Xanana dan Fitri/RiauJOS!*Capt/jateng.metronews.com

RiauJOS!* - Fitri Nganti Wani, anak seorang penyair terkenal tapi menghilang, Widji Tukul terima penghargaan dari presiden pertama timor leste Xanana Gusmao. Dia mewakili Bapaknya terima penghargaan atas kontribusinya akan solidaritas internasional terhadap Timor Leste untuk menentukan nasibnya sendiri.

Sepulangnya dari Timor Leste, dilansir jateng.metronews.com, Fitri menuliskan status ini di akun Facebook Fitri Anjani:

"Negaraku Indonesia. Tapi mengapa Timor Leste jauh lebih menghargai bapakku? Kata pepatah, "Tiada Nabi yg dihargai di tanah kelahirannya sendiri". Makin paham sekarang. Bapakku manusia hebat. Aku kalo lg sendirian di hotel gini baru deh bisa mewek terharu. Mengingat betapa baiknya penyambutan tadi siang sampai2 ke hotel harus dikawal dan mobil2 di jalan pada di suruh minggir. Mimpi apa aku ya ampun. Terimakasih Tuhan karena kau telah menjadikannya bapakku. Maafkan aku, Bapak.. karena waktu kecil aku pernah membencimu karena kau tak pulang2. Semoga ibu makin bisa mengikhlaskan perjuangan dan hilangnya bapak. Karena bapak berjuang demi orang2 yg pernah tertindas dan terdiskriminasi sebanyak ini. Sekarang negara Timor Leste sudah makin berkembang dan mengagumkan. Sy jd makin tertarik pada sejarah."

Dan setelah tulisan Fitri menjadi perhatian media, lantas Fitri menghapusnya, dan ini update status yang ditujukan kepada jurnalis:

"Yg gk bener dibilang bener. Yg bener gk dipublikasikan. Oke fine. Emang Psikopat kalian semua."

Memang keren, itu benar memang yang ditulis Fitri, agar para jurnalis memberitakan yang benar-benar memang benar, bukannya yang gak benar, nanti dikatai Psikopat sama Fitri.




Kritikan Fitri Nganti Wani kepada Jurnalis

Xanana dan Fitri/RiauJOS!*Capt/jateng.metronews.com

RiauJOS!* - Fitri Nganti Wani, anak seorang penyair terkenal tapi menghilang, Widji Tukul terima penghargaan dari presiden pertama timor leste Xanana Gusmao. Dia mewakili Bapaknya terima penghargaan atas kontribusinya akan solidaritas internasional terhadap Timor Leste untuk menentukan nasibnya sendiri.

Sepulangnya dari Timor Leste, dilansir jateng.metronews.com, Fitri menuliskan status ini di akun Facebook Fitri Anjani:

"Negaraku Indonesia. Tapi mengapa Timor Leste jauh lebih menghargai bapakku? Kata pepatah, "Tiada Nabi yg dihargai di tanah kelahirannya sendiri". Makin paham sekarang. Bapakku manusia hebat. Aku kalo lg sendirian di hotel gini baru deh bisa mewek terharu. Mengingat betapa baiknya penyambutan tadi siang sampai2 ke hotel harus dikawal dan mobil2 di jalan pada di suruh minggir. Mimpi apa aku ya ampun. Terimakasih Tuhan karena kau telah menjadikannya bapakku. Maafkan aku, Bapak.. karena waktu kecil aku pernah membencimu karena kau tak pulang2. Semoga ibu makin bisa mengikhlaskan perjuangan dan hilangnya bapak. Karena bapak berjuang demi orang2 yg pernah tertindas dan terdiskriminasi sebanyak ini. Sekarang negara Timor Leste sudah makin berkembang dan mengagumkan. Sy jd makin tertarik pada sejarah."

Dan setelah tulisan Fitri menjadi perhatian media, lantas Fitri menghapusnya, dan ini update status yang ditujukan kepada jurnalis:

"Yg gk bener dibilang bener. Yg bener gk dipublikasikan. Oke fine. Emang Psikopat kalian semua."

Memang keren, itu benar memang yang ditulis Fitri, agar para jurnalis memberitakan yang benar-benar memang benar, bukannya yang gak benar, nanti dikatai Psikopat sama Fitri.