Editorial RiauJOS!, Kamis, 9 Juni 2016


Mulai dari Trilogi, dan kampanye salam tiga jari "OKE"

Pak Walikota Pekanbaru dan "Salam Tiga Jari"

Selamat datang di Kota Pekanbaru, dan.. langsung disambut salam "Oke" oleh Pak Walikota Pekanbaru yang sedang sibuk mengkampanyekan Trilogi, dengan cara mempopulerkan salam "Oke", dengan metode mengingat jembatan keledai: PAS, DKI, dan MB2.

Mantap memang, metode Pemerintah Kota Pekanbaru untuk menjejalkan ingatan tentang Trilogi dengan salam "oke" tiga jari. Semua langsung ingat, pertama, PAS, kedua, DKI, dan ketiga, MB2. Dimana-mana, hampir disetiap sudut jalan utama di Kota Pekanbaru mudah ditemui kampanye slogan Pemko Pekanbaru.

Motto dan Slogan, 

maunya jadi nyata.. tapi, kan cuman moto dan slogan? memang seharusnya indah, dan menggawang diangkasa sana..
Ini indahnya, motto dan slogan Kota Pekanbaru:

Kota pekanbaru yang dikenal dengan slogan "KOTAKU, KOTAMU DAN KOTA KITA BERTUAH", mempunyai motto: BERSIH, TERTIB, USAHA BERSAMA, AMAN, dan HARMONIS dengan arti:

BERSIH
Bersih lahir, jiwa, rumahtangga, lingkungan pasar, pendidikan, tempat hiburan/rekreasi, jalur hijau dan pusat kesehatan.

TERTIB
Tertib pribadi, keluarga, lingkungan pekerjaan, beribadat, lalu lintas sehingga terwujud warga yang selalu menjunjung tinggi norma kaidah dan peraturan yang berlaku.

USAHA BERSAMA
Keterlibatan kebersamaan dari pemerintah, orpol, ormas, generasi muda, alim ulama, cerdik cendekiawan, seniman dan seluruh lapisan masyarakat dalam berfikir dan berusaha guna mewujudkan pembangunan untuk kesejahteraan rakyat.

AMAN
Rasa tentram setiap pribadi, keluarga, lingkungan masyarakat dan kotanya dari gangguan ancaman dan hambatan dalam berfikir dan berusaha guna menjalankan ibadah dan melaksanakan pembangunan.

HARMONIS
Serasi, seiya sekata, senasib, sepenanggungan saling hormat menghormati.
Setukul bagai palu
Seciap bagai ayam
Sedencing bagai besi
Yang tua dihormati
Yang muda dikasihi
Yang cerdik pandai dihargai
Yang memerintah ditaati.

Riwayatmu Kini

Ada salah seorang warga, yang tak mau disebutkan namanya mengatakan, sampah yang menggunung dan tak teratasi oleh Pemko, ada unsur politis, ada upaya menjelang Pilkada 2017, yang tahapannya sudah mulai terasa. Baik dirasakan penyelenggara KPU, Bawaslu dan DKPP, maupun peserta yang telah pula yakin mau bertanding untuk memperebutkan jabatan tinggi di tingkat daerah.

Katanya lagi, persoalan sampah hari ini, adalah pertama kali dalam sejarah Kota Pekanbaru. Lalu, apa kata Pemko?

Wali Kota Pekanbaru, Firdaus mengaku kecewa dengan kinerja PT MIG (Multi Inti Guna) selaku pihak ketiga yang sudah dipercaya mengelola sistem angkutan sampah di Kota Pekanbaru sejak enam bulan terakhir. "Saya jelas kecewa karena kondisi ini mencoreng citra Pekanbaru sebagai kota bersih," katanya.

Untuk menyaksikan apa yang terjadi dengan Kota Pekanbaru kini, silahkan lihat beberapa foto yang diambil dijalan-jalan utama kota Pekanbaru. Di pencarian google pun sudah bertebaran, kalau memang kurang puas dengan kegagalan Pemko dan jajaran mengelola sampah. Silahkan searching, RiauJOS!*, cukup menghentikan ketidakberhasilan sampai disini, namun lebih fokus kepada bagaimana langkah sigap dan tangkas untuk mengatasi bau busuk sampah yang sudah mengganggu warga yang sedang melaksanakan ibadah puasa.

