Sok kenal dengan Herman Abdullah Rendahkan Blogger
Ilustrasi di POM Bensin

Ribut dengan Seorang Blogger,Wanita ini Mengaku kenal dengan adik Herman Abdullah


RiauJOS.com - 23 Juni 2016, Siang hari sekitar jam 10an saya harus mengisi minyak motor di SPBU Arengka Panam, Saya kecewa beberapa menit menunggu antrian pertalite petugas belum juga Nampak, saya memutuskan membeli pertamax BBM dengan oktan lebih tinggi disbanding pertalite. Namun sama saja saya harus antri dan petugas tidak juga muncul. Tiba-tiba dibelakan saya dating seorang wanita dengan menaiki motor matic dan membunyikan klakson dua kali sambil teriak protes. Dalam hati saya wajarlah namun beberapa waktu kemudian wanita itu meneriaki petugas yang Nampak sedang kebingungan karena kekurangan personil tak lama kemudian datang peremuan mungil dengan seragan putih hitam. Perempuan pengendara matik pun memaki-maki pelayanan perempuan mungil tersebut karena pelayanan yang buruk. Perempuan mungil itu pun langsung berdiri dan menyampaikan permintaan maaf pada pelanggan khususnya perempuan pengendara matik tersebut sebelum melanjutkan pekerjaanya.

“Iya mohon maaf, kami kekurangan personil”

Merasa belum puas pengendara matik itu masih menyerang petugas SPBU yang mungil itu dengan nada yang kasar.

Hati saya tidak tega, sebetulnya penempatan personil bukan tanggungjawab petugas SPBU, semua itu hanya management yang lebih tahu alasanya. Lalu saya berkata pada wanita pengendara matik itu.

Saya : “kalau marah sama bagian managemen, bukan sama dia bu” saya sambil menunjuk wanita petugas SPBU yang sedang berlari mencari kembalian.

Perempuan pengendara matik : “Pertamax itu seharusnya lebih didahulukan” dengan nada tinggi dan muka melotot

Beberpa saat kemudia wanita petugas SPBU itu datang, sekali lagi dia meminta maaf namun terucap kata-kata yang menunjukkan rasa sakit hati dia dengan wanita pengendara matik tersebut.

“Maaf bu kami kekuarangan personil, kalo gam au beli juga gpp”

Petugas ini merasa sakit hati dengan perlakuakn perempuan pengendara matik, lalu saya Tanya pada perempuan pengendara matik 

Saya : “ibu kerja dimana?”

Perempuan pengendara matik:”Saya orang media”

Saya : “ooo….ibu ga pernah kerja dibagian pelayanan ya”

Perempuan pengendara matik : “Saya ga peduli, semua kan sudah ada diperaturan pemerintah bla…bla…bla…”

Saya : “saya tahu bu, saya ini blogger saya tahu mengenai itu, Cuma ibu jangan marah sama dia, sampaikan pada managemen”

Perempuan pengendara matik : “Blogger itukan punya anda sendiri …..bla…bla…bla kalau saya bilang sama adek Herman Abdulah Juga Tahu, Kamu tahu Herman Abdullah”

Saya “Ga tahu bu saya ga kenal siapa-siapa”

Perempuan pengendara matik :”Makanya kalo ga tahu apa-apa ga usah ngomong, “

Merasa orang Media, dan kenal adik herman Abdullah Permpuan ini merasa paling benar, Saya hanya seorang blogger saya tidak kenal denagn Herman Abdullah, namun pak Herman yang tidak kenal saya. 

Pelajaran untuk kita semua 

  • Ketika complain dengan pelayanan yang buruk, silahkan complain, namun yang tepat sasaran, bukan hanya marah pada orang yang lemah
  • Meskipun kita bukan kenalan Herman Abdullah atau Jokowi sekalipun, bukan berarti kita bodoh dan tidak berhak membela orang yang lemah.
  • Apapun pekerjaan kita, baik kita POLISI, JURNALIS, BLOGGER, PERAWAT semua memunyai hak

Perempuan pengendara matik ini memberi pelajaran buat kita:

  • BLOGGER lebih rendah dari orang MEDIA. Saya kurang paham media seperti apa, bukkankah blog, vlog itu juga media. 
  • Pamer kenal dengan adik Herman Abdullah untuk memaki-maki petugas SPBU yang lemah.
  • MUdah mudahaan tulisan ini bermanfaat, untuk kita mohon sebarkan sebagai pelajaran buat kita.

