Riau JOS!* Pekanbaru - Seenaknya bakar lahan, tak memperhatikan lingkungan dan kita warga negara Indonesia yang menanggung derita tragedi kabut asap. Dilansir news.liputan6.com, Selasa, 20 Oktober 2015, kemudian Riau JOS!* memberitakan kembali Sore ini, Rabu, 21 Oktober 2015 dengan pertimbangan agar masyarakat mengetahui siapa saja biang keladi pembakar hutan dan lahan di Provinsi Riau. 

Berikut beritanya, mari kita sama-sama mencatat para pelaku, agar kelak tak berurusan bisnis dengan orang yang tidak peduli akan lingkungan.


Perusahaan Singapura Jadi Tersangka Pembakaran Hutan di Riau





Liputan6.com, Pekanbaru - Setelah mencekal petingginya, akhirnya Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau menetapkan perusahaan asal Singapura sebagai tersangka kebakaran hutan dan lahan. Hal itu dilakukan penyidik setelah menemukan bukti cukup tentang keterlibatan perusahaan tersebut membakar puluhan hektar lahan di Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu. 
"Perusahaan ini berinisial PT PLM asal Singapura. Penetapan dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara dan mengecek ke lokasi perusahaan yang terbakar," ungkap Wakil Ditreskrimsus Polda Riau AKBP Ari Rahman Navarin, Selasa (20/10/2015). 
Sebelum menetapkan korporasi ini sebagai tersangka, sebelumnya penyidik Polda Riau memeriksa para petinggi dan staf diperusahaan. Sebagian petinggi bahkan sudah dicekal agar tak bepergian ke luar negeri.  
Selain perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan sawit itu, Polda juga tengah membidik perusahaan asal Singapura lainnya. Perusahaan itu beroperasi di Kabupaten Bengkalis, dan diduga sengaja membakar lahan.  
"Ada 1 lagi perusahaan asal luar negeri (Singapura) yang sedang kita lakukan penyidikan, dalam waktu dekat kita beritahu perkembangannya," tegas Ari.  
Dengan bertambahnya perusahaan ini, sudah ada 2 perusahaan yang ditetapkan sebagai tersangka pembakar lahan di Riau, yaitu PT Langgam Inti Hibrindo. Sedangkan perorangan ada 64 orang.  
Disamping itu, masih ada 16 perusahaan yang masih disidik Polda Riau. Alat bukti telah terjadinya tindak pidana sudah ditemukan, sedangkan orang yang paling bertanggungjawab masih diusut.  
Adapun perusahan yang disidik itu diantaranya, PT Wahana Subur Sawit di Kabupaten Siak, PT Alam Lestari di Indragiri Hulu, PT Bina Duta Laksana dan PT Sumatera Riang Lestari di Indragiri Hilir.  
Untuk Polres Pelalawan menanani PT Prawira, ‎PT Bina Langgam Jaya (BLJ), PT Pusaka Megah Bumi Nusantara (PMBN), dan PT Bukit Raya Pelalawan (BRP). Selanjutnya di Polres Rokan Hilir menangani PT Dexter Timber Perkasa (DTP) dan PT Ruas Utama ‎Jaya (RUJ).
Sementara itu, Polres Dumai menyidik PT Suntara Gajah Pati (SGP). Sedangkan Polres Kampar menangani PT Siak Raya Timber (SRT), PT Perawang Sukses Perkasa Industri (PSPI) dan PT Riau Jaya Utama (RJU). Untuk Kuantan Singingi, tengah diusut keterlibatan PT Rimba Lazuardi‎. (Ron/Mut)

Aduh.. sayang tak diperlihatkan muka  dan nama si biang keladi pembakar hutan dan lahan di Provinsi Riau, kalau sudah ditetapkan sebagai pelaku, dapatlah kita kelak tak perlu lagi mengadakan kerjasama dengan orang-orang bodoh yang mau kaya sendiri namun tak peduli lingkungan, bahkan memusnahkan manusia.


