Social Items

Felimina Rotundo, Nenek usia 100 tahun, masih bekerja, melebihi semangat pemuda
Felimina Rotundo, Nenek usia 100 tahun, masih bekerja, melebihi semangat pemuda

RiauJOS.com, New York - Seseorang yang punya gairah hidup yang tinggi, dan selalu positif memandang kehidupan, pastilah dia akan sangat menikmati hidup, walhasil meski di usianya yang sudah 100 tahun, dia nampak belia semangatnya, meski tubuhnya sudah renta. Pelajari apa yang menjadi penyemangat hidup nenek ini, selamat membaca.

Apa yang Anda ingat dari nenek Anda dan kesehariannya? Pada usia yang sudah memasuki waktu senja, seorang nenek biasanya lebih memilih untuk banyak beristirahat agar lebih dekat dengan keluarga dan saudara.

Namun, seorang nenek berusia 100 tahun, warga Buffalo, New York, AS, memilih untuk tetap bekerja layaknya mereka yang masih berusia muda.

Apa yang dilakukan oleh nenek bernama Felimina Rotundo ini merupakan sebuah hal yang langka. Bayangkan saja, dia masih aktif bekerja selama 11 jam per hari dalam enam hari satu pekan. Nenek Felimina bekerja dari pukul 7 pagi hingga 6 sore, setiap hari Senin hingga Sabtu.

Jam kerja yang dijalani oleh Nenek Felimina tersebut cukup mencengangkan untuk sebagian besar warga Amerika.

Pasalnya, sebagian besar tenaga kerja di negara tersebut bekerja selama 40 jam setiap minggunya. Sementara itu, Nenek Felimina bekerja selama 66 jam per minggu.

Nenek Felimina yang bekerja sebagai manajer di College Laundry Shoppe sejak pertengahan tahun 1950an, jelas terlihat enggan memutuskan untuk beristirahat dan mengambil pensiun.

"Dia selalu menikmati bekerja, khususnya berbincang dengan orang-orang baru dan bertemu dengan pelanggan-pelanggan baru,” ungkap Gary Rotundo (74), putra Nenek Felimina.

“Dia mengatribusi usianya yang panjang dengan sifat pekerja keras yang dimilikinya. Menurutnya ini memberinya arti, alasan untuk bangun di pagi hari dan beraktivitas," imbuhnya.

Nenek Felimina mulai bekerja saat usianya masih 15 tahun. Saat itu, dia bekerja di sebuah pabrik sepatu di negara bagian Pennsylvania ketika Amerika Serikat dilanda periode Depresi Besar.

Menurut Gary, ibunya sadar bahwa usianya tak seharusnya masih bekerja. Namun, hingga hari ini, dia tidak memiliki niatan untuk pensiun. Nenek Felimina mengatakan bahwa pensiun hanya akan dilakukannya secara terpaksa, misalnya karena alasan kesehatan.

"Saat ini dia masih sehat dan awas. Dia masih menyetir mobil sendiri dan tetap cekatan dalam mengoperasikan mesin cuci otomatis di gerai. Apabila Anda pernah bertemu dengannya, Anda akan mengerti bahwa kepribadiannya sangat penuh semangat dan positif," tutur Gary.

Sumber : Woman's Day, dan female.kompas.com

Nenek Usia 100 Tahun, Masih Kerja 11 Jam Sehari, Bagaimana dengan Anda, Wahai Pemuda?

Felimina Rotundo, Nenek usia 100 tahun, masih bekerja, melebihi semangat pemuda
Felimina Rotundo, Nenek usia 100 tahun, masih bekerja, melebihi semangat pemuda

RiauJOS.com, New York - Seseorang yang punya gairah hidup yang tinggi, dan selalu positif memandang kehidupan, pastilah dia akan sangat menikmati hidup, walhasil meski di usianya yang sudah 100 tahun, dia nampak belia semangatnya, meski tubuhnya sudah renta. Pelajari apa yang menjadi penyemangat hidup nenek ini, selamat membaca.

Apa yang Anda ingat dari nenek Anda dan kesehariannya? Pada usia yang sudah memasuki waktu senja, seorang nenek biasanya lebih memilih untuk banyak beristirahat agar lebih dekat dengan keluarga dan saudara.

Namun, seorang nenek berusia 100 tahun, warga Buffalo, New York, AS, memilih untuk tetap bekerja layaknya mereka yang masih berusia muda.

Apa yang dilakukan oleh nenek bernama Felimina Rotundo ini merupakan sebuah hal yang langka. Bayangkan saja, dia masih aktif bekerja selama 11 jam per hari dalam enam hari satu pekan. Nenek Felimina bekerja dari pukul 7 pagi hingga 6 sore, setiap hari Senin hingga Sabtu.

Jam kerja yang dijalani oleh Nenek Felimina tersebut cukup mencengangkan untuk sebagian besar warga Amerika.

Pasalnya, sebagian besar tenaga kerja di negara tersebut bekerja selama 40 jam setiap minggunya. Sementara itu, Nenek Felimina bekerja selama 66 jam per minggu.

Nenek Felimina yang bekerja sebagai manajer di College Laundry Shoppe sejak pertengahan tahun 1950an, jelas terlihat enggan memutuskan untuk beristirahat dan mengambil pensiun.

"Dia selalu menikmati bekerja, khususnya berbincang dengan orang-orang baru dan bertemu dengan pelanggan-pelanggan baru,” ungkap Gary Rotundo (74), putra Nenek Felimina.

“Dia mengatribusi usianya yang panjang dengan sifat pekerja keras yang dimilikinya. Menurutnya ini memberinya arti, alasan untuk bangun di pagi hari dan beraktivitas," imbuhnya.

Nenek Felimina mulai bekerja saat usianya masih 15 tahun. Saat itu, dia bekerja di sebuah pabrik sepatu di negara bagian Pennsylvania ketika Amerika Serikat dilanda periode Depresi Besar.

Menurut Gary, ibunya sadar bahwa usianya tak seharusnya masih bekerja. Namun, hingga hari ini, dia tidak memiliki niatan untuk pensiun. Nenek Felimina mengatakan bahwa pensiun hanya akan dilakukannya secara terpaksa, misalnya karena alasan kesehatan.

"Saat ini dia masih sehat dan awas. Dia masih menyetir mobil sendiri dan tetap cekatan dalam mengoperasikan mesin cuci otomatis di gerai. Apabila Anda pernah bertemu dengannya, Anda akan mengerti bahwa kepribadiannya sangat penuh semangat dan positif," tutur Gary.

Sumber : Woman's Day, dan female.kompas.com