Penyair Riau, lahir di Yogya, Ocu Aryo

RiauJOS.com, Pekanbaru - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI bekerjasama dengan Bawaslu Provinsi Riau menggelar kegiatan sosialisasi pengembangan pengawasan Pemilu, Kamis, 9 Juni 2016, di Hotel Mutiara Merdeka, Pekanbaru, Provinsi Riau.

Ada hal yang luar biasa, dan berbeda dari kegiatan yang diselenggarakan lembaga pemerintah ini. Biasanya dalam sosialisasi dipanggil atau diundang seorang pakar dibidang kepemiluan, kini Bawaslu Riau mengundang seorang penyair asal Yogyakarta, Suharyoto Sastro Suwiknyo, sapaan akrabnya Ocu Aryo, mengaku lahir di Jogjakarta, namun merasa bagian dari Rakyat Riau karena di Bumi lancangkuning ini sejak tahun 1983. 

Aryo memukau audien sosialiasi, dengan sajaknya yang spontan, tanpa persiapan, tanpa teks dan yang jelas mengalir saja. 

Pada sajaknya, Aryo menyentil sifat salah kaprah para masyarakat, yang selalu saja menyebut Bapak Walikota, ataupun menyebut Bapak pada jabatan di pemerintahan lainnya. Menurut Aryo, tidak perlu menyebut Bapak, karena mereka dipilih atau dilahirkan oleh Rakyat, lebih tepatnya Para aparat pemerintah yang menyebut warga masyarakat dengan Bapak.

Pada sajaknya, Aryo menekankan, bahwa perlu kiranya Bhineka Tunggal Ika yang Rukun dan Asyik terus digelorakan. Mulai dari Awal, hingga penutupan sajaknya, Aryo terus mengingatkan agar selalu berbhineka tunggal ika secara rukun dan asyik.

Aryo dihadapan audiens mengingatkan, agar Berbhineka Tunggal Ika secara rukun dan asyik.



Penyair Riau Ocu Aryo Hadiri Sosialiasi Bawaslu

Penyair Riau, lahir di Yogya, Ocu Aryo

RiauJOS.com, Pekanbaru - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI bekerjasama dengan Bawaslu Provinsi Riau menggelar kegiatan sosialisasi pengembangan pengawasan Pemilu, Kamis, 9 Juni 2016, di Hotel Mutiara Merdeka, Pekanbaru, Provinsi Riau.

Ada hal yang luar biasa, dan berbeda dari kegiatan yang diselenggarakan lembaga pemerintah ini. Biasanya dalam sosialisasi dipanggil atau diundang seorang pakar dibidang kepemiluan, kini Bawaslu Riau mengundang seorang penyair asal Yogyakarta, Suharyoto Sastro Suwiknyo, sapaan akrabnya Ocu Aryo, mengaku lahir di Jogjakarta, namun merasa bagian dari Rakyat Riau karena di Bumi lancangkuning ini sejak tahun 1983. 

Aryo memukau audien sosialiasi, dengan sajaknya yang spontan, tanpa persiapan, tanpa teks dan yang jelas mengalir saja. 

Pada sajaknya, Aryo menyentil sifat salah kaprah para masyarakat, yang selalu saja menyebut Bapak Walikota, ataupun menyebut Bapak pada jabatan di pemerintahan lainnya. Menurut Aryo, tidak perlu menyebut Bapak, karena mereka dipilih atau dilahirkan oleh Rakyat, lebih tepatnya Para aparat pemerintah yang menyebut warga masyarakat dengan Bapak.

Pada sajaknya, Aryo menekankan, bahwa perlu kiranya Bhineka Tunggal Ika yang Rukun dan Asyik terus digelorakan. Mulai dari Awal, hingga penutupan sajaknya, Aryo terus mengingatkan agar selalu berbhineka tunggal ika secara rukun dan asyik.

Aryo dihadapan audiens mengingatkan, agar Berbhineka Tunggal Ika secara rukun dan asyik.