Social Items

Herman Yudiono Blogger Profesional

Di Balik Layar Penjualan Ebook Make Money Blogging


Seperti yang mungkin Anda ketahui, mulai 16 Mei 2016 lalu saya menjual ebook berbayar kedua saya yang berjudul Make Money Blogging: Panduan Tahap demi Tahap Menghasilkan Uang dari Blog (MMB).

Sekadar berbagi, di postingan ini saya menginformasikan di balik layar penjualan ebook tersebut. Informasi ini terdiri dari suka dan duka.

A. Suka

1. Menghasilkan Rp 9,2 juta dalam 8 hari

Tidak sedikit orang yang pesimis bahwa menjual ebook itu tidak akan profit. Alasan mereka adalah banyak ebook berbayar yang kualitasnya abal-abal dan ebook susah diproteksi sehingga dapat disebarkan secara gratis oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Namun, saya mencoba saja menjual ebook untuk melihat seperti apa yang akan terjadi. Alhamdulilah, saya mendapatkan profit dari menjual dua ebook saya.

Khusus untuk ebook MMB, saya memperoleh Rp 9,2 juta dalam 8 hari. Dengan kata lain, saya mendapatkan Rp 1.150.00 sehari untuk kurun waktu tersebut.

Tak lengkap kalau tidak ada bukti, bukan?

Tanpa bermaksud sombong atau takabur, berikut grafik penjualan ebook MMB dalam 8 hari.

Screenshot dari salah satu rekening saya:

Sekadar informasi, saya mendapat ide membuat ebook MMB dari pertanyaan yang diajukan salah seorang pembaca Blogodolar.

Jangan heran kalau saya membuat headline sales letter penjualan ebook MMB dari email pembaca tersebut, yaitu Dari Nol Hingga Menghasilkan Uang.

Berikut email pembaca yang saya maksud:

2. Sejumlah pembeli mengaku senang dengan ebook saya

Satu hal yang terus berada di pikiran saya saat membuat ebook MMB adalah saya ingin membantu pemula membuat blog berkualitas dan menghasilkan uang dari blog tersebut dalam jangka panjang.

Untuk itu, saya mencurahkan waktu dan energi agar ebook MMB ini bermanfaat bagi mereka. Bukan hanya itu, saya pun mengeluarkan uang sekitar Rp 390.000 untuk membeli hosting lokal.

Dengan kata lain, saya melakukan apa yang saya rekomendasikan dalam ebook saya. Bukan teori atau referensi orang lain.

Alhamdulilah, kerja keras saya di atas membuahkan hasil. Sejumlah pembeli ebook MMB menghubungi saya untuk menginformasikan bahwa mereka senang dengan isi ebook saya.

Selain itu, hingga tulisan ini dibuat, belum ada yang meminta uang kembali. Semoga saja tidak ada. Amiin…

3. Didoakan sejumlah orang yang tidak membeli

Berdasarkan pengalaman menjual ebook pertama saya, saya berasumsi bahwa ebook kedua saya akan dibeli 1-2% pelanggan email Blogodolar selama masa diskon. Untuk itu, saya mesti ikhlas ribuan pelanggan tidak akan membeli ebook saya.

Yang cukup mengejutkan, beberapa dari mereka membalas email promosi saya dengan mendoakan supaya ebook saya laris. Saya berterima kasih sekali kepada mereka.

4. Membeli ebook saya dengan pulsa atau PayPal

Metode pembayaran yang saya gunakan dalam menjual ebook saya adalah transfer uang ke nomor rekening saya di bank Mandiri, BCA, dan BNI. Alasannya, ketiga bank tersebut familiar bagi kebanyakan orang.

Akan tetapi, ada kejutan yang menarik. Beberapa pembeli menawarkan pembayaran alternatif yaitu dengan pulsa dan PayPal.

Saya tidak ingin menghambat mereka sehingga saya dengan senang hati membolehkan mereka membeli ebook saya dengan pembayaran alternatif tersebut.

