Social Items

RiauJOS!*, Polman - Strategi pengawasan Pemilu oleh Bawaslu, semakin mendapatkan titik terang, setelah sebelumnya pengawasan Pemilu selalu saja diidentikkan dengan image "Lup", dengan brading image seorang Pengawas Pemilu bermuka penuh masker memegang kaca pembesar/Lup. Ini wujud gambarnya.

Branding "Panwaslu"
Sumber: keepthesecret.blogspot.co.id

Rupanya, strategi pencegahan yang itu-itu saja, seperti sosialisasi ke masyarakat, ataupun ke Parpol membosankan siapa saja. Dan hal ini tidak berlaku bagi Pimpinan Bawaslu RI, Nasrullah, dia berkeinginan untuk memberdayakan YouTube Indonesia untuk membantu Pengawasan Pemilu nantinya di TPS ataupun pergerakan suara dalam kotak suara.

Pimpinan Bawaslu RI, Nasrullah
"Kita nanti akan mengajak warga ataupun mahasiswa untuk mengawas di tiap TPS. Lalu hasilnya dimasukan ke YouTube agar warga semua bisa mengawasi dan memantau jika ada kecurangan yang dilakukan pihak penyelenggara," ujar Pimpinan Bawaslu RI, Nasrullah dilansir Rakyatku.com, Minggu, 15 Mei 2016.

Nasrullah yang ditemui di Hotel Lilianto, Polewali menjelaskan, pengawas dari masyarakat di sekitar Tempat Pemungutan Suara (TPS) diminta merekam proses pemungutan suara hingga hasil perhitungan suara di tingkat TPS. 

Video rekaman itu lalu diunggah ke akun Yuotube masing-masing. 

Lembaga negara ini meyakini model pengawasan seperti itu bisa menekan tingkat kecurangan di PPK hingga di KPU Kabupaten/Kota. 

Dia berharap masyarakat melaporkan anggota Panwas yang dinilai menyalahi aturan atau berpihak ke salah satu pasangan calon nantinya.


Sumber: news.rakyatku.com

Pengawasan Pemilu Berbasis YouTube

RiauJOS!*, Polman - Strategi pengawasan Pemilu oleh Bawaslu, semakin mendapatkan titik terang, setelah sebelumnya pengawasan Pemilu selalu saja diidentikkan dengan image "Lup", dengan brading image seorang Pengawas Pemilu bermuka penuh masker memegang kaca pembesar/Lup. Ini wujud gambarnya.

Branding "Panwaslu"
Sumber: keepthesecret.blogspot.co.id

Rupanya, strategi pencegahan yang itu-itu saja, seperti sosialisasi ke masyarakat, ataupun ke Parpol membosankan siapa saja. Dan hal ini tidak berlaku bagi Pimpinan Bawaslu RI, Nasrullah, dia berkeinginan untuk memberdayakan YouTube Indonesia untuk membantu Pengawasan Pemilu nantinya di TPS ataupun pergerakan suara dalam kotak suara.

Pimpinan Bawaslu RI, Nasrullah
"Kita nanti akan mengajak warga ataupun mahasiswa untuk mengawas di tiap TPS. Lalu hasilnya dimasukan ke YouTube agar warga semua bisa mengawasi dan memantau jika ada kecurangan yang dilakukan pihak penyelenggara," ujar Pimpinan Bawaslu RI, Nasrullah dilansir Rakyatku.com, Minggu, 15 Mei 2016.

Nasrullah yang ditemui di Hotel Lilianto, Polewali menjelaskan, pengawas dari masyarakat di sekitar Tempat Pemungutan Suara (TPS) diminta merekam proses pemungutan suara hingga hasil perhitungan suara di tingkat TPS. 

Video rekaman itu lalu diunggah ke akun Yuotube masing-masing. 

Lembaga negara ini meyakini model pengawasan seperti itu bisa menekan tingkat kecurangan di PPK hingga di KPU Kabupaten/Kota. 

Dia berharap masyarakat melaporkan anggota Panwas yang dinilai menyalahi aturan atau berpihak ke salah satu pasangan calon nantinya.


Sumber: news.rakyatku.com