Beberapa pekerja full-time, pekerja sukarelawan, pemilik blog yang sukses, masih memiliki waktu untuk belanja, meniru resep makanan dari Instagram, membangun hubungan, mengajak peliharaannya jalan-jalan, dan bahkan berolahraga.

Mereka dengan prestasi yang super ini memiliki waktu yang sama dalam sehari dengan kebanyakan orang. Tetapi mereka selalu bisa melakukan hal yang lebih. Bagaimana caranya? 

Dilansir dari The Muse, Jumat (18/3/2016), seorang psikolog yang telah menjalani hidupnya selama 28 tahun dengan beberapa klien, Suzanne Gelb membagikan ulasannya:

Berkomitmen penuh

Apa yang Anda lakukan sekarang? Berkomitmenlah dengan sungguh-sungguh.

Ketika Anda melihat pelari halang rintang olimpiade yang melompati barikade dengan kecepatan tinggi, apakah dia terlihat terditraksi? Tidak. Dia 100 persen fokus pada apa yang dilakukannya. Dalam kesuksesan, komitmen memberikan kejayaan.

Jadi, apa yang Anda lakukan ketika pikiran Anda sedang tidak fokus? Josh Pais, pembuat Commited Impulse (pelatihan performa tinggi untuk para aktor), seorang public speakers, dan seorang pengusaha, menyarankan untuk mengatakan “Aku Kembali!” dengan lantang kapanpun pikiran Anda mulai menyimpang. Mungkin akan terlihat aneh untuk orang yang melihat Anda, tetapi hal tersebut berhasil.

Hindari pekerjaan multitasking

Email, Instagram, Facebook, video kucing lucu, dan diskon besar-besaran di website favorit Anda, mungkin hal-hal tersebut yang terbuka pada halaman browser Anda. Hal tersebut menyita perhatian Anda ketika Anda seharusnya menyelesaikan suatu pekerjaan. Hal ini normal dilakukan.

Akan tetapi pikiran manusia tidak diolah untuk melakukan multitasking. Kenyataannya, penelitian telah membuktikan bahwa melakukan multitasking justru membuat Anda tidak fokus dan sering membuat kesalahan, membuat satu pekerjaan menjadi tambah lama. Agar Anda tetap fokus, berusahalah untuk menutup segala distraksi, meskipun ketika Anda harus mengunci handphone Anda di laci.

Cegah interupsi dengan cara apapun

Anda sedang mengerjakan sebuah tugas dan Anda menaruh perhatian penuh di dalamnya. Kemudian, teman sekantor Anda datang, dan meminta waktu Anda untuk melihat sebuah laporan. Anda melihatnya dan memberikan pendapat Anda. Tidak lebih dari 60 detik untuk melakukannya.

Sayangnya, interupsi kecil tersebut justru menghilangkan kefokusan Anda. Akan membutuhkan sekitar 23 menit untuk kembali fokus pada apa yang Anda lakukan.

Orang yang berprestasi tahu bahwa interupsi adalah pembunuh produktivitas, sehingga mereka akan menghindari hal tersebut dengan cara apapun (Ada alasan mengapa kebanyakan CEO memiliki ruangan private dengan pintu).

Apabila Anda tidak memiliki ruangan sendiri, cobalah mencari ruangan yang sepi yang tidak akan mengganggu Anda, matikan notifikasi email selama beberapa jam, atau bicaralah dengan atasamu mengenai aturan “Jangan Ganggu” beberapa kali dalam seminggu.

Bangun relasi dengan para orang berprestasi

Mungkin Anda pernah mendengar pepatah, “Apabila Anda adalah orang paling pintar dalam suatu ruangan, maka Anda salah ruangan.”

Ada alasan mengapa Beyonce berada di sekeliling orang-orang seperti Oprah, Obama, dan suaminya Jay-Z. Ketika Anda memiliki energi yang kuat, dan dikelilingi oleh orang yang satu pemikiran, Anda cenderung akan merasa setara dengan mereka, sementara mereka juga terinspirasi dengan Anda.

Cobalah untuk menyingkirkan kehidupan profesional Anda dari orang-orang, kolega, bahkan dari teman yang tidak memberikan Anda energi. 