5. Booking diskon 50%

Entah mengapa, seperti halnya ebook pertama, saya merilis ebook MMB pada pertengahan bulan. Tentu saja, kurun waktu tersebut merupakan awal tanggal tua.

Mungkin karena hal tersebut, beberapa calon pembeli meminta atau mem-booking diskon 50% untuk pembelian setelah tanggal 18 Mei 2016.

Seperti halnya pembayaran alternatif di atas, saya tidak ingin menghambat mereka. Saya membolehkan mereka mem-booking diskon tersebut.

Hal yang sama saya berlakukan bagi beberapa calon pembeli yang kesulitan menemukan ATM karena mereka sedang di lokasi terpencil dan tidak ada koneksi internet untuk akses internet banking.

B. Duka


Yang namanya jualan, selain suka, tentu ada juga duka, bukan? Yang dimaksud duka di sini adalah kesulitan saya dan beberapa kejutan negatif yang saya terima. Di bawah ini uraiannya.

1. Penjualan secara manual

Saya menjual kedua ebook saya dengan cara manual. Tahapannya sebagai berikut:

Pembeli mentransfer uang seharga ebook ke salah satu rekening saya
Mereka mengonfirmasi pembelian dengan mengirimkan SMS ke nomor saya
Saya mengecek pembelian mereka
Saya mengirimkan ebook ke email mereka
Saya membalas SMS mereka untuk menginformasikan bahwa ebook sudah dikirim
Ketiga tahap yang saya lakukan di atas cukup menyita waktu saya. Saya sekurang-kurangnya butuh waktu 4-5 menit untuk melayani seorang pembeli. Tak heran, saya pontang-panting bila ada 5 pembeli yang bersamaan.

Ke depannya, saya hendak mengotomatiskan penjualan ebook saya. Saya sedang menimbang-nimbang menggunakan Ratakan.com atau plugin khusus penjualan yang diinformasikan seorang kawan dekat saya.

2. Ada 3 orang yang nanya-nanya namun tidak membeli

Kejutan negatif pertama datang dari beberapa orang yang serius bertanya. Sebagai penjual, tentu saya menjawab mereka dengan baik karena saya pikir mereka mau membeli namun ada sejumlah hal yang belum dipahaminya.

Faktanya, mereka tidak membeli. Saya senyum-senyum kecil saja karena merasa “dikadalin”.

Namun, itu tidak masalah. Mengapa? Karena hal yang sama dialami juga beberapa kawan saya yang menjual produk fisik di blognya.

3. Ada dua orang yang bermental gratisan

Kejutan negatif kedua adalah ada dua orang yang bermental gratisan. Orang pertama mempertanyakan mengapa ebook saya tidak digratiskan saja. Orang kedua meminta saya untuk memberitahu dia kalau ebook saya sudah gratis.

Saya prihatin dengan kedua orang yang bermental gratisan tersebut. Mengapa? Karena menurut blogger senior, Yodhia Antariksa dari StrategiManajemen.net, mental gratisan bisa membuat mereka terpuruk dalam nestapa.

4. Ada seorang hater

Kejutan terakhir datang dari seorang hater. Ia mengirim email kepada saya yang isinya seperti ini:

Saya berpikir apakah saya mesti menggunakan air atau api terhadap orang ini. Bila saya menggunakan air, saya akan mengatakan terima kasih atas kritikannya. Jika menggunakan api, saya akan membantah atau melawan pendapat dia.

Akhirnya, saya menggunakan api. Di bawah ini email balasan saya terhadap hater tersebut.

Si hater bungkam. Tidak membalas email saya lagi.

Poinnya, jika Anda menjual produk atau jasa dan ada hater, jangan takut. Sepanjang Anda di koridor hukum, lawan dia sehingga dia mau berpikir untuk menghormati Anda.

Itulah di balik layar penjualan ebook MMB. Semoga ada manfaatnya bagi Anda yang ingin atau hendak menjual produk atau jasa Anda untuk pertama kali.



