Ilustrasi/RiauJOS!*Capt: JPPN.com


RiauJOS!*, Pontianak - Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar M Zeet Assovie mengatakan, teknologi untuk mendukung kinerja pemerintahaan semakin tinggi. Namun sayangnya beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) masih enggan mengikuti perubahan pola kerja berbasis teknologi tersebut.

"High tech harus diikuti pula dengan high touch. Teknologinya tinggi, maka sentuhan kita terhadap teknologi harus tinggi juga.Tidak mungkin teknologinya tinggi kitanya low touch," katanya seperti dilansir news.google.com, Sabtu, 11 Juni 2016.

M Zeet yakin, dengan penggunaan teknologi secara maksimal, maka Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan dengan cepat pula tergarap secara maksimal.

Tapi, banyak pula teknologi di kantor-kantor yang terkesan percuma karena tidak digunakan maksimal. Aparatur pemerintah seolah tidak peduli, bahkan banyak pula yang gagap teknologi. Padahal pemerintah telah berupaya keras melakukan menganggarkan pembelian barang-barang elektronik.

"Atau dalam Bahasa Melayu-nya bilang 'mane dulu. Wak man maen guli, mane duli'. Artinya terserah dengan teknologi yang tinggi, pokoknya saya dengan konsep kerja saya, begini ya begini lah, tetap saya ngetik dua jari," ujarnya. 


Sumber: jppn.com

PNS Gaptek, Teknologi High Tech..!

Ilustrasi/RiauJOS!*Capt: JPPN.com


RiauJOS!*, Pontianak - Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar M Zeet Assovie mengatakan, teknologi untuk mendukung kinerja pemerintahaan semakin tinggi. Namun sayangnya beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) masih enggan mengikuti perubahan pola kerja berbasis teknologi tersebut.

"High tech harus diikuti pula dengan high touch. Teknologinya tinggi, maka sentuhan kita terhadap teknologi harus tinggi juga.Tidak mungkin teknologinya tinggi kitanya low touch," katanya seperti dilansir news.google.com, Sabtu, 11 Juni 2016.

M Zeet yakin, dengan penggunaan teknologi secara maksimal, maka Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan dengan cepat pula tergarap secara maksimal.

Tapi, banyak pula teknologi di kantor-kantor yang terkesan percuma karena tidak digunakan maksimal. Aparatur pemerintah seolah tidak peduli, bahkan banyak pula yang gagap teknologi. Padahal pemerintah telah berupaya keras melakukan menganggarkan pembelian barang-barang elektronik.

"Atau dalam Bahasa Melayu-nya bilang 'mane dulu. Wak man maen guli, mane duli'. Artinya terserah dengan teknologi yang tinggi, pokoknya saya dengan konsep kerja saya, begini ya begini lah, tetap saya ngetik dua jari," ujarnya. 


Sumber: jppn.com