RiauJOS!*, Pekanbaru - Kenal sama Paman Kikuk? dia salah satu tokoh yang ada dalam cerita di majalah Bobo, majalah anak-anak yang penuh pesan moral di era 80-90 an eksis mengisi hari-hari anak Indonesia.

Paman kikuk, dikenal karena punya karakter sesuai namanya, selalu "kikuk" apabila menemui persoalan, dimanapun berada, Paman Kikuk selalu saja kikuk, dan kepopulerannya dapat dijadikan pelajaran bagi anak-anak Indonesia, agar setiap menghadapi persoalan tak bolek kikuk, harus tetap tenang dan selalu berhati-hati. Biar tidak kikuk, seperti paman kikuk. 

Di bawah ini, ada gambar sampul majalah Bobo edisi pertama, sumbernya dari sini: https://dezinfectant.wordpress.com, kabarnya menurut sumber tersebut, majalah Bobo terbit pertama pada 14 April 1973, jadi usianya, sampai dengan hari ini, Rabu, 1 Juni 2016, sekitar 43 tahun. Lumayan, cukup untuk separuh hidup manusia zaman sekarang.



Nah, lepas itu semua, RiauJOS!* ingin mengulas ke-eksentrik-an seorang Paman Kikuk, tapi bukan Paman Kikuk yang di-imajinasikan majalah Bobo, namun Paman Kikuk asli, dan dia berprofesi sebagai penjual buah-buahan di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Paman Kikuk sedang melayani pembeli

Paman Kikuk yang ini, tidak lagi kikuk, cuman dia punya ciri khas ketika menawarkan barang dagangannya dengan cara unik, Paman Kikuk meneriakkan, "Kikuukk...!, Kikukkikuk...!", kira-kira seperti itu. 

Setelah diwawancara RiauJOS!*, Paman Kikuk membagikan pengalamannya tentang strategi penjualan. Dia menawarkan konsep "kikukikuk", untuk menjual buah-buahan, perlu strategi yang tidak biasa, kalau penjual buah biasa, cuman ketuk-ketuk kaca pakai pisau atau sendok hingga menghasilkan bunyi, "tik.. tiktik, tik.. tik..", mana orang mau beli? pikir Paman Kikuk.

Lalu, Paman Kikuk belajar, dia perhatikan anak-anak, dia mendengarkan masukan dari anak-anak sekolah setingkat SD. Kata Paman Kikuk, dulu waktu jualan buah-buahan, anak-anak memanggilnya Kikuk.. Paman Kikuk, lantas terbesit ide, untuk menggunakan strategi pemasaran yang terinspirasi dari anak-anak sekolah yang seringkali menjulukinya Paman Kikuk. Mari kita dengarkan suara Paman Kikuk, ketika menawarkan buah-buahan kepada siapa saja.


"Kikuuukk.. Kikukkikuukk!!", suara Paman Kikuk nyaring, yang punya nama asli Ali Oyong, bagi Pembaca Riau JOS yang ingin mendengarkan lengkingan suara Paman Kikuk, dapat berkunjung ke Pekanbaru, biasanya siang hari, sekitar pukul 12.00 WIB Paman Kikuk ada di Jalan Sultan Syarif kasim. Silahkan temui, dan rasakan sensasi buah-buahan disertai suara nyaring meleking Paman Kikuk yang eksentrik ini. 

"Kikuuuukkk.. Kikuk Kikuukkk!!", "hahahahahah...," sambil tersenyum Paman Kikuk menuntun sepeda butut yang penuh buah-buahan beraneka ragam, ada Semangka, Nenas, Sawo, Melon, Dondong, Bengkoang, Jambu, Pepaya dan masih banyak lagi. Satu buah dibanderol Rp.1000, dan kalau mau borong, bisa dapat diskon plus suara nyaring Paman Kikuk, "Kikuuukkk.. Kikukikuukk", "hahahahaha...", senyum lebar Paman Kikuk memenuhi wajahnya yang penuh peluh, namun menikmati pekerjaaanya.

