Bomberman atau Pria Tukang Ngebom, tak pernah sadar kekuatan selfi untuk kesuksesan eksistensi
Berita peledakan bom di kantor polisi yang terjadi Selasa siang kemarin, inilah bentuk penyakit kejiwaan. Sangatlah tidak manusiawi, bahkan melampaui batas-batas kebinatangan, karena binatang saja tidak punya niat sedikitpun untuk menghancurkan binatang yang lain sehancur-hancurnya seperti yang dilakukan manusia pengebom ini.

Kejadian penembakan dan pengeboman yang terjadi di Jalan Thamrin, Jakarta, Indonesia, sontak membuat media terbelalak, dan kemudian meliput selengkap-lengkapnya. Tapi beda dengan Riau JOS, untuk kali hal yang tidak sukses ini, Riau JOS kurang berminat untuk membuat berita bombastis akibat ulah bomberman.

Bomberman yang meledakkan kantor polisi di Jalan Thamrin itu, memang tujuannya untuk mencari perhatian internasional, agar eksistensinya diakui, bahwa keberadaannya memang ada. Cuma itu saja, kenapa main tembak warga sipil dan pak polisi? ini yang harus kita pertanyakaan.

Para Bomberman harus diajarkan selfie, untuk bisa eksis, belajarlah pada ABG yang gemar selfi, mereka tidak perlu pistol dan bom untuk tetap eksis di media sosial, cukup bergaya kreatif seperti syahrini, dan akan dikenal oleh media dengan gaya uniknya.

Bomberman tak perlu berdarah-darah untuk tetap eksis di media, cukup bermodal handphone berkamera dan sambungan internet, sudah bisa eksis sampai dunia internasional.

Akhir kata, bagi bomberman atau pengembom yang masih pemula, ataupun yang baru bergabung dengan kelompok yang radikal, beritahukan kepada pimpianmu, agar menggunakan metoda selfie untuk eksis di media, baik lokal dan internasional, modal sedikit, hasil luar biasa. Tak butuh senjata, cukup camera dan sambungan internet. Keren bukan?


Bomberman Perlu Belajar Selfie Untuk Eksistensi

Bomberman atau Pria Tukang Ngebom, tak pernah sadar kekuatan selfi untuk kesuksesan eksistensi
Berita peledakan bom di kantor polisi yang terjadi Selasa siang kemarin, inilah bentuk penyakit kejiwaan. Sangatlah tidak manusiawi, bahkan melampaui batas-batas kebinatangan, karena binatang saja tidak punya niat sedikitpun untuk menghancurkan binatang yang lain sehancur-hancurnya seperti yang dilakukan manusia pengebom ini.

Kejadian penembakan dan pengeboman yang terjadi di Jalan Thamrin, Jakarta, Indonesia, sontak membuat media terbelalak, dan kemudian meliput selengkap-lengkapnya. Tapi beda dengan Riau JOS, untuk kali hal yang tidak sukses ini, Riau JOS kurang berminat untuk membuat berita bombastis akibat ulah bomberman.

Bomberman yang meledakkan kantor polisi di Jalan Thamrin itu, memang tujuannya untuk mencari perhatian internasional, agar eksistensinya diakui, bahwa keberadaannya memang ada. Cuma itu saja, kenapa main tembak warga sipil dan pak polisi? ini yang harus kita pertanyakaan.

Para Bomberman harus diajarkan selfie, untuk bisa eksis, belajarlah pada ABG yang gemar selfi, mereka tidak perlu pistol dan bom untuk tetap eksis di media sosial, cukup bergaya kreatif seperti syahrini, dan akan dikenal oleh media dengan gaya uniknya.

Bomberman tak perlu berdarah-darah untuk tetap eksis di media, cukup bermodal handphone berkamera dan sambungan internet, sudah bisa eksis sampai dunia internasional.

Akhir kata, bagi bomberman atau pengembom yang masih pemula, ataupun yang baru bergabung dengan kelompok yang radikal, beritahukan kepada pimpianmu, agar menggunakan metoda selfie untuk eksis di media, baik lokal dan internasional, modal sedikit, hasil luar biasa. Tak butuh senjata, cukup camera dan sambungan internet. Keren bukan?