RiauJOS!*, Jakarta - Gibran Rakabuming Raka (28) putra sulung Presiden Joko Widodo terbilang sukses menolak pesanan katering untuk Pemerintah Kota Solo. Dia sama sekali menjauhi dunia politik yang kini tengah digeluti Bapaknya. Bagi pria kelahiran Solo, 1 Oktober 1987 itu, bisnis dan politik tidak bisa disatukan.

Gibran tidak ingin menggabungkan bisnis dengan politik, karena dia lebih suka fokus ke bisnis saja. Kalau di gabungkan, bisa jadi campur aduk, mana yang bisnis, dan mana yang kepentingan politik. Atau kalau mau digabung bisa juga menggunakan ide bisnis ketering politik. Kan aneh, namanya.

Seperti dilansir di laman kompas.com, Gibran berujar "Bisnis dan politik jangan dicampur. Saya ingin bapak tetap bisa jalan, saya juga begitu," kata Gibran saat hadir dalam program Mata Najwa di Metro TV yang tayang pada Rabu, 24 Februari 2016.

Merintis bisnis sejak tahun 2010, Gibran sudah memiliki dua usaha di bidang kuliner, yakni bisnis katering dengan label "Chilli Pari" dan bisnis martabak dengan label "Markobar".

Meskipun belum tergerak untuk bergelut di bidang politik, pada saatnya nanti Gibran perlu juga untuk belajar politik, tapi bukan politik di pemerintahan melainkan politik bisnis. Jadi politik itu luas, dan bisa dimixing ke bidang apa saja.

update status FB kompas.com
"Pikirannya waktu itu bapak punya Gedung Graha Saba, sudah belasan tahun berdiri, tetapi enggak punya katering. Punya gedung, tetapi enggak punya katering itu salah kaprah. Jadi, begitu saya pulang, saya bikin katering, simpel," ucap dia. 

Saat memulai bisnisnya bersama Chilli Pari, Gibran mengaku kerap didatangi pegawai-pegawai negeri sipil yang hendak mendekati bapaknya.

"Banyak orang datang, PNS, bilang begini ke saya, 'Mas, gampang kalau Chilli Pari berdiri, masukin ke Pemkot Solo, semua orderan akan masuk'," cerita Gibran.

Mendapat tawaran itu, Gibran bukannya tergiur. Dia langsung memerintahkan bagian marketing untuk menolak semua pesanan dari Pemkot Solo.

Banyak yang heran dengan sikap yang diambil Gibran itu. Namun, Gibran tak peduli karena pada kenyataannya Chilli Pari masih tetap eksis sampai sekarang. 

Saat Jokowi menjadi Wali Kota Solo, bapaknya itu memang berpesan kepada Gibran. Namun, sebagai anak, dia pun tahu diri untuk tidak mengganggu urusan ayahnya dengan bisnis yang dia lakukan. 

"Masih banyak pasar yang lain di luar Pemkot itu. Saya jualan makanan, jualan taste, bukan jualan Gibran anaknya Jokowi. Mereka pesan karena pelayanan dan rasanya," kata Gibran.


sumber: kompas.com


Kisah Sukses Putra Sulung Jokowi Tolak Pesanan Katering untuk Pemkot Solo

RiauJOS!*, Jakarta - Gibran Rakabuming Raka (28) putra sulung Presiden Joko Widodo terbilang sukses menolak pesanan katering untuk Pemerintah Kota Solo. Dia sama sekali menjauhi dunia politik yang kini tengah digeluti Bapaknya. Bagi pria kelahiran Solo, 1 Oktober 1987 itu, bisnis dan politik tidak bisa disatukan.

Gibran tidak ingin menggabungkan bisnis dengan politik, karena dia lebih suka fokus ke bisnis saja. Kalau di gabungkan, bisa jadi campur aduk, mana yang bisnis, dan mana yang kepentingan politik. Atau kalau mau digabung bisa juga menggunakan ide bisnis ketering politik. Kan aneh, namanya.

Seperti dilansir di laman kompas.com, Gibran berujar "Bisnis dan politik jangan dicampur. Saya ingin bapak tetap bisa jalan, saya juga begitu," kata Gibran saat hadir dalam program Mata Najwa di Metro TV yang tayang pada Rabu, 24 Februari 2016.

Merintis bisnis sejak tahun 2010, Gibran sudah memiliki dua usaha di bidang kuliner, yakni bisnis katering dengan label "Chilli Pari" dan bisnis martabak dengan label "Markobar".

Meskipun belum tergerak untuk bergelut di bidang politik, pada saatnya nanti Gibran perlu juga untuk belajar politik, tapi bukan politik di pemerintahan melainkan politik bisnis. Jadi politik itu luas, dan bisa dimixing ke bidang apa saja.

update status FB kompas.com
"Pikirannya waktu itu bapak punya Gedung Graha Saba, sudah belasan tahun berdiri, tetapi enggak punya katering. Punya gedung, tetapi enggak punya katering itu salah kaprah. Jadi, begitu saya pulang, saya bikin katering, simpel," ucap dia. 

Saat memulai bisnisnya bersama Chilli Pari, Gibran mengaku kerap didatangi pegawai-pegawai negeri sipil yang hendak mendekati bapaknya.

"Banyak orang datang, PNS, bilang begini ke saya, 'Mas, gampang kalau Chilli Pari berdiri, masukin ke Pemkot Solo, semua orderan akan masuk'," cerita Gibran.

Mendapat tawaran itu, Gibran bukannya tergiur. Dia langsung memerintahkan bagian marketing untuk menolak semua pesanan dari Pemkot Solo.

Banyak yang heran dengan sikap yang diambil Gibran itu. Namun, Gibran tak peduli karena pada kenyataannya Chilli Pari masih tetap eksis sampai sekarang. 

Saat Jokowi menjadi Wali Kota Solo, bapaknya itu memang berpesan kepada Gibran. Namun, sebagai anak, dia pun tahu diri untuk tidak mengganggu urusan ayahnya dengan bisnis yang dia lakukan. 

"Masih banyak pasar yang lain di luar Pemkot itu. Saya jualan makanan, jualan taste, bukan jualan Gibran anaknya Jokowi. Mereka pesan karena pelayanan dan rasanya," kata Gibran.


sumber: kompas.com