Sampah menggunung, dan semakin menjulang

Pemandangan depan rumah, penuh sampah

Pinggir jalan, dihiasi sampah

bertebaran, memenhui badan jalan

Berserakan, hilang indahnya

Sampah rumah tangga, tak teratasi
Tidak sepenuhnya, kesalahan ini dibebankan kepada Walikota dan Wakilnya, RiauJOS!* malah mempertanyakan perilaku konsumtif yang tidak dibarengi dengan ketrampilan mengelola sampah.

Diperlukan teknologi pengelolaan sampah untuk mengatasi dengan segera apa yang terjadi sekarang ini di Kota Pekanbaru. Selain itu, diperlukan upaya untuk menggelorakan semua warga Pekanbaru, misalnya Pemko mengusulkan, hari libur untuk peduli lingkungan, semua warga bahu-membahu memungut sampah, dan membuatkan lobang tanah untuk dikubur, tentu dengan teknologi pengelolaan sampah yang sudah disosialisasikan Pemko dan jajaran.

Kalau sekedar mencemooh kinerja orang, tentu semua orang mudah melakukannya, namun sekarang ini diperlukan Pemimpin yang taktis dan strategis untuk mengatasi persoalan sampah yang sudah pada level "PARAH", 

Para bakal calon Walikota Pekanbaru, bisa unjuk ide untuk mengatasi persoalan ini, tak perlu bully mem bully, inikan bulan penuh ampunan, ampuni saja siapa yang sudah meminta maaf atas kejadian ini.

Silahkan, kepada para bakal calon Walikota Pekanbaru, berlomba-lomba unjuk ide dan langkah nyata untuk mengatasi persoalan sampah. Siapa tahu, nanti andalah Walikota Pekanbaru yang dicintai warga, karena punya prestasi luar biasa, mampu mengatasi masalah sampah dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

Pekanbaru, Riwayatmu Kini (Semi Bertuah dan Menyampah)

Editorial RiauJOS!, Kamis, 9 Juni 2016


Mulai dari Trilogi, dan kampanye salam tiga jari "OKE"

Pak Walikota Pekanbaru dan "Salam Tiga Jari"

Selamat datang di Kota Pekanbaru, dan.. langsung disambut salam "Oke" oleh Pak Walikota Pekanbaru yang sedang sibuk mengkampanyekan Trilogi, dengan cara mempopulerkan salam "Oke", dengan metode mengingat jembatan keledai: PAS, DKI, dan MB2.

Mantap memang, metode Pemerintah Kota Pekanbaru untuk menjejalkan ingatan tentang Trilogi dengan salam "oke" tiga jari. Semua langsung ingat, pertama, PAS, kedua, DKI, dan ketiga, MB2. Dimana-mana, hampir disetiap sudut jalan utama di Kota Pekanbaru mudah ditemui kampanye slogan Pemko Pekanbaru.

Motto dan Slogan, 

maunya jadi nyata.. tapi, kan cuman moto dan slogan? memang seharusnya indah, dan menggawang diangkasa sana..
Ini indahnya, motto dan slogan Kota Pekanbaru:

Kota pekanbaru yang dikenal dengan slogan "KOTAKU, KOTAMU DAN KOTA KITA BERTUAH", mempunyai motto: BERSIH, TERTIB, USAHA BERSAMA, AMAN, dan HARMONIS dengan arti:

BERSIH
Bersih lahir, jiwa, rumahtangga, lingkungan pasar, pendidikan, tempat hiburan/rekreasi, jalur hijau dan pusat kesehatan.

TERTIB
Tertib pribadi, keluarga, lingkungan pekerjaan, beribadat, lalu lintas sehingga terwujud warga yang selalu menjunjung tinggi norma kaidah dan peraturan yang berlaku.

USAHA BERSAMA
Keterlibatan kebersamaan dari pemerintah, orpol, ormas, generasi muda, alim ulama, cerdik cendekiawan, seniman dan seluruh lapisan masyarakat dalam berfikir dan berusaha guna mewujudkan pembangunan untuk kesejahteraan rakyat.

