Tempe yang dulunya direndahkan dengan berbagai cacian dan makian, kini telah mendapatkan tempat yang sebenarnya. Tempe adalah makanan berbahan kedelai disukai orang Jawa, namun kini telah menjadi makanan berkelas internasional. Dan orang-orang yang suka mengatai orang dengan analogi tempe, mulai sekarang sadarlah, bahwa tempe tidaklah seperti dugaan negatif sebelumnya, misalnya kata "mental tempe", dan sekarang jadilah orang bermental tempe, karena tempe sudah mampu menunjukkan kelebihannya sebagai makanan yang mempunyai gizi tinggi.

Berikut blogger yang mengupdate status facebook dengan tema tempe, Nunik Utami Ambarsari, mengulas secara lengkap tempe di blog pribadinya. Selamat membaca status ringkasannya.

Nunik Utami Ambarsari menerbitkan sebuah artikel diWordPress
6 jamWordPress
“Jangan menjadi bangsa bermental tempe!” Kata “tempe” pernah digunakan sebagai simbol dalam menujukkan sesuatu yang rendah karena nilainya murah, seperti makanan bernama tempe. Namun, pada pertengahan 1960-an, pandangan tentang tempe mulai berubah. Siapa yang menyangka, makanan tradisional khas Indonesia ini kini bisa digemari hingga ke seluruh penjuru dunia? Makanan Tradisional Asli Jawa Sejak kecil, saya akrab dengan tempe. Saat pulang ke Yogyakarta, saya mendapati tempe bacem (tempe yang sudah diolah dengan air kelapa dan gula Jawa, sehingga rasanya manis gurih) sebagai teman makan gudeg. [ 668 more words. ]
Suka   Komentari   

Mau info lebih lengkap lagi terkait sepak terjang tempe menaklukkan dunia hingga menjadi makanan kelas dunia? simak cerita Nunik selengkapnya di blog miliknya.

Tempe Sudah Jadi Makanan Berkelas Internasional

Tempe yang dulunya direndahkan dengan berbagai cacian dan makian, kini telah mendapatkan tempat yang sebenarnya. Tempe adalah makanan berbahan kedelai disukai orang Jawa, namun kini telah menjadi makanan berkelas internasional. Dan orang-orang yang suka mengatai orang dengan analogi tempe, mulai sekarang sadarlah, bahwa tempe tidaklah seperti dugaan negatif sebelumnya, misalnya kata "mental tempe", dan sekarang jadilah orang bermental tempe, karena tempe sudah mampu menunjukkan kelebihannya sebagai makanan yang mempunyai gizi tinggi.

Berikut blogger yang mengupdate status facebook dengan tema tempe, Nunik Utami Ambarsari, mengulas secara lengkap tempe di blog pribadinya. Selamat membaca status ringkasannya.

Nunik Utami Ambarsari menerbitkan sebuah artikel diWordPress
6 jamWordPress
“Jangan menjadi bangsa bermental tempe!” Kata “tempe” pernah digunakan sebagai simbol dalam menujukkan sesuatu yang rendah karena nilainya murah, seperti makanan bernama tempe. Namun, pada pertengahan 1960-an, pandangan tentang tempe mulai berubah. Siapa yang menyangka, makanan tradisional khas Indonesia ini kini bisa digemari hingga ke seluruh penjuru dunia? Makanan Tradisional Asli Jawa Sejak kecil, saya akrab dengan tempe. Saat pulang ke Yogyakarta, saya mendapati tempe bacem (tempe yang sudah diolah dengan air kelapa dan gula Jawa, sehingga rasanya manis gurih) sebagai teman makan gudeg. [ 668 more words. ]
Suka   Komentari   

Mau info lebih lengkap lagi terkait sepak terjang tempe menaklukkan dunia hingga menjadi makanan kelas dunia? simak cerita Nunik selengkapnya di blog miliknya.