Korban penjambretan jatuh di depan Hotel Dafam, Jalan Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru

RiauJOS.com, Pekanbaru - Pagi-pagi diantara kesibukan para pegawai dan para pekerja yang tengah mempersiapkan diri menuju ke tempat kerjanya masing-masing, ada seorang perempuan terjatuh di depan Hotel Dafam, Jalan Sultan Syarif, kota Pekanbaru.

Seorang kepala keamanan di sebuah kantor pemerintah, Mawan mengatakan, "Kami tadi baru siap apel, tiba-tiba ada orang teriak-teriak, 'Jambret..!!, Jambret..!!, Jambret..!!', lalu kami sama beberapa pegawai di kantor turun ke jalan, dan ternyata ada perempuan jadi korban penjambretan," terangnya, Jumat pagi, 13 Mei 2016, usai kejadian.

Sampai berita ini diterbitkan, polisi sudah menangani, dan kata Mawan lagi, kabarnya pelaku berjumlah dua orang, satu orang sudah diamankan pihak kepolisian, dan satu orang lagi dalam pengejaran.

Menurut cerita Mawan, korban penjambretan melakukan pengejaran sendirian, lalu para warga yang ada di jalan, yang mendengar terikan korban penjambretan langsung tergerak melakukan pengejaran juga, dan akhirnya Pak Polisi datang ke lokasi kejadian untuk memproses kejadian ini, dan menenangkan korban yang sempat terjatuh untuk diberikan pertolongan seperlunya.

Ingat kata Bang Napi, Waspadalah
Ingat kata Bang Napi

Pelajaran yang dapat kita petik dari peristiwa ini, seperti kata Bang Napi, "Kejahatan tidak selalu terjadi hanya karena ada niat dari pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan! Waspadalah, waspadalah!!".

Selain mengingat kata Bang Napi, ingat juga pesan para penceramah agama, bahwa semua manusia bersaudara, dan wajib tolong-menolong dalam kebaikan.

Kalau kata orangtua dulu, jika ada orang yang dijambret, dimaling, dicopet, itu artinya kurang banyak berbuat baik, dan berbagai kepada orang lain. Dalam bahasa jawa, maling itu "amale wong ora eling", diterjemahkan dalam bahasa Indonesia bahwa adanya maling, adalah buah dari tidak ingat berbuat amal kebaikan kepada orang lain, maka diambilnya barang dengan cara kekerasan sebagai pelajaran untuk selalu ingat beramal.

Pagi-pagi Jambret Beraksi di Depan Hotel Dafam Pekanbaru

Korban penjambretan jatuh di depan Hotel Dafam, Jalan Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru

RiauJOS.com, Pekanbaru - Pagi-pagi diantara kesibukan para pegawai dan para pekerja yang tengah mempersiapkan diri menuju ke tempat kerjanya masing-masing, ada seorang perempuan terjatuh di depan Hotel Dafam, Jalan Sultan Syarif, kota Pekanbaru.

Seorang kepala keamanan di sebuah kantor pemerintah, Mawan mengatakan, "Kami tadi baru siap apel, tiba-tiba ada orang teriak-teriak, 'Jambret..!!, Jambret..!!, Jambret..!!', lalu kami sama beberapa pegawai di kantor turun ke jalan, dan ternyata ada perempuan jadi korban penjambretan," terangnya, Jumat pagi, 13 Mei 2016, usai kejadian.

Sampai berita ini diterbitkan, polisi sudah menangani, dan kata Mawan lagi, kabarnya pelaku berjumlah dua orang, satu orang sudah diamankan pihak kepolisian, dan satu orang lagi dalam pengejaran.

Menurut cerita Mawan, korban penjambretan melakukan pengejaran sendirian, lalu para warga yang ada di jalan, yang mendengar terikan korban penjambretan langsung tergerak melakukan pengejaran juga, dan akhirnya Pak Polisi datang ke lokasi kejadian untuk memproses kejadian ini, dan menenangkan korban yang sempat terjatuh untuk diberikan pertolongan seperlunya.

Ingat kata Bang Napi, Waspadalah
Ingat kata Bang Napi

Pelajaran yang dapat kita petik dari peristiwa ini, seperti kata Bang Napi, "Kejahatan tidak selalu terjadi hanya karena ada niat dari pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan! Waspadalah, waspadalah!!".

Selain mengingat kata Bang Napi, ingat juga pesan para penceramah agama, bahwa semua manusia bersaudara, dan wajib tolong-menolong dalam kebaikan.

Kalau kata orangtua dulu, jika ada orang yang dijambret, dimaling, dicopet, itu artinya kurang banyak berbuat baik, dan berbagai kepada orang lain. Dalam bahasa jawa, maling itu "amale wong ora eling", diterjemahkan dalam bahasa Indonesia bahwa adanya maling, adalah buah dari tidak ingat berbuat amal kebaikan kepada orang lain, maka diambilnya barang dengan cara kekerasan sebagai pelajaran untuk selalu ingat beramal.