AMAN
Rasa tentram setiap pribadi, keluarga, lingkungan masyarakat dan kotanya dari gangguan ancaman dan hambatan dalam berfikir dan berusaha guna menjalankan ibadah dan melaksanakan pembangunan.

HARMONIS
Serasi, seiya sekata, senasib, sepenanggungan saling hormat menghormati.
Setukul bagai palu
Seciap bagai ayam
Sedencing bagai besi
Yang tua dihormati
Yang muda dikasihi
Yang cerdik pandai dihargai
Yang memerintah ditaati.

Riwayatmu Kini

Ada salah seorang warga, yang tak mau disebutkan namanya mengatakan, sampah yang menggunung dan tak teratasi oleh Pemko, ada unsur politis, ada upaya menjelang Pilkada 2017, yang tahapannya sudah mulai terasa. Baik dirasakan penyelenggara KPU, Bawaslu dan DKPP, maupun peserta yang telah pula yakin mau bertanding untuk memperebutkan jabatan tinggi di tingkat daerah.

Katanya lagi, persoalan sampah hari ini, adalah pertama kali dalam sejarah Kota Pekanbaru. Lalu, apa kata Pemko?

Wali Kota Pekanbaru, Firdaus mengaku kecewa dengan kinerja PT MIG (Multi Inti Guna) selaku pihak ketiga yang sudah dipercaya mengelola sistem angkutan sampah di Kota Pekanbaru sejak enam bulan terakhir. "Saya jelas kecewa karena kondisi ini mencoreng citra Pekanbaru sebagai kota bersih," katanya.

Untuk menyaksikan apa yang terjadi dengan Kota Pekanbaru kini, silahkan lihat beberapa foto yang diambil dijalan-jalan utama kota Pekanbaru. Di pencarian google pun sudah bertebaran, kalau memang kurang puas dengan kegagalan Pemko dan jajaran mengelola sampah. Silahkan searching, RiauJOS!*, cukup menghentikan ketidakberhasilan sampai disini, namun lebih fokus kepada bagaimana langkah sigap dan tangkas untuk mengatasi bau busuk sampah yang sudah mengganggu warga yang sedang melaksanakan ibadah puasa.

Sampah menggunung, dan semakin menjulang

Pemandangan depan rumah, penuh sampah

Pinggir jalan, dihiasi sampah

bertebaran, memenhui badan jalan

Berserakan, hilang indahnya

Sampah rumah tangga, tak teratasi
Tidak sepenuhnya, kesalahan ini dibebankan kepada Walikota dan Wakilnya, RiauJOS!* malah mempertanyakan perilaku konsumtif yang tidak dibarengi dengan ketrampilan mengelola sampah.

Diperlukan teknologi pengelolaan sampah untuk mengatasi dengan segera apa yang terjadi sekarang ini di Kota Pekanbaru. Selain itu, diperlukan upaya untuk menggelorakan semua warga Pekanbaru, misalnya Pemko mengusulkan, hari libur untuk peduli lingkungan, semua warga bahu-membahu memungut sampah, dan membuatkan lobang tanah untuk dikubur, tentu dengan teknologi pengelolaan sampah yang sudah disosialisasikan Pemko dan jajaran.

Kalau sekedar mencemooh kinerja orang, tentu semua orang mudah melakukannya, namun sekarang ini diperlukan Pemimpin yang taktis dan strategis untuk mengatasi persoalan sampah yang sudah pada level "PARAH", 

Para bakal calon Walikota Pekanbaru, bisa unjuk ide untuk mengatasi persoalan ini, tak perlu bully mem bully, inikan bulan penuh ampunan, ampuni saja siapa yang sudah meminta maaf atas kejadian ini.

Silahkan, kepada para bakal calon Walikota Pekanbaru, berlomba-lomba unjuk ide dan langkah nyata untuk mengatasi persoalan sampah. Siapa tahu, nanti andalah Walikota Pekanbaru yang dicintai warga, karena punya prestasi luar biasa, mampu mengatasi masalah sampah dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.