The Jaka Plus, Band Indie Asal Semarang, Live dimana gitu..
RiauJOS!*, Semarang - Sempatkanlah menonton aksi live The Jaka Plus, Band Indie asal Semarang. Mereka para musisi yang konsisten bermusik, dan mencintai musik. Tak salah kalau anda belajar mencintai mereka sebagai obat penawar rindu, karena susah mencari musisi yang benar-benar mencintai musik, dan menghidupkan musik dimanapuan mereka berada.

RiauJOS!* mencatat, dan terus mengikuti perkembangan Band kelas Internasional, namun belum mendapat pengakuan dari orang-orang yang kurang mengerti, betapa hebatnya mereka ketika bermain musik, begitu ekspresif, energik dan menghidupkan suasana ketika tampil live, maupun di studio musik ketika latihan.

Malam ini, Jumat, 10 Juni 2016, The Jaka Plus melalui Instagram, dibagikan ke Facebook menuliskan kalimat motivasi, sekaligus untuk meneguhkan keyakinannya, bahwa keadilan bermusik pasti terjadi, "tidak ada bakat yang tiba-tiba menjadi," tulisnya.

Ini luarbiasa, dan dapat menjadi teladan bagi Band-band yang nge-Band, namun masih setengah hati, karena memikirkan, apakah dari bermain musik dapat memberikan pemasukan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Simak, dan pelajari apa yang dipesankan, sebelum anda dan Band yang anda Bikin kehilangan arah dalam meneguhkan hati dan semangat untuk terus mencintai musik, dan menggunakan musik untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Pelajari juga, bagaimana cara The Jaka Plus memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada, untuk terus memperjuangkan idealisme nya dalam bermusik.



bakat itu lagi-lagi tidak selalu terletak pada apa yang kita suka. Karenanya, perasaan merasa berbakat itu, adalah jebakan yang berbahaya. Inilah perasaan yang akan menyedot seluruh minat, seluruh konsentrasi, seluruh keyakinan untuk hanya tertuju ke satu arah saja. Pada arah lain, saya bukan cuma cenderung tak berminat tapi malah juga sinis dan meremehkan. Seluruh nasihat yang mendorong untuk membuat rekreasi sudut pandang, apalagi anjuran yang meminta berpindah ke lain jurusan tak akan mendapat gubrisan. Inilah kenapa banyak sekali orang yang suaranya fals, tetapi selalu semangat menyumbang lagu di setiap panggung hiburan. Besarnya energi orang ini untuk mengagumi suaranya sendiri sampai mengubur kesadarannya untuk sekadar memahami betapa buruk suaranya. Astaga, betapa berbahaya, terobsesi untuk soal-soal yang keliru. Tapi lagi-lagi soal yang keliru di sana dulu itu, adalah soal yang kekeliruannya baru terasa setelah saya sampai di sini, sekarang ini. Pada saatnya, saya sama sekali tidak memiliki kesadaran apa pun tentang betapa keliru tempat saya itu. Semua tempat yang sedang saya minati saat itu, betapa pun keliru, adalah tempat yang begitu ingin saya huni. bakat itu, ternyata adalah sebuah proses jatuh bangun. Keunikan itu, juga sebuah proses yang terakumulasi. Tidak ada bakat yang tiba-tiba menjadi. Tidak ada keunikan yang terbentuk tanpa oplosan di sana-sini. Ia bagian dari sikap akumulatif tanpa henti. Semakin akumulatif Anda, semakin uniklah Anda. Keunikan sayadi hari ini, pasti hasil dari larutan minat saya menjadi tentara, musisi, penyanyi, kartunis, penulis, pembicara publik, dan entah sebutan apa lagi yang sedang menunggu di depan nanti. Maka berakumasilah tanpa henti, agar keunikan Anda semakin menjadi-jadi!
A photo posted by The Jaka Plus (@the_jakaplus) on



The Jaka Plus, Band Indie Semarang yang Gak Ada Matinya

The Jaka Plus, Band Indie Asal Semarang, Live dimana gitu..
RiauJOS!*, Semarang - Sempatkanlah menonton aksi live The Jaka Plus, Band Indie asal Semarang. Mereka para musisi yang konsisten bermusik, dan mencintai musik. Tak salah kalau anda belajar mencintai mereka sebagai obat penawar rindu, karena susah mencari musisi yang benar-benar mencintai musik, dan menghidupkan musik dimanapuan mereka berada.

