Social Items

Facebookers asal Kota Bandung, Charlie Tjendapati berfoto diantara rimbunan Kangkung segar

RiauJOS!*, Bandung - Seorang Facebookers dengan nama akun Charlie Tjendapati membagikan 3 buah foto dengan landscape rimbunan tanaman kangkung segar beberapa bulan yang lalu, tepatnya April 2015 menjadi viral sampai berita ini diterbitkan, Rabu malam, 18 Mei 2016.

Kabar ini, sudah dibagikan lebih dari 2 ribu orang, dan beberapa media lainnya, baik yang mirip media, maupun media betulan sudah mempublikasikan kabar sukses ini. Jadi, jangan sampai ketinggalan dengan kesuksesan yang layak jadi inspirasi bagi siapa saja yang saat ini masih dirudung kekurangan secara ekonomis, agar bisa tergerak untuk memanfaatkan lahan sempit untuk menanam tananam secara hidroponik.

Ini yang ditulis Charlie di akun Facebooknya:

Cuma kangkung.... 
Berminggu ini diundang hadir buat berbagi di beberapa kebun seputaran jawa barat, untuk sharing dan bertukar pengalaman. Menyenangkan dan menjanjikan banget. Bukan buat sombong atau pamer,tetapi semoga jadi suatu referensi bagi generasi muda tentang kehidupan bertani. 
Bertani bisa menjadi penunjang kehidupan, seperti aq bisa menunjang kehidupan keluarga dan orang lain. Balik lagi ke kangkung.... 
Hidroponik ini menggunakan paralon ajjah, karena kami cuma ahli melubangi paralon dan sesuai dengan kantong. 
Jumlah lubang tanam ada 86.400 lubang
Sekilo kangkung ada 64 tanaman dalam 16 netpot, berarti isi net pot ada 4 tanaman kangkung ( kadang 5 atau 6 ). 
Berarti jumlah panen ada sekira 86.400 : 16 = 5400 kg
Jika panen kangkung berumur 20 HST , maka setiap 10 hari akan dipanen sekira 2700 kg , dalam sebulan akan dipanen 8100 kg. 
Harga kangkung Rp. 12.000/kg , maka akan didapat pendapatan sekira 8100 kg x Rp. 12.000 = 97.200.000,- 
Fantastis! memang biaya investasi dan pengeluaran bulanan juga besar,tapi tetap akan ada margin yang besar buat sang empunya. 
Masih ada yang bilang jadi petani itu ga menyenangkan ? 
Pralon, siap dijadikan lahan untuk menanam kangkung hidroponik
Pralon yang sudah diberi sentuhan kreatif para petani kakung hidroponik

Begitulah kira-kira, postingan Charlie. Cerita ini, setelah ditelusuri kebenarannya, memang benar. Bahwa Charlie adalah seorang Petani, dan aktivis gerakan menanam di Bandung.

Pelajaran Sukses dari Pebisnis Kangkung Hidroponik

Facebookers asal Kota Bandung, Charlie Tjendapati berfoto diantara rimbunan Kangkung segar

RiauJOS!*, Bandung - Seorang Facebookers dengan nama akun Charlie Tjendapati membagikan 3 buah foto dengan landscape rimbunan tanaman kangkung segar beberapa bulan yang lalu, tepatnya April 2015 menjadi viral sampai berita ini diterbitkan, Rabu malam, 18 Mei 2016.

Kabar ini, sudah dibagikan lebih dari 2 ribu orang, dan beberapa media lainnya, baik yang mirip media, maupun media betulan sudah mempublikasikan kabar sukses ini. Jadi, jangan sampai ketinggalan dengan kesuksesan yang layak jadi inspirasi bagi siapa saja yang saat ini masih dirudung kekurangan secara ekonomis, agar bisa tergerak untuk memanfaatkan lahan sempit untuk menanam tananam secara hidroponik.

Ini yang ditulis Charlie di akun Facebooknya:

Cuma kangkung.... 
Berminggu ini diundang hadir buat berbagi di beberapa kebun seputaran jawa barat, untuk sharing dan bertukar pengalaman. Menyenangkan dan menjanjikan banget. Bukan buat sombong atau pamer,tetapi semoga jadi suatu referensi bagi generasi muda tentang kehidupan bertani. 
Bertani bisa menjadi penunjang kehidupan, seperti aq bisa menunjang kehidupan keluarga dan orang lain. Balik lagi ke kangkung.... 
Hidroponik ini menggunakan paralon ajjah, karena kami cuma ahli melubangi paralon dan sesuai dengan kantong. 
Jumlah lubang tanam ada 86.400 lubang
Sekilo kangkung ada 64 tanaman dalam 16 netpot, berarti isi net pot ada 4 tanaman kangkung ( kadang 5 atau 6 ). 
Berarti jumlah panen ada sekira 86.400 : 16 = 5400 kg
Jika panen kangkung berumur 20 HST , maka setiap 10 hari akan dipanen sekira 2700 kg , dalam sebulan akan dipanen 8100 kg. 
Harga kangkung Rp. 12.000/kg , maka akan didapat pendapatan sekira 8100 kg x Rp. 12.000 = 97.200.000,- 
Fantastis! memang biaya investasi dan pengeluaran bulanan juga besar,tapi tetap akan ada margin yang besar buat sang empunya. 
Masih ada yang bilang jadi petani itu ga menyenangkan ? 
Pralon, siap dijadikan lahan untuk menanam kangkung hidroponik
Pralon yang sudah diberi sentuhan kreatif para petani kakung hidroponik

Begitulah kira-kira, postingan Charlie. Cerita ini, setelah ditelusuri kebenarannya, memang benar. Bahwa Charlie adalah seorang Petani, dan aktivis gerakan menanam di Bandung.