Lokasi mencurahkan beban hidup, di kolom komentar
Komentar miring, di media online kelas nasional, Kompas

Riau JOS!*, Jakarta - Media saat ini, khususnya media online, seringkali menjadi bahan bagi netizen untuk meluapkan segenap uneq-uneqnya, bisa jadi inilah obat bagi manusia di zaman digital untuk menetralisir apa yang dirasakan, dengan cara membuang apa saja yang dirasa telah membebani hidup ke dalam sebuah komentar di media sosial, maupun komentar di pemberitaan. 

Siapa saja bisa leluasa untuk mencurahkan pendapat, ataupun rasa ke dalam ruang maya, kolom komentar menjadi "obat penat" untuk sejenak lepas dari kepenatan hidup. Seperti halnya tiga komentar miring di berita kompas ini, tiga komentator berikut, ditulis oleh anonim, alias identitas kadang jelas, namun siapa orangnya tidak jelas, bahkan tidak ditampilkan gambar orangnya, kadang orang yang berkomentarpun tidak menyediakan sambungan untuk dikonfirmasi apakah yang dikomentarkan adalah benar-benar kebenaran. Simak tiga komentar miring di pemberitaan media online kelas nasional  kompas, berikut ini.

Deddy FenalosaNga dekat ama paspampres juga nga apa, yang penting bagi kami rakyat kerja nyata pihak istana dalam menekan harga sembako, nilai tukar rupiah dan kerja lainnya yang lebih nyata bagi masyarakat..kami butuh makan bukan butuh foto selfie 

wahyu widiyatnoPresiden podomoro??? Ceremoni gitu aja komentar...ciummm nih pantat 
Joecokirain pergantian presiden.. sumpeh ngga penting bangett. lagi2 cuma buat foto2. hadeeuuhh pak2..

Sumber yang dikomentari:

Jokowi: Belum Pernah Pergantian Pasukan Jaga Istana Terbuka untuk Umum

3 Komentar Miring, Tanggapi Berita Kompas: Jokowi: Belum Pernah Pergantian Pasukan Jaga Istana Terbuka untuk Umum



Lokasi mencurahkan beban hidup, di kolom komentar
Komentar miring, di media online kelas nasional, Kompas

Riau JOS!*, Jakarta - Media saat ini, khususnya media online, seringkali menjadi bahan bagi netizen untuk meluapkan segenap uneq-uneqnya, bisa jadi inilah obat bagi manusia di zaman digital untuk menetralisir apa yang dirasakan, dengan cara membuang apa saja yang dirasa telah membebani hidup ke dalam sebuah komentar di media sosial, maupun komentar di pemberitaan. 

Siapa saja bisa leluasa untuk mencurahkan pendapat, ataupun rasa ke dalam ruang maya, kolom komentar menjadi "obat penat" untuk sejenak lepas dari kepenatan hidup. Seperti halnya tiga komentar miring di berita kompas ini, tiga komentator berikut, ditulis oleh anonim, alias identitas kadang jelas, namun siapa orangnya tidak jelas, bahkan tidak ditampilkan gambar orangnya, kadang orang yang berkomentarpun tidak menyediakan sambungan untuk dikonfirmasi apakah yang dikomentarkan adalah benar-benar kebenaran. Simak tiga komentar miring di pemberitaan media online kelas nasional  kompas, berikut ini.

Deddy FenalosaNga dekat ama paspampres juga nga apa, yang penting bagi kami rakyat kerja nyata pihak istana dalam menekan harga sembako, nilai tukar rupiah dan kerja lainnya yang lebih nyata bagi masyarakat..kami butuh makan bukan butuh foto selfie 

wahyu widiyatnoPresiden podomoro??? Ceremoni gitu aja komentar...ciummm nih pantat 
Joecokirain pergantian presiden.. sumpeh ngga penting bangett. lagi2 cuma buat foto2. hadeeuuhh pak2..

Sumber yang dikomentari:

Jokowi: Belum Pernah Pergantian Pasukan Jaga Istana Terbuka untuk Umum