RiauJOS!* mencatat, dan terus mengikuti perkembangan Band kelas Internasional, namun belum mendapat pengakuan dari orang-orang yang kurang mengerti, betapa hebatnya mereka ketika bermain musik, begitu ekspresif, energik dan menghidupkan suasana ketika tampil live, maupun di studio musik ketika latihan.

Malam ini, Jumat, 10 Juni 2016, The Jaka Plus melalui Instagram, dibagikan ke Facebook menuliskan kalimat motivasi, sekaligus untuk meneguhkan keyakinannya, bahwa keadilan bermusik pasti terjadi, "tidak ada bakat yang tiba-tiba menjadi," tulisnya.

Ini luarbiasa, dan dapat menjadi teladan bagi Band-band yang nge-Band, namun masih setengah hati, karena memikirkan, apakah dari bermain musik dapat memberikan pemasukan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Simak, dan pelajari apa yang dipesankan, sebelum anda dan Band yang anda Bikin kehilangan arah dalam meneguhkan hati dan semangat untuk terus mencintai musik, dan menggunakan musik untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Pelajari juga, bagaimana cara The Jaka Plus memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada, untuk terus memperjuangkan idealisme nya dalam bermusik.



bakat itu lagi-lagi tidak selalu terletak pada apa yang kita suka. Karenanya, perasaan merasa berbakat itu, adalah jebakan yang berbahaya. Inilah perasaan yang akan menyedot seluruh minat, seluruh konsentrasi, seluruh keyakinan untuk hanya tertuju ke satu arah saja. Pada arah lain, saya bukan cuma cenderung tak berminat tapi malah juga sinis dan meremehkan. Seluruh nasihat yang mendorong untuk membuat rekreasi sudut pandang, apalagi anjuran yang meminta berpindah ke lain jurusan tak akan mendapat gubrisan. Inilah kenapa banyak sekali orang yang suaranya fals, tetapi selalu semangat menyumbang lagu di setiap panggung hiburan. Besarnya energi orang ini untuk mengagumi suaranya sendiri sampai mengubur kesadarannya untuk sekadar memahami betapa buruk suaranya. Astaga, betapa berbahaya, terobsesi untuk soal-soal yang keliru. Tapi lagi-lagi soal yang keliru di sana dulu itu, adalah soal yang kekeliruannya baru terasa setelah saya sampai di sini, sekarang ini. Pada saatnya, saya sama sekali tidak memiliki kesadaran apa pun tentang betapa keliru tempat saya itu. Semua tempat yang sedang saya minati saat itu, betapa pun keliru, adalah tempat yang begitu ingin saya huni. bakat itu, ternyata adalah sebuah proses jatuh bangun. Keunikan itu, juga sebuah proses yang terakumulasi. Tidak ada bakat yang tiba-tiba menjadi. Tidak ada keunikan yang terbentuk tanpa oplosan di sana-sini. Ia bagian dari sikap akumulatif tanpa henti. Semakin akumulatif Anda, semakin uniklah Anda. Keunikan sayadi hari ini, pasti hasil dari larutan minat saya menjadi tentara, musisi, penyanyi, kartunis, penulis, pembicara publik, dan entah sebutan apa lagi yang sedang menunggu di depan nanti. Maka berakumasilah tanpa henti, agar keunikan Anda semakin menjadi-jadi!
A photo posted by The Jaka Plus (@the_jakaplus) on