RiauJOS!*Capt
RiauJOS!*Capt: Sindonews.Com

RiauJOS!*, Louisville - Kita ulangi sekali lagi, judul berita ini, "Benarkah Muhammad Ali Identitas Amerika?", pertanyaan ini sangat mengganggu rasa penasaran kita terhadap apa yang di pidatokan Presiden Amerika, Barack Obama.

Meskipun dia tidak dapat hadir pada pemakaman Muhammad Ali, di menitipkan naskah pidatonya kepada penasihat senior Gedung Putih, Valerie Jarrett, di prosesi pemakaman Ali di Louisville. Obama tidak bisa datang karena menghadiri perayaan kelulusan sekolah putrinya, Malia, di Washington pada hari Jumat, 10 Juni 2016. Berikut kutipan berita, dilansir sindonews.com, setelah mendapatkan kabar dari Washington Post.
”Dia bukan hanya seorang Muslim atau seorang pria kulit hitam atau anak Louisville. Dia bahkan tidak hanya sosok terbesar sepanjang masa. Dia Muhammad Ali,” tulis Obama, yang dikutip dari Washington Post, Sabtu (11/6/2016). 
Menurut Obama, Ali adalah sosok berpengaruh di zamannya. ”Dan ya, dia tampan juga,” puji Obama. 
“Ali adalah kurang ajar, penantang, perintis, menyenangkan, tidak pernah lelah, selalu bertarung untuk menguji kemungkinan,” tulis Obama. ”Dia adalah kebebasan yang paling mendasar: agama, bicara, spirit.” 
”Seperti Amerika, dia selalu sangat banyak menjalani pekerjaan yang sedang berjalan. Untuk pasir tepi yang kasar, yang hanya berbicara mengambang seperti kupu-kupu dan menyengat seperti lebah,” sambung Obama. 
Obama memandang sosok Ali sebagai “radikal” yang memperluas imajinasi warga Amerika. 
”Jabs-nya mengetuk beberapa pengertian ke kita, ya, mendorong kita untuk memperluas imajinasi kita dan membawa orang lain ke dalam pemahaman kita,” kata Obama dalam pidato tersebut.

 Sependapatkah dengan pandangan Obama? RiauJOS!* kembalikan pada pembaca, kira-kira apa memang benar bahwa Muhammad Ali adalah identitas Amerika.

Apabila melongok sejarah Amerika, kita akan mendapati budaya asli Amerika, yang negara lain menjuluki negara Super Power, atau lebih kerennya negara yang paling suka yang namanya dominasi kepada negara-negara lain di dunia ini.

Jelas-jelas Muhammad Ali adalah sosok yang tercerahkan oleh agama, dan punya prinsip-prinsip humanisme yang diajarkan agama yang dianutnya.

Benarkah Muhammad Ali Identitas Amerika?

RiauJOS!*Capt
RiauJOS!*Capt: Sindonews.Com

RiauJOS!*, Louisville - Kita ulangi sekali lagi, judul berita ini, "Benarkah Muhammad Ali Identitas Amerika?", pertanyaan ini sangat mengganggu rasa penasaran kita terhadap apa yang di pidatokan Presiden Amerika, Barack Obama.

Meskipun dia tidak dapat hadir pada pemakaman Muhammad Ali, di menitipkan naskah pidatonya kepada penasihat senior Gedung Putih, Valerie Jarrett, di prosesi pemakaman Ali di Louisville. Obama tidak bisa datang karena menghadiri perayaan kelulusan sekolah putrinya, Malia, di Washington pada hari Jumat, 10 Juni 2016. Berikut kutipan berita, dilansir sindonews.com, setelah mendapatkan kabar dari Washington Post.
”Dia bukan hanya seorang Muslim atau seorang pria kulit hitam atau anak Louisville. Dia bahkan tidak hanya sosok terbesar sepanjang masa. Dia Muhammad Ali,” tulis Obama, yang dikutip dari Washington Post, Sabtu (11/6/2016). 
Menurut Obama, Ali adalah sosok berpengaruh di zamannya. ”Dan ya, dia tampan juga,” puji Obama. 
“Ali adalah kurang ajar, penantang, perintis, menyenangkan, tidak pernah lelah, selalu bertarung untuk menguji kemungkinan,” tulis Obama. ”Dia adalah kebebasan yang paling mendasar: agama, bicara, spirit.” 
”Seperti Amerika, dia selalu sangat banyak menjalani pekerjaan yang sedang berjalan. Untuk pasir tepi yang kasar, yang hanya berbicara mengambang seperti kupu-kupu dan menyengat seperti lebah,” sambung Obama. 
Obama memandang sosok Ali sebagai “radikal” yang memperluas imajinasi warga Amerika. 
”Jabs-nya mengetuk beberapa pengertian ke kita, ya, mendorong kita untuk memperluas imajinasi kita dan membawa orang lain ke dalam pemahaman kita,” kata Obama dalam pidato tersebut.

 Sependapatkah dengan pandangan Obama? RiauJOS!* kembalikan pada pembaca, kira-kira apa memang benar bahwa Muhammad Ali adalah identitas Amerika.

Apabila melongok sejarah Amerika, kita akan mendapati budaya asli Amerika, yang negara lain menjuluki negara Super Power, atau lebih kerennya negara yang paling suka yang namanya dominasi kepada negara-negara lain di dunia ini.

Jelas-jelas Muhammad Ali adalah sosok yang tercerahkan oleh agama, dan punya prinsip-prinsip humanisme yang diajarkan agama yang dianutnya.