Social Items

Akun Fb, Hamid Mukhlis, Fotografer handal asal Lampung

RiauJOS.com, Lampung - Fotografer militan asal Lampung, Hamid Mukhlis, Jumat sore ini, 18 Maret 2016, melalui akun Facebook nya, merilis foto eksotik nan menghibur, dia menguplod foto suasana jaman dulu ketika Kereta Api masih dikelola dengan manajemen jadul pula, berikut tulis Hamid di akun Facebooknya:
Awal tahun 2000an, saat manajemen PT. KAI belum seperti sekarang ini, jika nasib kurang beruntung, di karcis akan tertulis "Tanpa Tempat Duduk". Kalo sudah begini biasanya sambungan gerbong kereta atau tempat berjalan penumpang diantara bangku yang akan digunakan sebagai tempat istirahat dengan resiko keinjak2 penumpang yang lewat atau pedagang asongan yang hilir mudik menjajakan menu jualannya. 
Bagi beberapa orang (atau mahasiswa) yang lagi gk punya duit untuk pulang kampung biasanya memanfaatkan longgarnya pemeriksaan tiket dengan "bayar diatas" (alias gk beli karcis), Yaitu dengan memberikan sejumlah uang kepada petugas pemeriksa tiket kereta. Dulu, semarang jakarta ada dua kali pemeriksaan tiket. Penumpang yang tidak membeli tiket akan memberikan uang kepada petugas pemeriksa tiket Rp.5000 utk setiap pemeriksaan. Jadi kalau bayar diatas cuma dengan Rp.10.000 sudah bisa sampai jakarta.

Menarik bukan? untuk terus update foto-foto terbaru, dari Fotografer handal ini, pembaca RiauJOS!* dapat berteman langsung dengannya, ini link Fb nya: https://www.facebook.com/hamid.mukhlis  atau boleh juga baca artikel terkait sepak terjannya di dunia fotografi: Rayakan Kehidupan dengan Fotografi

Fotografer Lampung Rilis Karcis Kereta Api Jadul

Akun Fb, Hamid Mukhlis, Fotografer handal asal Lampung

RiauJOS.com, Lampung - Fotografer militan asal Lampung, Hamid Mukhlis, Jumat sore ini, 18 Maret 2016, melalui akun Facebook nya, merilis foto eksotik nan menghibur, dia menguplod foto suasana jaman dulu ketika Kereta Api masih dikelola dengan manajemen jadul pula, berikut tulis Hamid di akun Facebooknya:
Awal tahun 2000an, saat manajemen PT. KAI belum seperti sekarang ini, jika nasib kurang beruntung, di karcis akan tertulis "Tanpa Tempat Duduk". Kalo sudah begini biasanya sambungan gerbong kereta atau tempat berjalan penumpang diantara bangku yang akan digunakan sebagai tempat istirahat dengan resiko keinjak2 penumpang yang lewat atau pedagang asongan yang hilir mudik menjajakan menu jualannya. 
Bagi beberapa orang (atau mahasiswa) yang lagi gk punya duit untuk pulang kampung biasanya memanfaatkan longgarnya pemeriksaan tiket dengan "bayar diatas" (alias gk beli karcis), Yaitu dengan memberikan sejumlah uang kepada petugas pemeriksa tiket kereta. Dulu, semarang jakarta ada dua kali pemeriksaan tiket. Penumpang yang tidak membeli tiket akan memberikan uang kepada petugas pemeriksa tiket Rp.5000 utk setiap pemeriksaan. Jadi kalau bayar diatas cuma dengan Rp.10.000 sudah bisa sampai jakarta.

Menarik bukan? untuk terus update foto-foto terbaru, dari Fotografer handal ini, pembaca RiauJOS!* dapat berteman langsung dengannya, ini link Fb nya: https://www.facebook.com/hamid.mukhlis  atau boleh juga baca artikel terkait sepak terjannya di dunia fotografi: Rayakan Kehidupan dengan Fotografi