Pak Harto, pernah disini tahun 1980 untuk "meneken batu" gerakan menanam di Kampar

Suatu hari, saya berjalan-jalan melintasi jalan, ... jalan yang dibikin, sudah cukup lumayan, bagus. Sudah ada aspal, cocok untuk kebut-kebutan, tapi tidak saya lakukan, karena memang saya tidak suka ngebut di jalan.

Tiba-tiba, dipersimpangan jalan, saya melihat pemandangan yang indah, sebuah batu besar, ada tanda tangan "Pak Harto", presiden kita yang kedua. Tapi sayang, sedikit orang yang memperhatikan batu besar ini, malahan beberapa ABG, cuman sibuk berselfie di batu, tidak mau baca pesan moral yang ada di batu itu. Mereka hanya sibuk eksis di medsos, dan batu itu cuman dijadikan background selfie.

Ini saya tunjukkan gambar batu, lebih dekat lagi, apa yang telah dibuat presiden RI ke 2, Bapak Pembangunan Soeharto, di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Pimred Riau JOS, Hendro JOS membayangkan apa yang dilakukan Pak Harto di Kampar.

Menelusuri jejak Pak Harto, melalui batu ini, bisa dibayangkan betapa dulu, "jaman Pak Harto", beliau sudah getol menggelorakan masyarakat agar mencintai kehidupan dengan cara melakukan penghijauan, dan tak lupa "penguningan", hehe... jaman dulu, dinamai, kuningisasi, dimana-mana orang sibuk cari cat warna kuning, biar identik dengan kekuasaan Golongan Karya (Golkar). 

Pak Harto meneken batu ini, pada tanggal 27 Desember 1980, usia saya waktu itu, sekitar 7 Bulan, saya ada disemarang, mungkin pas penekenan batu, saya masih digendong sama Ibu saya, hihi.. :D jadi ingat, lagu Kasih Ibu.. kepada beta..

Untuk menuju kesana, memakan waktu sekitar 1,2 jam perjalanan dari Kota Pekanbaru. Kalau sudah sampai di pusat kota Bangkinang, kabupaten kampar, tanya saja sama orang-orang disana, dimana lokasi batu besar pekan penghijauan nasional? pasti sedikit orang yang tahu, pasalnya belum banyak yang mengekspos keberadaan batu ini.

Suasana siang hari, lumayan sejuk, disekitar batu itu banyak pepohonan tua, cukup untuk memberikan oksigen segar dikala siang hari panas. 

Guide saya di Kampar, Ocu Irsa, sudah menunggu diluar pagar.
Perjalanan saya menelusuri jejak Pak Harto di Kampar, cukup singkat, karena guide saya, orang asli dari sana, sudah menunggu di luar pagar, areal seputar batu Pak harto.

Dan, saya cukupkan sampai disini, terima kasih sudah mengikuti perjalanan singkat bin cepat. Jika pembaca Riau Jos ingin kesana, dapat menghubungi saya, nanti saya kirim no hape guide wisata batu Pak Harto.

Nostalgia Wisata Batu Pak Harto di Kampar

Pak Harto, pernah disini tahun 1980 untuk "meneken batu" gerakan menanam di Kampar

Suatu hari, saya berjalan-jalan melintasi jalan, ... jalan yang dibikin, sudah cukup lumayan, bagus. Sudah ada aspal, cocok untuk kebut-kebutan, tapi tidak saya lakukan, karena memang saya tidak suka ngebut di jalan.

Tiba-tiba, dipersimpangan jalan, saya melihat pemandangan yang indah, sebuah batu besar, ada tanda tangan "Pak Harto", presiden kita yang kedua. Tapi sayang, sedikit orang yang memperhatikan batu besar ini, malahan beberapa ABG, cuman sibuk berselfie di batu, tidak mau baca pesan moral yang ada di batu itu. Mereka hanya sibuk eksis di medsos, dan batu itu cuman dijadikan background selfie.

Ini saya tunjukkan gambar batu, lebih dekat lagi, apa yang telah dibuat presiden RI ke 2, Bapak Pembangunan Soeharto, di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Pimred Riau JOS, Hendro JOS membayangkan apa yang dilakukan Pak Harto di Kampar.

Menelusuri jejak Pak Harto, melalui batu ini, bisa dibayangkan betapa dulu, "jaman Pak Harto", beliau sudah getol menggelorakan masyarakat agar mencintai kehidupan dengan cara melakukan penghijauan, dan tak lupa "penguningan", hehe... jaman dulu, dinamai, kuningisasi, dimana-mana orang sibuk cari cat warna kuning, biar identik dengan kekuasaan Golongan Karya (Golkar). 

Pak Harto meneken batu ini, pada tanggal 27 Desember 1980, usia saya waktu itu, sekitar 7 Bulan, saya ada disemarang, mungkin pas penekenan batu, saya masih digendong sama Ibu saya, hihi.. :D jadi ingat, lagu Kasih Ibu.. kepada beta..

Untuk menuju kesana, memakan waktu sekitar 1,2 jam perjalanan dari Kota Pekanbaru. Kalau sudah sampai di pusat kota Bangkinang, kabupaten kampar, tanya saja sama orang-orang disana, dimana lokasi batu besar pekan penghijauan nasional? pasti sedikit orang yang tahu, pasalnya belum banyak yang mengekspos keberadaan batu ini.

Suasana siang hari, lumayan sejuk, disekitar batu itu banyak pepohonan tua, cukup untuk memberikan oksigen segar dikala siang hari panas. 

Guide saya di Kampar, Ocu Irsa, sudah menunggu diluar pagar.
Perjalanan saya menelusuri jejak Pak Harto di Kampar, cukup singkat, karena guide saya, orang asli dari sana, sudah menunggu di luar pagar, areal seputar batu Pak harto.

Dan, saya cukupkan sampai disini, terima kasih sudah mengikuti perjalanan singkat bin cepat. Jika pembaca Riau Jos ingin kesana, dapat menghubungi saya, nanti saya kirim no hape guide wisata batu Pak Harto.