Bukan berarti Anda tidak harus bertemu lagi dengan mereka maupun menyingkirkan mereka dari hidup Anda seluruhnya. Namun ingatlah untuk menghabiskan sebagian besar waktu Anda bersama orang-orang yang berprestasi.

Tidak tahu cara menemukan mereka? Cobalah untuk ikut suatu komunitas, atau tulis email untuk seseorang yang Anda kagumi. Bila Anda sudah mengetahui orang tersebut dalam kehidupan Anda namun belum berani untuk membuka pembicaraan, berikanlah ajakan makan siang pada tempat makan favoritnya. 

Cegah timbulnya emosi

Ketika Anda membiarkan diri Anda frustasi, marah, kecewa atau merasa kesal pada diri Anda sendiri, secara tidak langsung Anda mengarahkan diri Anda ke jalan yang tidak baik. Cepat atau lambat, semua perasaan negatif tersebut dapat memaksa Anda bertindak tidak sewajarnya, entah itu berarti ngemil di tengah malam, menonton 14 jam non-stop daripada menghadapi deadline, ataupun melibatkan diri Anda dalam tindakan yang akan membuat Anda lebih frustasi (Seperti kelelahan, mabuk, ataupun mual).

Hal tersebut tidak baik untuk produktivitas Anda. Para orang berprestasi mengetahui bagaimana cara untuk mengatur emosi mereka. Kebanyakan mereka akan melakukan meditasi, menulis jurnal, melakukan konseling rutin, atau melakukan olahraga sasak tinju di gym.

Carilah strategi yang cocok untuk Anda. Anda akan mengetahuinya ketika Anda merasa ‘lepas’ dan lega, seolah-olah beban di pundak Anda telah terangkat, dan membuat Anda merasa lebih ringan, tidak terbebani, tidak sedih, dan siap untuk menjadi luar biasa!

Terakhir, ingatlah bahwa orang-orang berprestasi yang Anda kagumi, hanyalah orang-orang biasa yang juga memiliki kekurangan dan ketakutan. (Shabrina Aulia Rahmah/Gdn)


Sumber: http://bisnis.liputan6.com

Ini yang Dilakukan Orang Sukses Setiap Hari



Beberapa pekerja full-time, pekerja sukarelawan, pemilik blog yang sukses, masih memiliki waktu untuk belanja, meniru resep makanan dari Instagram, membangun hubungan, mengajak peliharaannya jalan-jalan, dan bahkan berolahraga.

Mereka dengan prestasi yang super ini memiliki waktu yang sama dalam sehari dengan kebanyakan orang. Tetapi mereka selalu bisa melakukan hal yang lebih. Bagaimana caranya? 

Dilansir dari The Muse, Jumat (18/3/2016), seorang psikolog yang telah menjalani hidupnya selama 28 tahun dengan beberapa klien, Suzanne Gelb membagikan ulasannya:

Berkomitmen penuh

Apa yang Anda lakukan sekarang? Berkomitmenlah dengan sungguh-sungguh.

Ketika Anda melihat pelari halang rintang olimpiade yang melompati barikade dengan kecepatan tinggi, apakah dia terlihat terditraksi? Tidak. Dia 100 persen fokus pada apa yang dilakukannya. Dalam kesuksesan, komitmen memberikan kejayaan.

Jadi, apa yang Anda lakukan ketika pikiran Anda sedang tidak fokus? Josh Pais, pembuat Commited Impulse (pelatihan performa tinggi untuk para aktor), seorang public speakers, dan seorang pengusaha, menyarankan untuk mengatakan “Aku Kembali!” dengan lantang kapanpun pikiran Anda mulai menyimpang. Mungkin akan terlihat aneh untuk orang yang melihat Anda, tetapi hal tersebut berhasil.

Hindari pekerjaan multitasking

Email, Instagram, Facebook, video kucing lucu, dan diskon besar-besaran di website favorit Anda, mungkin hal-hal tersebut yang terbuka pada halaman browser Anda. Hal tersebut menyita perhatian Anda ketika Anda seharusnya menyelesaikan suatu pekerjaan. Hal ini normal dilakukan.

