Namaku Keyla aku punya banyak pengalaman dan salah satunya adalah ke Pantai Cermin, Medan, Sumatera Utara. Ceritanya begini, ada undangan dari kantor papaku untuk pergi ke Pantai Cermin. Kami pergi pagi-pagi jam 06:00, menuju kantor Papa di daerah Belawan.

Dari rumah ke kantor Papa cukup jauh. Kami naik becak . Teman-teman, becak di kota Medan sangatlah berbeda dengan becak di Jakarta . Teman-teman tahu tidak apa bedanya ? Kalau di Jakarta becak digoes dengan sepeda, sedangkan di Medan becak menggunakan sepeda motor. Jadi abang becaknya enggak capek.

Kami sampai di Pantai Cermin sekitar 2 jam setelah menaiki bus pariwisata dari kantor Papa. Setelah sampai kami langsung makan siang, lalu kami turun ke pantai tapi airnya belum penuh semua ( masih surut ). "Airnya belum dibeli," kata Mama .

Kawan-kawan, karena airnya masih surut, nampaklah pasir pantai yang luas membentang dan banyak kerang serta kepiting yang masih berjalan-jalan. Dengan suka cita kami menangkap kepiting, kerang, keong dan bintang laut. Kami berfoto dengan hewan laut yang kami ambil tadi. Karena merasa kasihan aku melepaskan mereka lagi ke pantai.

Sekitar pukul setengah satu siang , kami meninggalkan Pantai Cermin yang indah menuju ThemePark, area kolam renang yang luas dan keren! Saat kami pulang kami melihat pantai itu sudah mulai penuh dengan air, artinya air perlahan mulai pasang.


Penulis: Muty Khairani

Berwisata ke Pantai Cermin



Namaku Keyla aku punya banyak pengalaman dan salah satunya adalah ke Pantai Cermin, Medan, Sumatera Utara. Ceritanya begini, ada undangan dari kantor papaku untuk pergi ke Pantai Cermin. Kami pergi pagi-pagi jam 06:00, menuju kantor Papa di daerah Belawan.

Dari rumah ke kantor Papa cukup jauh. Kami naik becak . Teman-teman, becak di kota Medan sangatlah berbeda dengan becak di Jakarta . Teman-teman tahu tidak apa bedanya ? Kalau di Jakarta becak digoes dengan sepeda, sedangkan di Medan becak menggunakan sepeda motor. Jadi abang becaknya enggak capek.

Kami sampai di Pantai Cermin sekitar 2 jam setelah menaiki bus pariwisata dari kantor Papa. Setelah sampai kami langsung makan siang, lalu kami turun ke pantai tapi airnya belum penuh semua ( masih surut ). "Airnya belum dibeli," kata Mama .

Kawan-kawan, karena airnya masih surut, nampaklah pasir pantai yang luas membentang dan banyak kerang serta kepiting yang masih berjalan-jalan. Dengan suka cita kami menangkap kepiting, kerang, keong dan bintang laut. Kami berfoto dengan hewan laut yang kami ambil tadi. Karena merasa kasihan aku melepaskan mereka lagi ke pantai.

Sekitar pukul setengah satu siang , kami meninggalkan Pantai Cermin yang indah menuju ThemePark, area kolam renang yang luas dan keren! Saat kami pulang kami melihat pantai itu sudah mulai penuh dengan air, artinya air perlahan mulai pasang.


Penulis: Muty Khairani