Social Items

Pengusaha Kuliner, Pak Markamto sedang baca RiauJOS!*
RiauJOS!*, Pekanbaru - Pengusaha kuliner, Pak Markamto (65) terkecoh dengan telpon orang tak dikenal (OTK) yang mengabarkan melalui telepon selulernya, Jumat pagi, 11 Maret 2016, di kantornya Kantin Bersama, Jalan Sultan Syarif Kasim, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Markamto yang lagi asyik melayani pembeli bersama istri kesayangan di kedai kuliner yang didirikan sudah lebih dari lima tahun ini mendadak kalut, karena mendapatkan telpon dari OTK yang mengabarkan kabar duka yang menimpa anaknya. Kata si penelpon gelap, anaknya yang bernama dodi sedang di Rumah Sakit, dan meminta agar kedua orangtuanya segera pergi ke Rumah Sakit.

Mendengar kabar tersebut, sontak kedua orangtua ini langsung bergegas menuju Rumah Sakit seperti apa yang dikatakan si penelpon gelap ini. Nomor penelpon gelap ini, 0823129988949, saat ditanya sama reporter RiauJOS!* yang kebetulan sedang minum kopi di kedai bikinannya, Markanto mengatakan, "Ini Mas, ada orang gilo, yang nelpon katanya anak saya Dodi yang bersekolah di SMPN 14 Pekanbaru, sakit, dan sekarang ada di rumah sakit," jelasnya.

Kemudian, Istri Pak Markamto, Ibu Darma dengan muka merah kemarah-marahan, sambil membawa helm ditangan kananya turut ngedumel, karena merasa dikibulin oleh si penelpon gelap ini. "Dasar, orang gilo, nyusahin orang kerjanya," ujarnya kesal.

Kepada seluruh pembaca RiauJOS!*, melalui berita ini, agar lebih berhati-hati dan waspada ketika ada orang tak di kenal yang mengabarkan anak sedang sakit di rumah sakit. Mungkin si penelpon gelap mempunyai niat yang tidak baik, yaitu ingin agar para orangtua panik, dan menyerahkan sejumlah uang untuk ditransfer ke Rumah Sakit seperti kibulan si penelpon gelap.

Setelah dikonfirmasi dengan pihak sekolah, Pak Yo tidak mendapatkan anaknya sakit, malah selang beberapa menit, terlihat anaknya pulang sekolah dalam kondisi sehat wal afiat, dan tersenyum memandang kepanikan orangtuanya. Dari kejauhan, Dodi, anak dua orang pengusaha kuliner ini nampak baik-baik saja, "Siapa yang sakit, ini baik-baik saja," kata Dodi tersenyum lepas memandang orangtuanya yang sedang panik.

Sebagai tindaklanjut dari kejadian ini, diharapkan kepada semua masyarakat, agar menyimpan kontak para guru-guru anaknya di sekolah, tujuannya apabila ada penelpon gelap seperti kejadian ini, dapat langsung mengkonfirmasi kebenarannya kepada gurunya masing-masing, dan tidak terkecoh dengan ulah si penelpon gelap.


Jangan Terkecoh dengan Telpon dari OTK yang Mengabarkan Anak Sakit di RS

Pengusaha Kuliner, Pak Markamto sedang baca RiauJOS!*
RiauJOS!*, Pekanbaru - Pengusaha kuliner, Pak Markamto (65) terkecoh dengan telpon orang tak dikenal (OTK) yang mengabarkan melalui telepon selulernya, Jumat pagi, 11 Maret 2016, di kantornya Kantin Bersama, Jalan Sultan Syarif Kasim, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Markamto yang lagi asyik melayani pembeli bersama istri kesayangan di kedai kuliner yang didirikan sudah lebih dari lima tahun ini mendadak kalut, karena mendapatkan telpon dari OTK yang mengabarkan kabar duka yang menimpa anaknya. Kata si penelpon gelap, anaknya yang bernama dodi sedang di Rumah Sakit, dan meminta agar kedua orangtuanya segera pergi ke Rumah Sakit.

Mendengar kabar tersebut, sontak kedua orangtua ini langsung bergegas menuju Rumah Sakit seperti apa yang dikatakan si penelpon gelap ini. Nomor penelpon gelap ini, 0823129988949, saat ditanya sama reporter RiauJOS!* yang kebetulan sedang minum kopi di kedai bikinannya, Markanto mengatakan, "Ini Mas, ada orang gilo, yang nelpon katanya anak saya Dodi yang bersekolah di SMPN 14 Pekanbaru, sakit, dan sekarang ada di rumah sakit," jelasnya.

Kemudian, Istri Pak Markamto, Ibu Darma dengan muka merah kemarah-marahan, sambil membawa helm ditangan kananya turut ngedumel, karena merasa dikibulin oleh si penelpon gelap ini. "Dasar, orang gilo, nyusahin orang kerjanya," ujarnya kesal.

Kepada seluruh pembaca RiauJOS!*, melalui berita ini, agar lebih berhati-hati dan waspada ketika ada orang tak di kenal yang mengabarkan anak sedang sakit di rumah sakit. Mungkin si penelpon gelap mempunyai niat yang tidak baik, yaitu ingin agar para orangtua panik, dan menyerahkan sejumlah uang untuk ditransfer ke Rumah Sakit seperti kibulan si penelpon gelap.

Setelah dikonfirmasi dengan pihak sekolah, Pak Yo tidak mendapatkan anaknya sakit, malah selang beberapa menit, terlihat anaknya pulang sekolah dalam kondisi sehat wal afiat, dan tersenyum memandang kepanikan orangtuanya. Dari kejauhan, Dodi, anak dua orang pengusaha kuliner ini nampak baik-baik saja, "Siapa yang sakit, ini baik-baik saja," kata Dodi tersenyum lepas memandang orangtuanya yang sedang panik.

Sebagai tindaklanjut dari kejadian ini, diharapkan kepada semua masyarakat, agar menyimpan kontak para guru-guru anaknya di sekolah, tujuannya apabila ada penelpon gelap seperti kejadian ini, dapat langsung mengkonfirmasi kebenarannya kepada gurunya masing-masing, dan tidak terkecoh dengan ulah si penelpon gelap.