HeidelbergCement akan memangkas pegunungan Karst Kendeng di pulau Jawa dan membangun pabrik semen di Pati. Penambangan di pegunungan karst ini akan menyebabkan bencana secara ekologis dan kemanusiaan. Penduduk menentangnya dengan sekuat tenaga



RiauJOS!*, Petisi kepada perusahaan Jerman, sampai berita ini diterbitkan, Kamis, 9 Juni 2016, telah mendapatkan dukungan 1.394 orang. Berikut isi petisi, tanpa edit, langsung diambil dari sumber: hutanhujan.org.  Kepada pembaca RiauJOS!*, dapat mengambil peran, dengan melakukan aksi, minimal menandatangani petisi. Kalau mau lebih maksimal, dapat memberikan donasi bagi para Ibu-Ibu yang berjuang sampai ke Istana untuk menyelamatkan Pegunungan kendeng.
Dengan memasung kakinya dengan semen sembilan perempuan berprotes di depan istana negara. Udara yang lembab dan asap di Jakarta sangat tidak nyaman. Kaki mereka berdarah, namun mereka bertahan berhari-hari. Ibu Paini dan perempuan lainnya yang berasal dari pegunungan Kendeng di Jawa. „Bapak Presiden, selamatkan pegunungan Kendeng! Jika ruang hidup kami hancur dan rusak, bukan hanya hidup kami sekarang yang terancam juga masa depan anak cucu kami juga terancam!“ 
Pegunungan Kendeng, sebuah Karst dengan beberapa gua dan siklus air di bawah tanah melayani ribuan manusia, hewan dan tumbuhan dengan air, makanan dan udara bersih. Hutannya yang tumbuh di daerah terhuni mempunyai arti penting bagi ekologi dan iklim.
Ibu Paini juga menyampaikan seruannya pada Jerman, karena terdapat satu perusahaan Jerman yang akan mengolah Karst Kendeng menjadi semen: HeidelbergCement, sebuah perusahaan semen terbesar ketiga di dunia. Indocement, perpanjangan tangan HeidelbergCement di Indonesia dan merupakan perusahaan terkemuka di bidangnya di Indonesia dan terkenal dengan mereknya „Tiga Roda“, merencanakan pabrik semen baru di Pati. 
Bagi masyarakat karst Kendeng merupakan bumi pertiwi. „Nyawijeke ati kanggo ibu bumi!“ ujar mereka dengan bahasa Jawa dan Jerman. „Kami tidak ingin bencana kemanusiaan dan ekologis“. Pada tanggal 16 Mei 2016 mereka berprotes di depan kedutaan Jerman di Jakarta: „Investasi Jerman jangan hanya memikirkan keuntungan, tapi juga mempertimbangkan manusia dan alam“ ujar mereka. 
Perlawanan menentang HeidelbergCement ada sejarahnya: tahun 2008 PT Semen Gresik berencana membangun pabrik semen di Pati. Penduduk setempat memperkarakannya di Mahkamah Agung. Dan mereka menang. Tahun 2015 mereka juga menang melawan Indocement. Namun „industri semen tidak ada kapok-kapoknya!“


Sumber: hutanhujan.org

Bapak Presiden, Selamatkan Pegunungan Kendeng!


HeidelbergCement akan memangkas pegunungan Karst Kendeng di pulau Jawa dan membangun pabrik semen di Pati. Penambangan di pegunungan karst ini akan menyebabkan bencana secara ekologis dan kemanusiaan. Penduduk menentangnya dengan sekuat tenaga



RiauJOS!*, Petisi kepada perusahaan Jerman, sampai berita ini diterbitkan, Kamis, 9 Juni 2016, telah mendapatkan dukungan 1.394 orang. Berikut isi petisi, tanpa edit, langsung diambil dari sumber: hutanhujan.org.  Kepada pembaca RiauJOS!*, dapat mengambil peran, dengan melakukan aksi, minimal menandatangani petisi. Kalau mau lebih maksimal, dapat memberikan donasi bagi para Ibu-Ibu yang berjuang sampai ke Istana untuk menyelamatkan Pegunungan kendeng.
Dengan memasung kakinya dengan semen sembilan perempuan berprotes di depan istana negara. Udara yang lembab dan asap di Jakarta sangat tidak nyaman. Kaki mereka berdarah, namun mereka bertahan berhari-hari. Ibu Paini dan perempuan lainnya yang berasal dari pegunungan Kendeng di Jawa. „Bapak Presiden, selamatkan pegunungan Kendeng! Jika ruang hidup kami hancur dan rusak, bukan hanya hidup kami sekarang yang terancam juga masa depan anak cucu kami juga terancam!“ 
Pegunungan Kendeng, sebuah Karst dengan beberapa gua dan siklus air di bawah tanah melayani ribuan manusia, hewan dan tumbuhan dengan air, makanan dan udara bersih. Hutannya yang tumbuh di daerah terhuni mempunyai arti penting bagi ekologi dan iklim.
Ibu Paini juga menyampaikan seruannya pada Jerman, karena terdapat satu perusahaan Jerman yang akan mengolah Karst Kendeng menjadi semen: HeidelbergCement, sebuah perusahaan semen terbesar ketiga di dunia. Indocement, perpanjangan tangan HeidelbergCement di Indonesia dan merupakan perusahaan terkemuka di bidangnya di Indonesia dan terkenal dengan mereknya „Tiga Roda“, merencanakan pabrik semen baru di Pati. 
Bagi masyarakat karst Kendeng merupakan bumi pertiwi. „Nyawijeke ati kanggo ibu bumi!“ ujar mereka dengan bahasa Jawa dan Jerman. „Kami tidak ingin bencana kemanusiaan dan ekologis“. Pada tanggal 16 Mei 2016 mereka berprotes di depan kedutaan Jerman di Jakarta: „Investasi Jerman jangan hanya memikirkan keuntungan, tapi juga mempertimbangkan manusia dan alam“ ujar mereka. 
Perlawanan menentang HeidelbergCement ada sejarahnya: tahun 2008 PT Semen Gresik berencana membangun pabrik semen di Pati. Penduduk setempat memperkarakannya di Mahkamah Agung. Dan mereka menang. Tahun 2015 mereka juga menang melawan Indocement. Namun „industri semen tidak ada kapok-kapoknya!“


Sumber: hutanhujan.org