Social Items

Panwas Pekanbaru dan Kampar, dilantik Ketua Bawaslu Riau, Senin, 30 Mei 2016, di Perpustakaan Wilayah Soeman HS, Kota Pekanbaru
RiauJOS!*, Pekanbaru - Setelah jantung berdebar-debar semalaman, karena memikirkan keesokan harinya akan dilantik, para calon Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada 2017 di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar, akhirnya, Senin, 30 Mei 2016, dilantik jadi Pengawas beneran. 

Awalnya, status mereka Para anggota Panwas belum jelas, mulai dari proses pendaftaran, punya status bakal calon Panwas, melewati ujian berubah statusnya menjadi calon Panwas, dan kini mereka telah resmi jadi anggota Panwas.

Seperti mimpi rasanya, ketika Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Riau, Edy Syarifuddin menuntun mereka untuk mengucapkan naskah sumpah sebagai seorang Pengawas Pilkada.

Dengan jas serba hitam, mirip "Blues Brother's", mereka menghadap Ketua Bawaslu Riau, untuk membeo menirukan kata-kata yang diucapkan Ketua, dan merekapun harus tegap dan menghadap lurus dihadapan Ketua.

Setelah diucapkan naskah pelantikan, hasilnya status mereka sudah sah sebagai anggota Panwas Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar.

Selanjutnya, mereka berkomitmen untuk melaksanakan tugas dan kewajiban sesuai amanah undang-undang dan peraturan yang berlaku. Yang berlaku apa, itulah yang benar. Tidak bisa mengelak dari apa yang sudah diatur. Ini benar-benar kenyataan yang harus diterima mereka para Panwas. Harus tunduk dan patuh terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, meski draft revisi Undang-Undang Pilkada masih belum jelas kabarnya.



Akhirnya, Panwas Pilkada 2017 di Pekanbaru dan Kampar di Lantik

Panwas Pekanbaru dan Kampar, dilantik Ketua Bawaslu Riau, Senin, 30 Mei 2016, di Perpustakaan Wilayah Soeman HS, Kota Pekanbaru
RiauJOS!*, Pekanbaru - Setelah jantung berdebar-debar semalaman, karena memikirkan keesokan harinya akan dilantik, para calon Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada 2017 di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar, akhirnya, Senin, 30 Mei 2016, dilantik jadi Pengawas beneran. 

Awalnya, status mereka Para anggota Panwas belum jelas, mulai dari proses pendaftaran, punya status bakal calon Panwas, melewati ujian berubah statusnya menjadi calon Panwas, dan kini mereka telah resmi jadi anggota Panwas.

Seperti mimpi rasanya, ketika Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Riau, Edy Syarifuddin menuntun mereka untuk mengucapkan naskah sumpah sebagai seorang Pengawas Pilkada.

Dengan jas serba hitam, mirip "Blues Brother's", mereka menghadap Ketua Bawaslu Riau, untuk membeo menirukan kata-kata yang diucapkan Ketua, dan merekapun harus tegap dan menghadap lurus dihadapan Ketua.

Setelah diucapkan naskah pelantikan, hasilnya status mereka sudah sah sebagai anggota Panwas Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar.

Selanjutnya, mereka berkomitmen untuk melaksanakan tugas dan kewajiban sesuai amanah undang-undang dan peraturan yang berlaku. Yang berlaku apa, itulah yang benar. Tidak bisa mengelak dari apa yang sudah diatur. Ini benar-benar kenyataan yang harus diterima mereka para Panwas. Harus tunduk dan patuh terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, meski draft revisi Undang-Undang Pilkada masih belum jelas kabarnya.