Ternyata Perusahaan Ini Biang Keladi Kabut Asap di Riau

Riau JOS!* Pekanbaru - Seenaknya bakar lahan, tak memperhatikan lingkungan dan kita warga negara Indonesia yang menanggung derita tragedi kabut asap. Dilansir news.liputan6.com, Selasa, 20 Oktober 2015, kemudian Riau JOS!* memberitakan kembali Sore ini, Rabu, 21 Oktober 2015 dengan pertimbangan agar masyarakat mengetahui siapa saja biang keladi pembakar hutan dan lahan di Provinsi Riau. 

Berikut beritanya, mari kita sama-sama mencatat para pelaku, agar kelak tak berurusan bisnis dengan orang yang tidak peduli akan lingkungan.


Perusahaan Singapura Jadi Tersangka Pembakaran Hutan di Riau





Liputan6.com, Pekanbaru - Setelah mencekal petingginya, akhirnya Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau menetapkan perusahaan asal Singapura sebagai tersangka kebakaran hutan dan lahan. Hal itu dilakukan penyidik setelah menemukan bukti cukup tentang keterlibatan perusahaan tersebut membakar puluhan hektar lahan di Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu. 
"Perusahaan ini berinisial PT PLM asal Singapura. Penetapan dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara dan mengecek ke lokasi perusahaan yang terbakar," ungkap Wakil Ditreskrimsus Polda Riau AKBP Ari Rahman Navarin, Selasa (20/10/2015). 
Sebelum menetapkan korporasi ini sebagai tersangka, sebelumnya penyidik Polda Riau memeriksa para petinggi dan staf diperusahaan. Sebagian petinggi bahkan sudah dicekal agar tak bepergian ke luar negeri.  
Selain perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan sawit itu, Polda juga tengah membidik perusahaan asal Singapura lainnya. Perusahaan itu beroperasi di Kabupaten Bengkalis, dan diduga sengaja membakar lahan.  
"Ada 1 lagi perusahaan asal luar negeri (Singapura) yang sedang kita lakukan penyidikan, dalam waktu dekat kita beritahu perkembangannya," tegas Ari.  
Dengan bertambahnya perusahaan ini, sudah ada 2 perusahaan yang ditetapkan sebagai tersangka pembakar lahan di Riau, yaitu PT Langgam Inti Hibrindo. Sedangkan perorangan ada 64 orang.  
Disamping itu, masih ada 16 perusahaan yang masih disidik Polda Riau. Alat bukti telah terjadinya tindak pidana sudah ditemukan, sedangkan orang yang paling bertanggungjawab masih diusut.  
Adapun perusahan yang disidik itu diantaranya, PT Wahana Subur Sawit di Kabupaten Siak, PT Alam Lestari di Indragiri Hulu, PT Bina Duta Laksana dan PT Sumatera Riang Lestari di Indragiri Hilir.  
Untuk Polres Pelalawan menanani PT Prawira, ‎PT Bina Langgam Jaya (BLJ), PT Pusaka Megah Bumi Nusantara (PMBN), dan PT Bukit Raya Pelalawan (BRP). Selanjutnya di Polres Rokan Hilir menangani PT Dexter Timber Perkasa (DTP) dan PT Ruas Utama ‎Jaya (RUJ).
Sementara itu, Polres Dumai menyidik PT Suntara Gajah Pati (SGP). Sedangkan Polres Kampar menangani PT Siak Raya Timber (SRT), PT Perawang Sukses Perkasa Industri (PSPI) dan PT Riau Jaya Utama (RJU). Untuk Kuantan Singingi, tengah diusut keterlibatan PT Rimba Lazuardi‎. (Ron/Mut)

Aduh.. sayang tak diperlihatkan muka  dan nama si biang keladi pembakar hutan dan lahan di Provinsi Riau, kalau sudah ditetapkan sebagai pelaku, dapatlah kita kelak tak perlu lagi mengadakan kerjasama dengan orang-orang bodoh yang mau kaya sendiri namun tak peduli lingkungan, bahkan memusnahkan manusia.