Herman Yudiono, Blogger Profesional

Herman Yudiono: Suka-duka Jualan Ebook (Rp.9,2 juta selama 8 hari)

Herman Yudiono Blogger Profesional

Di Balik Layar Penjualan Ebook Make Money Blogging


Seperti yang mungkin Anda ketahui, mulai 16 Mei 2016 lalu saya menjual ebook berbayar kedua saya yang berjudul Make Money Blogging: Panduan Tahap demi Tahap Menghasilkan Uang dari Blog (MMB).

Sekadar berbagi, di postingan ini saya menginformasikan di balik layar penjualan ebook tersebut. Informasi ini terdiri dari suka dan duka.

A. Suka

1. Menghasilkan Rp 9,2 juta dalam 8 hari

Tidak sedikit orang yang pesimis bahwa menjual ebook itu tidak akan profit. Alasan mereka adalah banyak ebook berbayar yang kualitasnya abal-abal dan ebook susah diproteksi sehingga dapat disebarkan secara gratis oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Namun, saya mencoba saja menjual ebook untuk melihat seperti apa yang akan terjadi. Alhamdulilah, saya mendapatkan profit dari menjual dua ebook saya.

Khusus untuk ebook MMB, saya memperoleh Rp 9,2 juta dalam 8 hari. Dengan kata lain, saya mendapatkan Rp 1.150.00 sehari untuk kurun waktu tersebut.

Tak lengkap kalau tidak ada bukti, bukan?

Tanpa bermaksud sombong atau takabur, berikut grafik penjualan ebook MMB dalam 8 hari.

Screenshot dari salah satu rekening saya:

Sekadar informasi, saya mendapat ide membuat ebook MMB dari pertanyaan yang diajukan salah seorang pembaca Blogodolar.

Jangan heran kalau saya membuat headline sales letter penjualan ebook MMB dari email pembaca tersebut, yaitu Dari Nol Hingga Menghasilkan Uang.

Berikut email pembaca yang saya maksud:

2. Sejumlah pembeli mengaku senang dengan ebook saya

Satu hal yang terus berada di pikiran saya saat membuat ebook MMB adalah saya ingin membantu pemula membuat blog berkualitas dan menghasilkan uang dari blog tersebut dalam jangka panjang.

Untuk itu, saya mencurahkan waktu dan energi agar ebook MMB ini bermanfaat bagi mereka. Bukan hanya itu, saya pun mengeluarkan uang sekitar Rp 390.000 untuk membeli hosting lokal.

Dengan kata lain, saya melakukan apa yang saya rekomendasikan dalam ebook saya. Bukan teori atau referensi orang lain.

Alhamdulilah, kerja keras saya di atas membuahkan hasil. Sejumlah pembeli ebook MMB menghubungi saya untuk menginformasikan bahwa mereka senang dengan isi ebook saya.

Selain itu, hingga tulisan ini dibuat, belum ada yang meminta uang kembali. Semoga saja tidak ada. Amiin…

3. Didoakan sejumlah orang yang tidak membeli

Berdasarkan pengalaman menjual ebook pertama saya, saya berasumsi bahwa ebook kedua saya akan dibeli 1-2% pelanggan email Blogodolar selama masa diskon. Untuk itu, saya mesti ikhlas ribuan pelanggan tidak akan membeli ebook saya.

Yang cukup mengejutkan, beberapa dari mereka membalas email promosi saya dengan mendoakan supaya ebook saya laris. Saya berterima kasih sekali kepada mereka.

4. Membeli ebook saya dengan pulsa atau PayPal

Metode pembayaran yang saya gunakan dalam menjual ebook saya adalah transfer uang ke nomor rekening saya di bank Mandiri, BCA, dan BNI. Alasannya, ketiga bank tersebut familiar bagi kebanyakan orang.

Akan tetapi, ada kejutan yang menarik. Beberapa pembeli menawarkan pembayaran alternatif yaitu dengan pulsa dan PayPal.

Saya tidak ingin menghambat mereka sehingga saya dengan senang hati membolehkan mereka membeli ebook saya dengan pembayaran alternatif tersebut.