Akan tetapi pikiran manusia tidak diolah untuk melakukan multitasking. Kenyataannya, penelitian telah membuktikan bahwa melakukan multitasking justru membuat Anda tidak fokus dan sering membuat kesalahan, membuat satu pekerjaan menjadi tambah lama. Agar Anda tetap fokus, berusahalah untuk menutup segala distraksi, meskipun ketika Anda harus mengunci handphone Anda di laci.

Cegah interupsi dengan cara apapun

Anda sedang mengerjakan sebuah tugas dan Anda menaruh perhatian penuh di dalamnya. Kemudian, teman sekantor Anda datang, dan meminta waktu Anda untuk melihat sebuah laporan. Anda melihatnya dan memberikan pendapat Anda. Tidak lebih dari 60 detik untuk melakukannya.

Sayangnya, interupsi kecil tersebut justru menghilangkan kefokusan Anda. Akan membutuhkan sekitar 23 menit untuk kembali fokus pada apa yang Anda lakukan.

Orang yang berprestasi tahu bahwa interupsi adalah pembunuh produktivitas, sehingga mereka akan menghindari hal tersebut dengan cara apapun (Ada alasan mengapa kebanyakan CEO memiliki ruangan private dengan pintu).

Apabila Anda tidak memiliki ruangan sendiri, cobalah mencari ruangan yang sepi yang tidak akan mengganggu Anda, matikan notifikasi email selama beberapa jam, atau bicaralah dengan atasamu mengenai aturan “Jangan Ganggu” beberapa kali dalam seminggu.

Bangun relasi dengan para orang berprestasi

Mungkin Anda pernah mendengar pepatah, “Apabila Anda adalah orang paling pintar dalam suatu ruangan, maka Anda salah ruangan.”

Ada alasan mengapa Beyonce berada di sekeliling orang-orang seperti Oprah, Obama, dan suaminya Jay-Z. Ketika Anda memiliki energi yang kuat, dan dikelilingi oleh orang yang satu pemikiran, Anda cenderung akan merasa setara dengan mereka, sementara mereka juga terinspirasi dengan Anda.

Cobalah untuk menyingkirkan kehidupan profesional Anda dari orang-orang, kolega, bahkan dari teman yang tidak memberikan Anda energi. 

Bukan berarti Anda tidak harus bertemu lagi dengan mereka maupun menyingkirkan mereka dari hidup Anda seluruhnya. Namun ingatlah untuk menghabiskan sebagian besar waktu Anda bersama orang-orang yang berprestasi.

Tidak tahu cara menemukan mereka? Cobalah untuk ikut suatu komunitas, atau tulis email untuk seseorang yang Anda kagumi. Bila Anda sudah mengetahui orang tersebut dalam kehidupan Anda namun belum berani untuk membuka pembicaraan, berikanlah ajakan makan siang pada tempat makan favoritnya. 

Cegah timbulnya emosi

Ketika Anda membiarkan diri Anda frustasi, marah, kecewa atau merasa kesal pada diri Anda sendiri, secara tidak langsung Anda mengarahkan diri Anda ke jalan yang tidak baik. Cepat atau lambat, semua perasaan negatif tersebut dapat memaksa Anda bertindak tidak sewajarnya, entah itu berarti ngemil di tengah malam, menonton 14 jam non-stop daripada menghadapi deadline, ataupun melibatkan diri Anda dalam tindakan yang akan membuat Anda lebih frustasi (Seperti kelelahan, mabuk, ataupun mual).

Hal tersebut tidak baik untuk produktivitas Anda. Para orang berprestasi mengetahui bagaimana cara untuk mengatur emosi mereka. Kebanyakan mereka akan melakukan meditasi, menulis jurnal, melakukan konseling rutin, atau melakukan olahraga sasak tinju di gym.

Carilah strategi yang cocok untuk Anda. Anda akan mengetahuinya ketika Anda merasa ‘lepas’ dan lega, seolah-olah beban di pundak Anda telah terangkat, dan membuat Anda merasa lebih ringan, tidak terbebani, tidak sedih, dan siap untuk menjadi luar biasa!

Terakhir, ingatlah bahwa orang-orang berprestasi yang Anda kagumi, hanyalah orang-orang biasa yang juga memiliki kekurangan dan ketakutan. (Shabrina Aulia Rahmah/Gdn)


Sumber: http://bisnis.liputan6.com