BLOGGER
Pengidap disleksia sejak kecil



Merasa Orang Media, Perempuan Ini Rendahkan Blogger

Sok kenal dengan Herman Abdullah Rendahkan Blogger
Ilustrasi di POM Bensin

Ribut dengan Seorang Blogger,Wanita ini Mengaku kenal dengan adik Herman Abdullah


RiauJOS.com - 23 Juni 2016, Siang hari sekitar jam 10an saya harus mengisi minyak motor di SPBU Arengka Panam, Saya kecewa beberapa menit menunggu antrian pertalite petugas belum juga Nampak, saya memutuskan membeli pertamax BBM dengan oktan lebih tinggi disbanding pertalite. Namun sama saja saya harus antri dan petugas tidak juga muncul. Tiba-tiba dibelakan saya dating seorang wanita dengan menaiki motor matic dan membunyikan klakson dua kali sambil teriak protes. Dalam hati saya wajarlah namun beberapa waktu kemudian wanita itu meneriaki petugas yang Nampak sedang kebingungan karena kekurangan personil tak lama kemudian datang peremuan mungil dengan seragan putih hitam. Perempuan pengendara matik pun memaki-maki pelayanan perempuan mungil tersebut karena pelayanan yang buruk. Perempuan mungil itu pun langsung berdiri dan menyampaikan permintaan maaf pada pelanggan khususnya perempuan pengendara matik tersebut sebelum melanjutkan pekerjaanya.

“Iya mohon maaf, kami kekurangan personil”

Merasa belum puas pengendara matik itu masih menyerang petugas SPBU yang mungil itu dengan nada yang kasar.

Hati saya tidak tega, sebetulnya penempatan personil bukan tanggungjawab petugas SPBU, semua itu hanya management yang lebih tahu alasanya. Lalu saya berkata pada wanita pengendara matik itu.

Saya : “kalau marah sama bagian managemen, bukan sama dia bu” saya sambil menunjuk wanita petugas SPBU yang sedang berlari mencari kembalian.

Perempuan pengendara matik : “Pertamax itu seharusnya lebih didahulukan” dengan nada tinggi dan muka melotot

Beberpa saat kemudia wanita petugas SPBU itu datang, sekali lagi dia meminta maaf namun terucap kata-kata yang menunjukkan rasa sakit hati dia dengan wanita pengendara matik tersebut.

“Maaf bu kami kekuarangan personil, kalo gam au beli juga gpp”

Petugas ini merasa sakit hati dengan perlakuakn perempuan pengendara matik, lalu saya Tanya pada perempuan pengendara matik 

Saya : “ibu kerja dimana?”

Perempuan pengendara matik:”Saya orang media”

Saya : “ooo….ibu ga pernah kerja dibagian pelayanan ya”

Perempuan pengendara matik : “Saya ga peduli, semua kan sudah ada diperaturan pemerintah bla…bla…bla…”

Saya : “saya tahu bu, saya ini blogger saya tahu mengenai itu, Cuma ibu jangan marah sama dia, sampaikan pada managemen”

Perempuan pengendara matik : “Blogger itukan punya anda sendiri …..bla…bla…bla kalau saya bilang sama adek Herman Abdulah Juga Tahu, Kamu tahu Herman Abdullah”

Saya “Ga tahu bu saya ga kenal siapa-siapa”

Perempuan pengendara matik :”Makanya kalo ga tahu apa-apa ga usah ngomong, “

Merasa orang Media, dan kenal adik herman Abdullah Permpuan ini merasa paling benar, Saya hanya seorang blogger saya tidak kenal denagn Herman Abdullah, namun pak Herman yang tidak kenal saya. 

Pelajaran untuk kita semua 

  • Ketika complain dengan pelayanan yang buruk, silahkan complain, namun yang tepat sasaran, bukan hanya marah pada orang yang lemah
  • Meskipun kita bukan kenalan Herman Abdullah atau Jokowi sekalipun, bukan berarti kita bodoh dan tidak berhak membela orang yang lemah.
  • Apapun pekerjaan kita, baik kita POLISI, JURNALIS, BLOGGER, PERAWAT semua memunyai hak

Perempuan pengendara matik ini memberi pelajaran buat kita:

  • BLOGGER lebih rendah dari orang MEDIA. Saya kurang paham media seperti apa, bukkankah blog, vlog itu juga media. 
  • Pamer kenal dengan adik Herman Abdullah untuk memaki-maki petugas SPBU yang lemah.
  • MUdah mudahaan tulisan ini bermanfaat, untuk kita mohon sebarkan sebagai pelajaran buat kita.

BLOGGER
Pengidap disleksia sejak kecil