5. Booking diskon 50%

Entah mengapa, seperti halnya ebook pertama, saya merilis ebook MMB pada pertengahan bulan. Tentu saja, kurun waktu tersebut merupakan awal tanggal tua.

Mungkin karena hal tersebut, beberapa calon pembeli meminta atau mem-booking diskon 50% untuk pembelian setelah tanggal 18 Mei 2016.

Seperti halnya pembayaran alternatif di atas, saya tidak ingin menghambat mereka. Saya membolehkan mereka mem-booking diskon tersebut.

Hal yang sama saya berlakukan bagi beberapa calon pembeli yang kesulitan menemukan ATM karena mereka sedang di lokasi terpencil dan tidak ada koneksi internet untuk akses internet banking.

B. Duka


Yang namanya jualan, selain suka, tentu ada juga duka, bukan? Yang dimaksud duka di sini adalah kesulitan saya dan beberapa kejutan negatif yang saya terima. Di bawah ini uraiannya.

1. Penjualan secara manual

Saya menjual kedua ebook saya dengan cara manual. Tahapannya sebagai berikut:

Pembeli mentransfer uang seharga ebook ke salah satu rekening saya
Mereka mengonfirmasi pembelian dengan mengirimkan SMS ke nomor saya
Saya mengecek pembelian mereka
Saya mengirimkan ebook ke email mereka
Saya membalas SMS mereka untuk menginformasikan bahwa ebook sudah dikirim
Ketiga tahap yang saya lakukan di atas cukup menyita waktu saya. Saya sekurang-kurangnya butuh waktu 4-5 menit untuk melayani seorang pembeli. Tak heran, saya pontang-panting bila ada 5 pembeli yang bersamaan.

Ke depannya, saya hendak mengotomatiskan penjualan ebook saya. Saya sedang menimbang-nimbang menggunakan Ratakan.com atau plugin khusus penjualan yang diinformasikan seorang kawan dekat saya.

2. Ada 3 orang yang nanya-nanya namun tidak membeli

Kejutan negatif pertama datang dari beberapa orang yang serius bertanya. Sebagai penjual, tentu saya menjawab mereka dengan baik karena saya pikir mereka mau membeli namun ada sejumlah hal yang belum dipahaminya.

Faktanya, mereka tidak membeli. Saya senyum-senyum kecil saja karena merasa “dikadalin”.

Namun, itu tidak masalah. Mengapa? Karena hal yang sama dialami juga beberapa kawan saya yang menjual produk fisik di blognya.

3. Ada dua orang yang bermental gratisan

Kejutan negatif kedua adalah ada dua orang yang bermental gratisan. Orang pertama mempertanyakan mengapa ebook saya tidak digratiskan saja. Orang kedua meminta saya untuk memberitahu dia kalau ebook saya sudah gratis.

Saya prihatin dengan kedua orang yang bermental gratisan tersebut. Mengapa? Karena menurut blogger senior, Yodhia Antariksa dari StrategiManajemen.net, mental gratisan bisa membuat mereka terpuruk dalam nestapa.

4. Ada seorang hater

Kejutan terakhir datang dari seorang hater. Ia mengirim email kepada saya yang isinya seperti ini:

Saya berpikir apakah saya mesti menggunakan air atau api terhadap orang ini. Bila saya menggunakan air, saya akan mengatakan terima kasih atas kritikannya. Jika menggunakan api, saya akan membantah atau melawan pendapat dia.

Akhirnya, saya menggunakan api. Di bawah ini email balasan saya terhadap hater tersebut.

Si hater bungkam. Tidak membalas email saya lagi.

Poinnya, jika Anda menjual produk atau jasa dan ada hater, jangan takut. Sepanjang Anda di koridor hukum, lawan dia sehingga dia mau berpikir untuk menghormati Anda.

Itulah di balik layar penjualan ebook MMB. Semoga ada manfaatnya bagi Anda yang ingin atau hendak menjual produk atau jasa Anda untuk pertama kali.



Herman Yudiono, Blogger Profesional