Social Items

Editorial RiauJOS!*, Minggu tengah malam, 5 Juni 2016

Itung-itungan, cocok untuk level keimanan "kelas buruh"

Kaum muslimin berbondong-bondong memenuhi Masjid dan Mushola, pada umumnya mereka penuh suka cita menyambut datangnya bulan Ramadhan di minggu pertama untuk shalat tarawih, selanjutnya, .. haha.. kembali seperti semula, dua shaf sudah maksimal.

Manusia pada dasarnya suka matematika, di Bulan Ramadhan dijanjikan ibadah semalam sama dengan seribu Bulan, dengan ini manusiapun merasa beruntung, kemudian melaksanakan ibadah untuk mendapatkan apa yang dijanjikan Allah di malam lailatulqadar.

Keberimanan di Bulan Ramadhan adalah berkah yang diberikan Allah SWT, manusia yang berpikir dipanggil untuk berlomba-lomba beribadah dimanapun berada, berbuat baik untuk membersihkan diri dari noda dosa-dosa selama 11 Bulan, dan diberikan kesempatan sekali lagi sebulan untuk memperbaiki semua.

Seolah menjadi tradisi, keberimanan tumbuh di Bulan Ramadhan, semua tergerak untuk belajar beragama, Alquran dibuka-buka lagi, dibaca, dibahas, dan dipraktekkan kembali. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, dan lanjut usia semuanya sependapat, inilah saatnya untuk memperbaiki keberimanan, di Bulan Ramadhan Mulia.

Untuk mengkampanyekan kemuliaan bulan Ramadhan, RiauJOS!* ingin mengajak pembaca untuk mendengarkan dan melihat video ini, lebih bagus lagi kalau dihafalkan liriknya, kemudian dinyanyikan bersama-sama seluruh anggota keluarga, biar totalitas kemuliaan bulan Ramadhan kian terasa. Simak video berikut.


Permasalahannya, mengapa keberimanan selalu hadir di Bulan Ramadhan? sedangkan di Bulan yang lain tidak hadir, bahkan menghilang. Apakah akan seperti ini selamanya? kita tanyakan kepada diri masing-masing. Mari kita tingkatkan keberimanan di Bulan Ramadhan dan bulan-bulan setelahnya. Tidak ada ruginya terus meningkatkan keberimanan. Bukan karena berharap surga, namun inilah kebahagiaan yang nyata.

Materi akan kembali pada tempatnya, tubuh kita kembali ke tanah, harta kita kembali ke asalnya, istri, anak, keluarga dan semua yang hidup akan mati, dan masing-masing akan mempertanggungjawabkan perbuatannya semasa hidup. Saat inilah, di bulan Ramadhan waktu yang tepat untuk mewujudkan kebahagiaan yang sempurna, berdekatan dengan pemilik alam semesta, Allah SWT.

Tradisi Keberimanan di Bulan Ramadhan

Editorial RiauJOS!*, Minggu tengah malam, 5 Juni 2016

Itung-itungan, cocok untuk level keimanan "kelas buruh"

Kaum muslimin berbondong-bondong memenuhi Masjid dan Mushola, pada umumnya mereka penuh suka cita menyambut datangnya bulan Ramadhan di minggu pertama untuk shalat tarawih, selanjutnya, .. haha.. kembali seperti semula, dua shaf sudah maksimal.

Manusia pada dasarnya suka matematika, di Bulan Ramadhan dijanjikan ibadah semalam sama dengan seribu Bulan, dengan ini manusiapun merasa beruntung, kemudian melaksanakan ibadah untuk mendapatkan apa yang dijanjikan Allah di malam lailatulqadar.

Keberimanan di Bulan Ramadhan adalah berkah yang diberikan Allah SWT, manusia yang berpikir dipanggil untuk berlomba-lomba beribadah dimanapun berada, berbuat baik untuk membersihkan diri dari noda dosa-dosa selama 11 Bulan, dan diberikan kesempatan sekali lagi sebulan untuk memperbaiki semua.

Seolah menjadi tradisi, keberimanan tumbuh di Bulan Ramadhan, semua tergerak untuk belajar beragama, Alquran dibuka-buka lagi, dibaca, dibahas, dan dipraktekkan kembali. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, dan lanjut usia semuanya sependapat, inilah saatnya untuk memperbaiki keberimanan, di Bulan Ramadhan Mulia.

Untuk mengkampanyekan kemuliaan bulan Ramadhan, RiauJOS!* ingin mengajak pembaca untuk mendengarkan dan melihat video ini, lebih bagus lagi kalau dihafalkan liriknya, kemudian dinyanyikan bersama-sama seluruh anggota keluarga, biar totalitas kemuliaan bulan Ramadhan kian terasa. Simak video berikut.


Permasalahannya, mengapa keberimanan selalu hadir di Bulan Ramadhan? sedangkan di Bulan yang lain tidak hadir, bahkan menghilang. Apakah akan seperti ini selamanya? kita tanyakan kepada diri masing-masing. Mari kita tingkatkan keberimanan di Bulan Ramadhan dan bulan-bulan setelahnya. Tidak ada ruginya terus meningkatkan keberimanan. Bukan karena berharap surga, namun inilah kebahagiaan yang nyata.

Materi akan kembali pada tempatnya, tubuh kita kembali ke tanah, harta kita kembali ke asalnya, istri, anak, keluarga dan semua yang hidup akan mati, dan masing-masing akan mempertanggungjawabkan perbuatannya semasa hidup. Saat inilah, di bulan Ramadhan waktu yang tepat untuk mewujudkan kebahagiaan yang sempurna, berdekatan dengan pemilik alam semesta, Allah SWT.