Strategi Pemasaran ala Paman Kikuk

RiauJOS!*, Pekanbaru - Kenal sama Paman Kikuk? dia salah satu tokoh yang ada dalam cerita di majalah Bobo, majalah anak-anak yang penuh pesan moral di era 80-90 an eksis mengisi hari-hari anak Indonesia.

Paman kikuk, dikenal karena punya karakter sesuai namanya, selalu "kikuk" apabila menemui persoalan, dimanapun berada, Paman Kikuk selalu saja kikuk, dan kepopulerannya dapat dijadikan pelajaran bagi anak-anak Indonesia, agar setiap menghadapi persoalan tak bolek kikuk, harus tetap tenang dan selalu berhati-hati. Biar tidak kikuk, seperti paman kikuk. 

Di bawah ini, ada gambar sampul majalah Bobo edisi pertama, sumbernya dari sini: https://dezinfectant.wordpress.com, kabarnya menurut sumber tersebut, majalah Bobo terbit pertama pada 14 April 1973, jadi usianya, sampai dengan hari ini, Rabu, 1 Juni 2016, sekitar 43 tahun. Lumayan, cukup untuk separuh hidup manusia zaman sekarang.



Nah, lepas itu semua, RiauJOS!* ingin mengulas ke-eksentrik-an seorang Paman Kikuk, tapi bukan Paman Kikuk yang di-imajinasikan majalah Bobo, namun Paman Kikuk asli, dan dia berprofesi sebagai penjual buah-buahan di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Paman Kikuk sedang melayani pembeli

Paman Kikuk yang ini, tidak lagi kikuk, cuman dia punya ciri khas ketika menawarkan barang dagangannya dengan cara unik, Paman Kikuk meneriakkan, "Kikuukk...!, Kikukkikuk...!", kira-kira seperti itu. 

Setelah diwawancara RiauJOS!*, Paman Kikuk membagikan pengalamannya tentang strategi penjualan. Dia menawarkan konsep "kikukikuk", untuk menjual buah-buahan, perlu strategi yang tidak biasa, kalau penjual buah biasa, cuman ketuk-ketuk kaca pakai pisau atau sendok hingga menghasilkan bunyi, "tik.. tiktik, tik.. tik..", mana orang mau beli? pikir Paman Kikuk.

Lalu, Paman Kikuk belajar, dia perhatikan anak-anak, dia mendengarkan masukan dari anak-anak sekolah setingkat SD. Kata Paman Kikuk, dulu waktu jualan buah-buahan, anak-anak memanggilnya Kikuk.. Paman Kikuk, lantas terbesit ide, untuk menggunakan strategi pemasaran yang terinspirasi dari anak-anak sekolah yang seringkali menjulukinya Paman Kikuk. Mari kita dengarkan suara Paman Kikuk, ketika menawarkan buah-buahan kepada siapa saja.


"Kikuuukk.. Kikukkikuukk!!", suara Paman Kikuk nyaring, yang punya nama asli Ali Oyong, bagi Pembaca Riau JOS yang ingin mendengarkan lengkingan suara Paman Kikuk, dapat berkunjung ke Pekanbaru, biasanya siang hari, sekitar pukul 12.00 WIB Paman Kikuk ada di Jalan Sultan Syarif kasim. Silahkan temui, dan rasakan sensasi buah-buahan disertai suara nyaring meleking Paman Kikuk yang eksentrik ini. 

"Kikuuuukkk.. Kikuk Kikuukkk!!", "hahahahahah...," sambil tersenyum Paman Kikuk menuntun sepeda butut yang penuh buah-buahan beraneka ragam, ada Semangka, Nenas, Sawo, Melon, Dondong, Bengkoang, Jambu, Pepaya dan masih banyak lagi. Satu buah dibanderol Rp.1000, dan kalau mau borong, bisa dapat diskon plus suara nyaring Paman Kikuk, "Kikuuukkk.. Kikukikuukk", "hahahahaha...", senyum lebar Paman Kikuk memenuhi wajahnya yang penuh peluh, namun menikmati pekerjaaanya.