RiauJOS!*, Bengkalis - Anggota Panitia Pengawas (Panwas) Pemilihan Kabupaten Bengkalis, Rudi Iskandar Zulkarnain diberhentikan secara tetap oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Republik Indonesia (DKPP), Rabu, 24 Februari 2015.

Dilansir di laman dkpp.go.id, “Menjatuhkan sanksi berupa pemberhentian tetap kepada Teradu atas nama Sdr. Rudi Iskandar Zulkarnain sebagai Anggota Panwas Kabupaten Bengkalis, terhitung sejak dibacakan putusan ini,” bunyi amar putusan DKPP seperti dibacakan oleh Anggota Majelis Dr. Nur Hidayat Sardini di ruang sidang DKPP, Jakarta.

Kenyataan ini diperkuat dengan update status FB salah seorang penggila sekaligus penggiat Pemilu, M. Hamidi MZ. seperti gambar berikut.


Serasa sulit menerima kenyataan ini, dan langkah Hamidi mencari tahu di media online manapun menjadikannya yakin secara faktual, telah menemukan maklumat yang diterbitkan melalui berita harian Tribun Pekanbaru, Kamis, 25 Februari 2015 di halaman 2, tulis Hamidi di status Facebooknya.

Kenyataan ini baru bisa diterima siapa saja, setelah secara terang benderang ditemukan maklumat DKPP yang sudah tersebar di media sosial maupun media online di Indonesia. Atas kesuksesan Hamidi mendapatkan screen shot maklumat DKPP, rekan sesama Pengawas Pemilu menjadi semakin sadar, bahwa harus berhati-hati dalam meminjamkan mobil, karena niat baik belum meminjamkan mobil, belum tentu baik pula akibatnya sebagai penyelenggara Pemilu.


DKPP Berhentikan Anggota Panwas Bengkalis

RiauJOS!*, Bengkalis - Anggota Panitia Pengawas (Panwas) Pemilihan Kabupaten Bengkalis, Rudi Iskandar Zulkarnain diberhentikan secara tetap oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Republik Indonesia (DKPP), Rabu, 24 Februari 2015.

Dilansir di laman dkpp.go.id, “Menjatuhkan sanksi berupa pemberhentian tetap kepada Teradu atas nama Sdr. Rudi Iskandar Zulkarnain sebagai Anggota Panwas Kabupaten Bengkalis, terhitung sejak dibacakan putusan ini,” bunyi amar putusan DKPP seperti dibacakan oleh Anggota Majelis Dr. Nur Hidayat Sardini di ruang sidang DKPP, Jakarta.

Kenyataan ini diperkuat dengan update status FB salah seorang penggila sekaligus penggiat Pemilu, M. Hamidi MZ. seperti gambar berikut.


Serasa sulit menerima kenyataan ini, dan langkah Hamidi mencari tahu di media online manapun menjadikannya yakin secara faktual, telah menemukan maklumat yang diterbitkan melalui berita harian Tribun Pekanbaru, Kamis, 25 Februari 2015 di halaman 2, tulis Hamidi di status Facebooknya.

Kenyataan ini baru bisa diterima siapa saja, setelah secara terang benderang ditemukan maklumat DKPP yang sudah tersebar di media sosial maupun media online di Indonesia. Atas kesuksesan Hamidi mendapatkan screen shot maklumat DKPP, rekan sesama Pengawas Pemilu menjadi semakin sadar, bahwa harus berhati-hati dalam meminjamkan mobil, karena niat baik belum meminjamkan mobil, belum tentu baik pula akibatnya sebagai penyelenggara Pemilu.