa dengan puisi


Dari berita: "Para perusak alam itu tidak dituntut oleh pemerintah meskipun kerusakan yang dilakukan cukup besar dst.."

Maka puisi akan berbentuk: Para perusak tanpa nurani Walau kebal hukum manusia Hukum Tuhan takkanlah sirna Lihatlah! Tangisan alam tanpa daya

Nah, ketika emosi sudah memenuhi tulisan, tak peduli bagus atau tidak, pembaca akan menikmati karya yang dipenuhi perasaan.



Kontributor: Azi Satria

Bagaimana Sebaiknya Menulis Puisi

Cara menulis puisi yang baik
Ilustrasi "Mencintai Puisi"/Credit: lokerpuisi.web.id

"Kita perlu jatuh cinta atau patah hati untuk dapat membuat puisi yang bagus" 

-Helvy Tiana Rosa-

Puisi, menurut wikipedia adalah seni tertulis di mana bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan, atau selain arti semantiknya. Baris-baris pada puisi dapat berbentuk apa saja (melingkar, zigzag dan lain-lain). Hal tersebut merupakan salah satu cara penulis untuk menunjukkan pemikirannnya. Puisi kadang-kadang juga hanya berisi satu kata/suku kata yang terus diulang-ulang. Bagi pembaca hal tersebut mungkin membuat puisi tersebut menjadi tidak dimengerti. Tapi penulis selalu memiliki alasan untuk segala 'keanehan' yang diciptakannya. Tak ada yang membatasi keinginan penulis dalam menciptakan sebuah puisi.

Bagi sebagian orang, membaca puisi itu nikmat, senikmat orang lain yang sedang menghirup perlahan kopi hitam. Bagi sebagian orang lagi, membaca puisi adalah hal yang sulit, apalagi saat mereka tidak bisa membandingkan antara metafora dan kata asli.

Bagi anda yang suka menikmati puisi seperti saat menikmati cemilan, atau bagi anda yang ingin membuat puisi berkualitas, RiauJos.com akan menyajikan cara membuat puisi berkualitas.

1. Menentukan Tema


Pertama adalah menentukan tema. Tema yang anda tentukan bisa didapat dari mana saja, dari berita di televisi, dari kenangan lama seorang kekasih, hingga dari kisah-kisah legenda.

Contoh mudahnya, ketika anda melihat senja yang indah, tuangkanlah kekaguman anda tentang senja ke dalam tulisan. Puisi itu bebas, ketika anda merasa puas, disitulah letak keindahan sebuah puisi. Anda bisa membayangkan terbang di merahnya senja, atau mengisahkan tentang cericit burung yang terbang rendah dengan latar senja yang indah.

Bahkan, ketika mendengar ceramah agama di televisi pun bisa menginspirasi anda, seperti puisi Nuh karya Sutardji Calzoum Bachri, atau ketika anda melihat berita tentang global warming, anda bisa menulis tentang pemanasan global seperti puisi Ratap Nurani Alam yang Terabaikan karya Azi Satria. Intinya, tentukan dahulu tema dari puisi yang hendak anda tulis.

2. Memilih Kata yang Tepat


Selanjutnya, gunakanlah diksi atau pemilihan kata. Untuk memperindah kata, biasanya untuk menulis puisi digunakan kata-kata kiasan. Jika anda merasa sulit menentukan kata yang tepat, anda bisa menggunakan versi lain dari kata yang ada.

Contohnya anda mempunyai kata sederhana : Wahai gadis cantik. Kita ubah menjadi : Duhai dara nan jelita. 

Ketika anda mempunyai kalimat : Indahnya rembulan di malam ini. Maka kita bisa membuat : Indah sinar sang rembulan di tengah pekatnya malam

3. Masukkan Emosi


Ketika anda membuat surat cinta, misalnya. Tentu akan berbeda saat anda menulis surat lamaran pekerjaan. Begitu pula dengan puisi, gunakan perasaan anda, tuangkan melalui tulisan.

Saat anda menulis surat untuk kekasih, anda gunakan perasaan yang meluap-luap langsung dari hati anda. Puisi juga begitu, tuangkanlah perasaan yang ada. Saat anda marah terhadap perusak lingkungan, tuliskanlah bagaimana muaknya anda pada mereka.

4. Bedakan antara teks biasa dengan puisi


Dari berita: "Para perusak alam itu tidak dituntut oleh pemerintah meskipun kerusakan yang dilakukan cukup besar dst.."

Maka puisi akan berbentuk: Para perusak tanpa nurani Walau kebal hukum manusia Hukum Tuhan takkanlah sirna Lihatlah! Tangisan alam tanpa daya

Nah, ketika emosi sudah memenuhi tulisan, tak peduli bagus atau tidak, pembaca akan menikmati karya yang dipenuhi perasaan.



Kontributor: Azi Satria