Social Items

Tugu Adipura di Pekanbaru di Pekanbaru
Tugu Adipura di Pekanbaru

RiauJOS.com, Pekanbaru - Persoalan sampah di Kota Pekanbaru sebagai Ibukota Provinsi Riau yang selama ini kerap memperoleh Adipura karena kebersihanya, namun kenyataan persoalan sampah dalam beberapa pekan terakhir bertolak belakang.

Pasca buruh kebersihana Kota Pekanbaru yang dipekerjakan PT MIG tidak dibayarkan gajinya selama tiga bulan terakhir, membuat mereka mogok sampai saat ini. Perusahaan mitra Pemko Pekanbaru tidak sanggup menggaji para buruh karena belum tagihan perusahaan tak kunjung dibayarkan pihak Pemko.

Alhasil, buruh mogok dan sampah menumpuk dimana-mana. Upaya penangkutan sampah dari penampungan sementara di setiap jalan-jalan di Kota Pekanbaru terus dilakukan, baik dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan dan dinas Pekerjaan Umum juga telah berupaya. Namun belum mampu mengatasi tumpukan sampah di kota Pekanbaru. 

Bahkan Satpol PP Pemprov Riau juga telah diturun, tapi sampah belum juga bersih seperti sebelumnya. Sejumalah elemen masyarakat Kota Pekanbaru yang peduli sampah terus mendesak Pemko Pekanbaru untuk mengatasi persoalan tersebut. Inti persoalan gaji yang belum terselesaikan. Bahkan mahasiswa juga pernah melakuka orasi sambil meletakan sampah di depan rumah dinas walikota Pekanbaru. Hasilnya, massa mahasiswa malah dilaporkan balik ke polisi dengan tudingan melanggar ketertiban umum.

Bahkan mahasiswa peduli sampah kota Pekanbaru juga berupaya menggalang dana untuk meringankan ratusan buruh yang sudah tiga bulan tidak menerima gaji. Dilansir metroterkini.com, Senin, 27 Juni 2016, puluhan massa mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Peduli Sampah Pekanbaru kembali melakukan aksi penyelimutan kain hitam Tugu Adipura yang berada di depan kantor Walikota Pekanbaru, sebagai bentuk Kota Pekanbaru tidak layak untuk Adipura karena persoalan sampah tidak bisa diselesaikan oleh Walikota Pekanbaru, Firdaus MT.

"Ini sebagai wujud kekecewaan kami," ujar Koordinator Lapangan Rio Harminto yang menyampaikan wujud kekecewaan sebagai warga karena Pekanbaru yang selama ini bersih dan mendapatkan piala Adipura tapi kini yang terlihat dimana-dimana hanya sampah.

"Penyelimutan ini dilakukan sampai kota Pekanbaru benar-benar bersih dari sampah," tambahnya.

Selesai menyelimuti tugu Adipura di depan Kantor Walikota Pekanbaru, puluhan massa ini langsung menuju kantor Walikota untuk penyerahan koin peduli sampah kepada Walikota Pekanbaru Firdaus MT.

Mahasiswa Bungkus Tugu Adipura di Pekanbaru

Tugu Adipura di Pekanbaru di Pekanbaru
Tugu Adipura di Pekanbaru

RiauJOS.com, Pekanbaru - Persoalan sampah di Kota Pekanbaru sebagai Ibukota Provinsi Riau yang selama ini kerap memperoleh Adipura karena kebersihanya, namun kenyataan persoalan sampah dalam beberapa pekan terakhir bertolak belakang.

Pasca buruh kebersihana Kota Pekanbaru yang dipekerjakan PT MIG tidak dibayarkan gajinya selama tiga bulan terakhir, membuat mereka mogok sampai saat ini. Perusahaan mitra Pemko Pekanbaru tidak sanggup menggaji para buruh karena belum tagihan perusahaan tak kunjung dibayarkan pihak Pemko.

Alhasil, buruh mogok dan sampah menumpuk dimana-mana. Upaya penangkutan sampah dari penampungan sementara di setiap jalan-jalan di Kota Pekanbaru terus dilakukan, baik dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan dan dinas Pekerjaan Umum juga telah berupaya. Namun belum mampu mengatasi tumpukan sampah di kota Pekanbaru. 

Bahkan Satpol PP Pemprov Riau juga telah diturun, tapi sampah belum juga bersih seperti sebelumnya. Sejumalah elemen masyarakat Kota Pekanbaru yang peduli sampah terus mendesak Pemko Pekanbaru untuk mengatasi persoalan tersebut. Inti persoalan gaji yang belum terselesaikan. Bahkan mahasiswa juga pernah melakuka orasi sambil meletakan sampah di depan rumah dinas walikota Pekanbaru. Hasilnya, massa mahasiswa malah dilaporkan balik ke polisi dengan tudingan melanggar ketertiban umum.

Bahkan mahasiswa peduli sampah kota Pekanbaru juga berupaya menggalang dana untuk meringankan ratusan buruh yang sudah tiga bulan tidak menerima gaji. Dilansir metroterkini.com, Senin, 27 Juni 2016, puluhan massa mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Peduli Sampah Pekanbaru kembali melakukan aksi penyelimutan kain hitam Tugu Adipura yang berada di depan kantor Walikota Pekanbaru, sebagai bentuk Kota Pekanbaru tidak layak untuk Adipura karena persoalan sampah tidak bisa diselesaikan oleh Walikota Pekanbaru, Firdaus MT.

"Ini sebagai wujud kekecewaan kami," ujar Koordinator Lapangan Rio Harminto yang menyampaikan wujud kekecewaan sebagai warga karena Pekanbaru yang selama ini bersih dan mendapatkan piala Adipura tapi kini yang terlihat dimana-dimana hanya sampah.

"Penyelimutan ini dilakukan sampai kota Pekanbaru benar-benar bersih dari sampah," tambahnya.

Selesai menyelimuti tugu Adipura di depan Kantor Walikota Pekanbaru, puluhan massa ini langsung menuju kantor Walikota untuk penyerahan koin peduli sampah kepada Walikota Pekanbaru Firdaus MT.